Mendiktisaintek Persilakan Kampus Kelola Dapur MBG, Bisa Jadi Laboratorium Praktik Mahasiswa
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU
19:16
2 Juni 2026

Mendiktisaintek Persilakan Kampus Kelola Dapur MBG, Bisa Jadi Laboratorium Praktik Mahasiswa

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari kegiatan pendidikan dan penelitian yang terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Brian, sejumlah kampus telah mengembangkan SPPG sebagai sarana teaching factory yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman praktik langsung sekaligus menjadi lokasi riset terkait pemenuhan gizi masyarakat.

"Ada beberapa kampus yang membuat SPPG dalam rangka teaching factory, dalam rangka mahasiswa praktik, dalam rangka itu juga sekaligus diteliti, yaitu kami mempersilahkan kepada kampus-kampus tersebut," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam Program MBG merupakan bagian dari kontribusi sivitas akademika terhadap berbagai program strategis nasional. Menurutnya, dukungan kampus terhadap ekosistem gizi nasional tidak berbeda dengan keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi mobil listrik, industri semikonduktor, maupun proyek tanggul laut raksasa.

Meski demikian, Brian menegaskan bahwa pemerintah tidak mewajibkan seluruh perguruan tinggi mendirikan SPPG. Ia memastikan tidak ada kebijakan ataupun surat edaran yang mengharuskan kampus membangun dapur MBG.

"Jadi, kami tidak pernah ada edaran kebijakan bahwa setiap kampus harus mendirikan SPPG, itu tidak pernah ada. Tapi yang kita dorong adalah kependidikan kampus dalam seluruh program-program nasional," ujarnya.

Petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Jimmy Hantu di SPPG Mutiara Keraton Solo, Tamansari, Bogor, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]Petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Jimmy Hantu di SPPG Mutiara Keraton Solo, Tamansari, Bogor, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Lebih jauh, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi mengambil peran dalam aspek penelitian jangka panjang guna mengukur dampak Program MBG terhadap kesehatan masyarakat.

Menurut Brian, kampus dapat berkontribusi melalui kajian ilmiah terkait perbaikan status gizi, penurunan angka stunting, hingga evaluasi efektivitas program dalam jangka panjang.

"Jadi yang kami dorong adalah bagaimana lakukan riset-riset untuk misalnya stuntingnya bagaimana, dicek. Kan saya pernah mendapatkan paper itu di India, Program MBG ini berhasil menaikkan angka perbaikan gizi dan menurunkan stunting. Nah ini kan perlu jangka panjang, yang barangkali tidak terfikir oleh oleh para SPPG-nya," ucap Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap perguruan tinggi tidak hanya menjadi pelaksana teknis dalam Program MBG, tetapi juga berperan sebagai pusat penelitian yang dapat memberikan data dan rekomendasi ilmiah untuk meningkatkan kualitas program pemenuhan gizi nasional.

Editor: Bella

Tag:  #mendiktisaintek #persilakan #kampus #kelola #dapur #bisa #jadi #laboratorium #praktik #mahasiswa

KOMENTAR