Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026
Presiden Prabowo Subianto menilai rakyat Indonesia tidak bermimpi ingin kaya raya, melainkan bermimpi ingin hidup layak dan sejahtera di negeri sendiri. (tangkap layar)
09:56
21 Mei 2026

Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026

Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait RAPBN 2027 pada Rabu (20/5/2026) nyatanya jauh dari sekadar pembacaan deretan angka yang kaku.

Dari atas mimbar Senayan, Prabowo justru menelanjangi ironi ekonomi nasional, mempertanyakan mengapa pertumbuhan ekonomi tak sejalan dengan kesejahteraan rakyat.

Tidak berhenti di situ, ia melontarkan teguran keras berujung ancaman pencopotan pimpinan instansi bermasalah seperti Bea Cukai, mewajibkan monopoli BUMN untuk ekspor SDA, hingga memberi instruksi tegas agar pemerintah tak anti terhadap pemenang tender dari kubu oposisi seperti PDIP.

Berikut adalah rangkuman kebijakan dan arahan strategis Presiden Prabowo Subianto, diurutkan dari isu struktural dan gebrakan paling krusial hingga target makroekonomi RAPBN 2027.

I. Otokritik, Penegakan Hukum, dan Gebrakan Kebijakan

1. Sorotan Tajam pada Anomali Ekonomi Nasional

Presiden secara terbuka mengkritik ironi pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir yang stabil di angka 5 persen, namun justru diiringi penurunan kelas menengah dan kenaikan angka kemiskinan.

"Bagaimana bisa pertumbuhan 35 persen tapi kelas menengah menurun, kemiskinan meningkat?" ujar Prabowo.

"Tujuh tahun kali 5 persen, 35 persen ekonomi kita tumbuh. Harusnya kita tambah kaya 35 persen. Tapi apa yang terjadi? Rakyat kita yang miskin tambah. Dari 46,1 persen naik jadi 4,9 persen. Delapan persen naiknya," tegas Presiden.

2. Ultimatum Keras untuk Bea Cukai

Merespons maraknya pungutan liar yang menghambat ekonomi, Presiden memberi peringatan tegas kepada Menteri Keuangan untuk mengevaluasi jajaran Bea Cukai.

"Saya ingatkan kembali untuk kesekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti," tegas Prabowo.

3. Instruksi Lawan Aparat "Beking" Koruptor

Prabowo menyoroti oknum penegak hukum yang melindungi pejabat korup dan meminta masyarakat berani mengambil tindakan.

"Rakyat tidak bodoh lagi. Kalau aparat enggak beres, langsung videokan. Jangan dilawan, videokan saja dan lapor ke saya," tegas Prabowo.

4. Pembentukan Badan Pengelola Ekspor SDA (BUMN Eksekutor Tunggal)

Melalui PP terbaru, pemerintah mewajibkan penjualan ekspor SDA (sawit, batu bara, paduan besi) sepenuhnya dilakukan oleh BUMN.

“Kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal. Dalam artian hasil dari setiap penjualan ekspor akan diteruskan oleh BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah kepada pelaku usaha pengelola kegiatan tersebut,” jelas Prabowo.

5. Larangan Diskriminasi Politik dalam Tender Pemerintah

Presiden menginstruksikan para menteri bersikap adil dan profesional, termasuk kepada pihak berafiliasi PDIP yang saat ini berada di luar koalisi.

"Menteri-menteri minta petunjuk, 'Pak ini bagaimana Pak, ada proyek, ada tender, tapi ini di belakangnya PDIP'. Tapi apa jawaban saya? Tidak ada masalah, kalau dia menang, dia menang saja, jangan kita lihat latar belakangnya," kata Prabowo.

II. Target Makroekonomi & Prioritas Kesejahteraan RAPBN 2027 

Untuk menopang perbaikan struktural di atas, pemerintah mematok sejumlah target fiskal dan ekonomi makro pada RAPBN 2027 demi menjaga stabilitas dan daya beli.

Target Makroekonomi RAPBN 2027:

  • Pertumbuhan Ekonomi: Ditargetkan mencapai 5,8% – 6,5% sebagai langkah awal menuju 8% pada 2029.
  • Defisit APBN: Ditekan ke kisaran 1,80% – 2,40% dari PDB untuk menjaga ruang fiskal tetap stabil.
  • Pendapatan Negara: Ditingkatkan menjadi 11,82% – 12,40% dari PDB.
  • Inflasi: Dijaga pada level 1,5% – 3,5% untuk melindungi daya beli masyarakat.
  • Nilai Tukar Rupiah: Diproyeksikan berada di rentang Rp16.800 – Rp17.500 per Dolar AS.
  • Angka Kemiskinan: Ditargetkan turun menjadi 6,0% – 6,5%.
  • Pengangguran Terbuka: Ditargetkan turun ke kisaran 4,30% – 4,87%.
  • Penciptaan Kerja Formal: Proporsinya ditargetkan meningkat signifikan menjadi 40,81%.

Kutipan Kunci Makroekonomi:

"Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen di tahun 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029," tutur Prabowo lagi.

"Dari sisi pembiayaan, defisit kita di tahun 2027, defisit APBN akan kami jaga di kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 (persen dari) PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500," lanjutnya.

Program Kesejahteraan Prioritas: Pemerintah juga berfokus pada tulang punggung ekonomi rakyat melalui rencana pembangunan 5.000 desa nelayan (dilengkapi cold storage, pabrik es, dan SPBU nelayan), serta jaminan sosial bagi lansia.

"Para nelayan kita harus kita berdayakan karena mereka di ujungnya akan menguasai lautan kita," kata Prabowo.

"Dan kita ingin para orang tua serta mereka yang sudah lanjut usia dan hidup sendiri dapat hidup dengan tenang di usia senja karena ditopang jaringan jaminan sosial yang memadai," tambahnya.

Pidato Presiden Prabowo di DPR pada Rabu (20/5/2026) belum disambut positif oleh pasar modal. IHSG terus anjlok pada perdagangan Sesi 1. [Antara].Pidato Presiden Prabowo di DPR pada Rabu (20/5/2026) belum disambut positif oleh pasar modal. IHSG terus anjlok pada perdagangan Sesi 1. [Antara].

III. Refleksi Sejarah & Kritik Elite 

Sebagai penutup pidatonya, Prabowo menyisipkan pesan nasionalisme dan teguran terhadap mentalitas para elite bangsa.

1. Sentilan untuk Elite yang Cemas

Prabowo mengkritik elite nasional yang mudah panik terhadap dinamika ekonomi global.

"Bahwa kemungkinan besar kita akan menjadi bangsa yang lemah, bangsa yang selalu takut kurs dolar, takut BBM tidak cukup, takut ini takut itu, bangsa yang takut, bangsa yang elite-nya takut," ujar Prabowo.

2. Mengingat Sejarah Kelam Kolonialisme

Presiden mengingatkan agar Indonesia tidak mengagumi model ekonomi negara lain yang dibangun di atas penderitaan bangsa lain, mengingat masa lalu kelam bangsa.

"Mereka merasakan bahwa bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing," ungkap Prabowo.

3. Fungsi Fundamental APBN

Presiden menegaskan kembali posisi krusial APBN bagi negara.

"Saya memandang bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bukan sekedar dokumen keuangan negara. APBN adalah wujud dari alat perjuangan kita sebagai bangsa, APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, alat untuk memperkokoh dasar-dasar dan sendi-sendi ekonomi bangsa," tandasnya.

Editor: Nur Khotimah

Tag:  #rangkuman #lengkap #pidato #prabowo #rapat #paripurna #2026

KOMENTAR