Emiten Prajogo Pangestu Babak Belur, IHSG Ikut Ambruk
Ilustrasi saham, IHSG. (canva.com)
12:24
21 Mei 2026

Emiten Prajogo Pangestu Babak Belur, IHSG Ikut Ambruk

- Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu babak belur pada sesi satu perdagangan Kamis (21/5/2026), seiring sentimen negatif dari keluarnya sejumlah emiten grup tersebut dari indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Saham-saham grup Prajogo Pangestu kompak mengalami tekanan tajam sepanjang perdagangan hingga menjelang penutupan sesi satu perdagangan hari ini.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi salah satu yang paling tertekan setelah anjlok 14,66 persen ke level Rp 2.270. Saham bahkan langsung menyentuh batas auto reject bawah (ARB) di area Rp 2.270, setelah dibuka di harga 2.450 dan sempat menyentuh angka tertinggi 2.460.

Nilai transaksi TPIA mencapai Rp 161,80 miliar dengan volume perdagangan sekitar 694.770 lot.

Tekanan juga terjadi pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang merosot 13,08 persen ke posisi 1.495. Saham BRPT dibuka di area Rp 1.755 dan sempat menyentuh angka tertinggi Rp 1.770, sebelum terus bergerak turun hingga mendekati batas ARB di level 1.465.

Nilai transaksi BRPT mencapai Rp 458,74 miliar dengan volume perdagangan sekitar 2,90 juta lot.

Baca juga: 10 Orang Terkaya di Indonesia Mei 2026, Prajogo Pangestu Nomor Satu

Sementara itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 11,47 persen ke level Rp 2.470. Saham emiten energi terbarukan milik Prajogo Pangestu tersebut dibuka di harga Rp 2.600 dan sempat mencapai angka tertinggi Rp 2.740, sebelum tekanan jual membawa saham turun hingga level terendah Rp 2.420.

Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) juga tak luput dari aksi jual. PTRO melemah 12,25 persen ke posisi Rp 3.510, setelah dibuka di level Rp 4.080. Saham sempat bergerak di area tertinggi Rp 4.130, sebelum turun hingga menyentuh angka terendah Rp 3.500.

Nilai transaksi PTRO tercatat mencapai Rp 245,05 miliar.

Tekanan serupa terjadi pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang turun 11,02 persen ke level Rp 525. Saham dibuka di harga Rp 590 dan sempat menyentuh posisi tertinggi Rp 600, sebelum melemah ke posisi terendah Rp 525, mendekati batas ARB di level Rp 505.

Adapun saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melemah 8,23 persen ke level Rp 725. Saham dibuka di posisi Rp 800 dan sempat menyentuh angka tertinggi Rp 815, sebelum akhirnya terkoreksi ke area terendah Rp 720.

Sepanjang tahun berjalan, saham-saham tersebut telah merosot lebih dari 50 persen. Bahkan, beberapa di antaranya terkoreksi hingga 75 persen dari posisi puncaknya.

Pelemahan saham-saham grup Prajogo Pangestu juga menjadi salah satu faktor utama yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini.

Untuk diketahui IHSG semakin terpuruk pada perdagangan Kamis. Hingga menjelang penutupan sesi satu atau pukul 11:46 WIB, IHSG anjlok 175,476 poin atau 2,78 persen ke 6.143,023.

IHSG dibuka di area 6.366,485 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6.378,811. Namun, tekanan jual yang terus membesar membuat indeks bergerak turun hingga menyentuh angka terendah 6.139,888.

Pelemahan IHSG terjadi merata di mayoritas saham. Sebanyak 591 saham berada di zona merah, hanya 121 saham menguat dan 99 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 18,908 miliar saham. Nilai transaksi pasar Rp 9,345 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.226.014 kali transaksi.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turun menjadi Rp 10.635,303 triliun.

Baca juga: IHSG Sesi I Anjlok 1,43 Persen, Saham BREN, BBCA, hingga ASII Jadi Pemberat

Tag:  #emiten #prajogo #pangestu #babak #belur #ihsg #ikut #ambruk

KOMENTAR