Serempaknya Isu Pocong di Banyak Daerah, Cari Sensasi Belaka?
Ilustrasi hantu.(PIXABAY.COM)
13:50
4 Juni 2026

Serempaknya Isu Pocong di Banyak Daerah, Cari Sensasi Belaka?

- Maraknya video teror pocong yang viral di banyak daerah muncul dalam waktu hampir bersamaan.

Fenomena ini dinilai tidak bisa dilepaskan dari budaya populer dan perubahan pola hiburan masyarakat di era digital, mengingat kebanyakan isu pocong itu menjalar lewat gawai masing-masing warga.

Guru Besar Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Bagong Suyanto, menilai video-video tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari produk budaya populer global yang dikemas untuk mengejar perhatian publik di media sosial.

“Bukan hal yang serius. Ini adalah konten yang dibuat sekadar mencari sensasi, hiburan dan jumlah viewer,” kata Bagong kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Teror Pocong Merebak di Sejumlah Daerah, dari Konten Iseng hingga Rekayasa AI

Menurut Bagong, kemunculan konten semacam itu juga berkaitan dengan kegemaran masyarakat terhadap genre horor yang selama ini memiliki pasar besar di Indonesia. Kecenderungan tersebut turut memengaruhi cara masyarakat mencari kesenangan atau pleasure.

“Masyarakat kita senang film horor. Jadi aktivitas pleasure sudah berubah. Orang sekarang senang dengan film Pengabdi Setan dan sebagainya,” ujarnya.

Baca juga: Beredar Dugaan Teror Pocong di Surabaya, Polisi Duga Orang Iseng demi Konten

Karena itu, Bagong menilai tujuan utama pembuatan konten teror pocong bukanlah untuk menyebarkan ancaman yang serius, melainkan lebih sebagai sarana hiburan dan upaya menarik perhatian sebanyak mungkin pengguna media sosial.

“Apa tujuannya? Sekali lagi hanya untuk hiburan,” kata Bagong.

Guru Besar Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Bagong SuyantoDok. Humas Unair Guru Besar Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Bagong Suyanto

Belakangan, kemunculan sosok pocong yang dikaitkan dengan aksi teror belakangan menghebohkan sejumlah daerah di Indonesia.

Mulai dari Surabaya, Palembang, Kutai Barat, hingga Bangkalan, berbagai foto dan video yang beredar di media sosial memicu ketakutan sekaligus spekulasi di tengah masyarakat.

Namun, hasil penelusuran aparat kepolisian menunjukkan bahwa sebagian besar fenomena tersebut tidak pernah benar-benar terjadi.

Ada yang hanya dibuat demi konten media sosial, ada pula yang ternyata merupakan hasil rekayasa menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Konten Pocong Bersenjata di Surabaya

Kabar kemunculan pocong bersenjata beredar di kawasan Penjara Kalisosok, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Dalam foto yang tersebar, tampak sosok menyerupai pocong berbalut kain putih berdiri di tikungan jalan sambil membawa benda yang menyerupai senjata tajam.

Kapolsek Bubutan Kompol Sandi Putra mengatakan pihaknya telah melakukan patroli untuk memastikan informasi tersebut.

“Ternyata pocong bersenjata seperti yang beredar itu tidak ada. Indikasinya orang iseng untuk konten (media sosial) saja,” kata Sandi ketika dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: INFOGRAFIK: Hoaks Pocong Begal Mencuri Kambing, Foto Merupakan Rekayasa AI

Rekayasa AI di Palembang

Fenomena serupa juga terjadi di Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan.

Foto penampakan pocong di samping sebuah rumah yang diunggah akun Instagram @palembang.eksis sempat memunculkan berbagai spekulasi.

Bahkan, muncul dugaan bahwa sosok tersebut merupakan pelaku kejahatan yang menyamar sebagai pocong untuk melakukan aksi perampokan.

Kapolsek Gandus AKP I Made Budi Harta mengatakan polisi kemudian mengamankan seorang pemuda bernama Febrianto alias Ebi (23) yang diduga menyebarkan foto tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi, yang bersangkutan mengakui bahwa foto pocong yang beredar di media sosial merupakan hasil editan menggunakan teknologi AI,” kata Made, Senin (1/6/2026).

Menurut Made, foto tersebut sempat membuat masyarakat resah.

Baca juga: Heboh Isu Pocong Begal di Kutai Barat, Polisi: Kabar Burung Tak Berdasar

Melalui video klarifikasi yang diunggah akun Instagram @palembang.update, Ebi juga meminta maaf.

“Terkait viralnya foto yang viral di media sosial di Gandus itu, itu fix editan dari AI. Saya pribadi meminta maaf atas keresahan masyarakat. Sekali lagi itu kesalahan dari saya pribadi. Itu tidak sengaja. Sekali lagi saya minta maaf,” ujar Ebi.

Isu “Pocong Begal” di Kutai Barat

Kabar mengenai “pocong begal” juga beredar di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Informasi yang menyebar sejak Selasa (2/6/2026) dini hari itu menyebut adanya pelaku begal yang menyamar sebagai pocong untuk mengelabui pengendara di kawasan Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Melak.

Kasi Humas Polres Kutai Barat IPTU Sukoco mengatakan informasi tersebut pertama kali diterima melalui layanan 110 dari seorang warga.

Namun, setelah dilakukan penelusuran, polisi tidak menemukan fakta yang mendukung isu tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Barat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Jangan langsung membagikan (share) informasi yang belum terverifikasi karena dampak digitalnya dapat memicu kepanikan massal di tengah masyarakat,” ujar IPTU Sukoco, Rabu (3/6/2026).

Prank Pocong Bercelurit di Bangkalan

Di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, polisi membina tujuh pemuda yang membuat video prank pocong membawa celurit.

Menurut Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama, ide tersebut muncul ketika para pelaku sedang berkumpul.

“Ide prank itu pertama muncul dari ZH yang saat itu sedang nongkrong bersama teman-temannya,” kata Agung, Senin (1/6/2026).

Mereka sengaja memilih rumah orangtua salah satu pelaku yang sedang berada di Malaysia karena dilengkapi kamera CCTV sehingga rekaman terlihat lebih alami.

“Lalu setelah video itu dibuat, KN meminta rekaman video CCTV itu ke orangtuanya,” ujar Agung.

Baca juga: Heboh Teror Pocong, Pemuda di Palembang Minta Maaf, Sebut Editan AI

Video tersebut awalnya disebarkan ke grup percakapan desa sebelum akhirnya meluas ke berbagai platform media sosial dan menimbulkan keresahan masyarakat.

Polisi kemudian mengumpulkan ketujuh pemuda itu di Balai Desa Mrandung untuk dimintai klarifikasi dan diberikan pembinaan.

“Tadi siang dikumpulkan kembali di Balai Desa Mrandung untuk dilakukan klarifikasi dan pembinaan oleh Polsek Klampis. Barang bukti berupa kain putih dan celurit telah kami amankan di Polsek Klampis,” tuturnya.

Salah satu pelaku, SF, juga meminta maaf kepada masyarakat.

“Saya mohon maaf kepada warga sekitar terutama kepada Kepala Desa Mrandung serta masyarakat Kabupaten Bangkalan. Video itu kami buat hanya untuk konten dan tidak pernah ada teror pocong di sini,” ujarnya.

Tag:  #serempaknya #pocong #banyak #daerah #cari #sensasi #belaka

KOMENTAR