Langkah Jokowi Keliling Indonesia Dinilai Tak Akan Semudah Saat Masih Jadi Presiden
Presiden ke-7 RI Jokowi memberikan pesan untuk Hari Raya Idul Adha di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Rabu (27/5/2026)(KOMPAS.COM/ADINDA BUNGA KUSUMA WARDANI)
12:50
27 Mei 2026

Langkah Jokowi Keliling Indonesia Dinilai Tak Akan Semudah Saat Masih Jadi Presiden

- Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga menilai, rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali berkeliling Indonesia tidak akan mudah menghasilkan dampak politik besar seperti saat Jokowi masih menjabat kepala negara.

Menurut Jamiluddin, posisi politik Jokowi saat ini sudah berbeda dibanding ketika masih menjadi presiden, karena tingkat kepercayaan publik dinilai mengalami penurunan.

Jamiluddin juga memandang Jokowi saat ini tidak sehebat seperti ketika menjabat presiden.

"Jokowi saat ini bukan lagi menjadi patron, tapi justru sosok yang penuh kontroversial," kata Jamiluddin, dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Baca juga: Jokowi Dinilai Keliling Indonesia untuk Jaga Pengaruh Politik dan Dongkrak PSI

Jamiluddin menilai, sebagian pendukung fanatik Jokowi mulai kecewa selama masa pemerintahannya, sehingga dukungan politik terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak lagi solid.

“Pendukung fanatiknya saja sudah banyak yang kecewa selama Jokowi menjadi presiden. Mereka ini umumnya sudah menolak dan menjauhi Jokowi," tutur dia.

Meskipun demikian, Jamiluddin menilai, Jokowi masih memiliki kelompok pendukung loyal.

Hanya saja, jumlahnya dinilai tidak cukup signifikan untuk mencapai target-target politik tertentu.

Jamiluddin mengatakan, salah satu tujuan politik Jokowi berkeliling Indonesia diduga untuk menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki basis massa yang kuat di berbagai daerah.

Menurut dia, hal itu dapat menjadi sinyal politik kepada partai-partai politik bahwa Jokowi masih memiliki pengaruh elektoral dan daya tawar di tingkat nasional.

Baca juga: Jokowi Mau Keliling Daerah, Ahmad Ali Sebut Kader PSI Siap Menyambut

Selain itu, Jokowi juga dinilai ingin mendongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar mampu memperoleh hasil lebih baik pada Pemilihan Legislatif mendatang.

“Hal itu perlu dilakukan agar PSI pada Pileg mendatang bisa masuk ke Senayan," kata dia.

Ia menambahkan, peningkatan posisi PSI juga dinilai penting untuk memperkuat bargaining politik menjelang Pemilihan Presiden 2029, termasuk terkait peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada periode berikutnya.

Meskipun peluang tersebut dinilai tidak mudah, Jamiluddin mengatakan langkah Jokowi tetap wajar sebagai upaya mempertahankan pengaruh politiknya.

“Tapi, namanya usaha, wajar saja Jokowi mencobanya. Mana tahu ada keberuntungan sehingga Jokowi nantinya tetap diperhitungkan di kancah perpolitikan nasional," pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi mengaku kondisinya sudah sehat dan bersiap mendatangi undangan masyarakat ke berbagai daerah.

Baca juga: Meski Shalat Idul Adha di Perancis, Prabowo Tetap Ikuti Perkembangan di Masjid Istiqlal

Pernyataan itu Jokowi sampaikan menjawab pertanyaan wartawan terkait rencananya keliling daerah bersama PSI dan Projo di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (24/5/2026).

"Ya, ini kan saya banyak undangan, undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat, ya saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada," kata Jokowi.

Tag:  #langkah #jokowi #keliling #indonesia #dinilai #akan #semudah #saat #masih #jadi #presiden

KOMENTAR