Pigai: Media Harus Mampu Beri Kritik Objektif, Jangan Didominasi Konten Negatif
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menolak wacana penembakan langsung terhadap pelaku begal seperti yang disampaikan Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf.(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)
22:22
20 Mei 2026

Pigai: Media Harus Mampu Beri Kritik Objektif, Jangan Didominasi Konten Negatif

- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meminta media massa tetap mengedepankan kritik yang objektif dan tidak didominasi pemberitaan negatif.

Hal itu disampaikan Pigai saat membuka acara Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026).

Pigai mengawali dengan mengungkap temuan hasil penelitian yang menunjukkan sebagian besar isi media masih didominasi konten negatif dan subjektif.

“Hasil penelitian, berbagai penelitian di seluruh dunia telah menyatakan bahwa hampir 80 persen konten, isi media didominasi oleh pemberitaan negatif," kata Pigai.

"Hampir juga lebih dari 50 persen media didominasi oleh berita-berita subjektif," lanjutnya.

Baca juga: Buka Kelas Jurnalis HAM, Pigai: Tanpa Pers, Dunia Ini Gelap

Menurut dia, kondisi tersebut tidak sepenuhnya bisa disalahkan, terutama ketika media dimiliki kelompok berkepentingan atau korporasi besar.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya integritas pekerja media dalam menjaga kualitas pemberitaan.

“Kami membutuhkan integritas kalau tanpa media tidak mungkin dunia ini berwarna. Tanpa media tidak mungkin bisa ada check and balance system terhadap kekuasaan," ungkapnya.

Pigai menilai media memiliki posisi penting sebagai pengawas pembangunan sekaligus penyampai kritik terhadap pemerintah.

Namun, kritik yang disampaikan harus tetap objektif dan konstruktif.

“Media harus mampu memberi kritik yang objektif. Subjektif tidak apa-apa, tapi tidak boleh sebagaimana hasil penelitian yang lebih dari 80 persen kontennya adalah konten negatif atau konten negatif atau konten buruk," kata Pigai.

Baca juga: Menteri HAM Pigai: Tidak Boleh Tembak Langsung Begal di Tempat

Dalam kesempatan itu, Pigai juga menyinggung teori psikologi terkait kecenderungan manusia lebih tertarik pada informasi negatif.

Ia menyebut, pikiran negatif diproses dalam bagian kecil otak bernama amigdala.

“Saya ingin para jurnalis tidak harus selalu berita itu hanya diproses dalam satu sel kecil yang namanya amigdala tersebut tapi harus diproses dalam otak yang lebih besar," tuturnya.

Menurut Pigai, dunia jurnalistik selama ini terlalu dipengaruhi adagium bad news is good news atau berita buruk dianggap lebih menarik perhatian publik.

“Sudah terdoktrin di mana-mana. Kalau berita negatif itulah pasti banyak orang akan baca. Kalau berita yang tidak baik itulah pasti banyak orang yang bisa baca," ujarnya.

Tag:  #pigai #media #harus #mampu #beri #kritik #objektif #jangan #didominasi #konten #negatif

KOMENTAR