Tabrakan di Bekasi, KNKT Ungkap Argo Bromo Tetap Dapat Sinyal Hijau Usai KRL Tertemper Taksi
Petugas menggunakan alat berat mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).(GALIH PRADIPTA)
15:50
21 Mei 2026

Tabrakan di Bekasi, KNKT Ungkap Argo Bromo Tetap Dapat Sinyal Hijau Usai KRL Tertemper Taksi

- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap KA Argo Bromo Anggrek tetap mendapatkan sinyal hijau, meski sebelumnya telah terjadi insiden KRL Commuter Line tertemper mobil taksi di perlintasan sebidang Bekasi Timur.

Baca juga: Menhub Tak Hadiri Rapat DPR Bahas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Dalam paparannya, Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, tabrakan antara KA 5181 Commuter Line dengan kendaraan roda empat di perlintasan sebidang JPL Bekasi Timur jalur hilir terjadi pada pukul 20.48.29 WIB.

Beberapa menit setelah kejadian tersebut, tepatnya pukul 20.50.43 WIB, KA Argo Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar beraspek hijau.

“KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 ber-aspek hijau atau berwarna hijau,” ujar Soerjanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: 90 Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Dipulangkan, KAI Masih Dampingi 17 Penumpang

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus kemudian mempertanyakan kondisi sinyal tersebut dalam rapat.

“Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Argo Bromo Anggrek dan terjadilah menabrak kereta Commuter Line itu sinyalnya sudah hijau Pak ya?” tanya Lasarus.

Soerjanto menjawab bahwa sinyal KA Argo Bromo Anggrek saat itu memang menunjukkan warna hijau.

“Sinyalnya hijau Pak,” jawab dia.

Lasarus lalu kembali menyoroti kondisi tersebut.

“Harusnya merah kan Pak ya? karena di depan ada obstacle,” ujar Lasarus.

Namun, Soerjanto mengatakan KNKT belum menyampaikan analisis maupun kesimpulan penyebab kecelakaan dalam paparan tersebut.

“Nanti kami jelaskan berikutnya,” kata dia.

Baca juga: Sopir Taksi yang Terlibat Tabrakan Kereta di Bekasi Masih Berstatus Saksi, Belum Ditahan

KNKT menegaskan presentasi yang dipaparkan dalam rapat masih berupa data faktual awal investigasi.

“Pada presentasi saat ini kami hanya menyajikan data faktual, tidak terdapat analisis dan tidak ada kesimpulan terhadap penyebab terjadinya kecelakaan,” ujar Soerjanto.

Adapun dalam kronologi yang dipaparkan KNKT, KRL Commuter Line 5568A sempat berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur untuk proses naik turun penumpang setelah insiden tabrakan dengan taksi terjadi.

Setelah itu, KRL sempat bergerak sejauh 1,69 meter sebelum kembali berhenti karena masinis melihat kerumunan warga di jalur hulu.

Pada pukul 20.52.12 WIB, KA Argo Bromo Anggrek akhirnya menabrak rangkaian KRL Commuter Line tersebut.

KNKT mencatat jeda waktu antara insiden KRL tertemper taksi hingga tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL sekitar 3 menit 43 detik.

Baca juga: Mensos Gus Ipul Kunjungi Keluarga Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Sebagai informasi, kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden itu menewaskan 15 orang dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka.

Menteri Perhubungan sebelumnya menjelaskan, kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil taksi di perlintasan sebidang JPL 85.

Akibat kejadian itu, perjalanan kereta terganggu dan satu rangkaian KRL berhenti di Stasiun Bekasi Timur sebelum akhirnya ditabrak KA Argo Bromo Anggrek.

Tag:  #tabrakan #bekasi #knkt #ungkap #argo #bromo #tetap #dapat #sinyal #hijau #usai #tertemper #taksi

KOMENTAR