Sektor Telko dan Tekno Merah, Saham Apa yang Masih Layak Koleksi?
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah 4,52 persen setara 252,63 poin ke level 5.342,14.
Secara umum, semua sektor mengalami pelemahan.
Namun, sektor telekomunikasi dan teknologi menuai sorotan karena mencatat pelemahan yang dalam.
Salah satu yang menjadi perhatian dari sektor telekomunikasi adalah saham PT Telkom Indonesia (TLKM) yang turun signifikan.
Baca juga: Saham Telkom (TLKM) ARB, Ini Biang Keroknya Menurut Analis
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TLKM ditutup di level Rp 2.350, merosot 410 poin atau 14,86 persen dari harga penutupan sebelumnya di Rp 2.760.
Analisis BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan laba TLKM di kuartal I-2026 turun 22 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 4,34 triliun. "Memicu kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pertumbuhan kinerja," ujar analisis tersebut, Senin (8/6/20206). Sementara itu, investor asing mencatat net sell Rp 314 miliar dalam sebulan terakhir.
Hal ini menandakan tekanan distribusi yang masih berlanjut.
Di sisi lain, muncul sentimen dugaan kasus pengadaan di Telkom, sehingga meningkatkan kekhawatiran investor terhadap risiko reputasi perusahaan.
Menjelang RUPS TLKM hari ini, pasar cenderung mengambil sikap wait and see terhadap agenda penggunaan laba dan perubahan pengurus.
Secara teknikal, TLKM breakdown support 2.800 (neckline Head & Shoulders) yang mengindikasikan perubahan arah trend. Potensi penurunan diproyeksi mencapai level support-nya di 2300 - 2050.
Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengalami tekanan jual luar biasa hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) saat penutupan perdagangan, Senin (8/6/2026). Sejak dibuka di area Rp 2.620, saham TLKM langsung berada di bawah tekanan dan gagal keluar dari zona merah sepanjang perdagangan hari ini.
Harga sempat menyentuh posisi tertinggi Rp 2.650, tetapi aksi jual yang terus meningkat membuat saham telekomunikasi pelat merah itu terperosok dan menyentuh angka terendah Rp 2.350, yang sekaligus menjadi harga penutupan.
Di sisi lain, sektor teknologi juga mengalami tekanan hari ini dengan saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang turut menjadi pemberat.
Saham WIFI turut menjadi sorotan setelah turun 5,54 persen setara 80 poin ke level 1.365 hari ini.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menunjukkan kinerja kuartal I-2026 yang kuat.
Pendapatan dan laba bersih masing-masing melonjak 461 persen secara tahunan dan 460 persen secara tahunan.
Hal tersebut didorong oleh pertumbuhan yang kuat pada segmen telekomunikasi dan periklanan. "Peluncuran IRA mendukung pertumbuhan," ucap dia.
Liza menjelaskan, peluncuran Internet Rakyat (IRA), yang didukung oleh paket bundling FolaPlay dan jaringan lebih dari 550 situs, dapat mempercepat akuisisi pelanggan dan utilisasi jaringan.
Di sisi lain, valuasi WIFI dinilai masih menarik. "Kami tetap positif terhadap prospek pertumbuhan, sementara EV/EBITDA saat ini sebesar 6,52 kali terlihat menarik jika dibandingkan dengan potensi jangka panjang perusahaan," ujar Liza.
Baca juga: Saham BBCA Anjlok ke Level 4.800, Analis Ungkap Penyebabnya
Liza sendiri mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk WIFI, meskipun kami menurunkan target harga menjadi Rp 2.800 dari sebelumnya Rp 4.000 untuk mencerminkan meningkatnya peningkatan pasar, risiko mata uang, dan asumsi yang lebih konservatif.
"Meskipun target harga lebih rendah, kami terus mencermati valuasi saat ini, didukung oleh prospek pertumbuhan perusahaan yang kuat yang didorong oleh ekspansi jaringan yang sedang berlangsung, peluncuran IRA, dan potensi pertumbuhan pelanggan," ujar dia.
Kendati demikian, Liza berujar, investor harus tetap memperhatikan risiko-risiko utama, termasuk pengeluaran konsumen yang lebih lemah dan persaingan yang semakin ketat.
Selain itu, ada pula risiko peningkatan beban operasional yang dapat menekan margin, prospek makroekonomi yang lebih lemah, dan volatilitas nilai tukar asing.
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi dan analisis saham berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.
Tag: #sektor #telko #tekno #merah #saham #yang #masih #layak #koleksi