Puncak Kemarau Juli 2026: Sebagian Sumatera hingga Sulbar Bagian Utara
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada Juli 2026.
Sejumlah wilayah tersebut meliputi sebagian Sumatera, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) bagian selatan.
"Wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli 2026 meliputi sebagian Sumatera, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian Tengah, dan Papua bagian timur," papar Faisal dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BMKG, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Waspada Musim Kemarau Panjang 2026, Apa yang Perlu Dipersiapkan?
Puncak kemarau pada Juli mencakup 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen luas daratan Indonesia.
Puncak Kemarau pada Agustus-September 2026
Pada Agustus 2026, puncak kemarau akan berlangsung di 369 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia.
Puncak musim kemarau diperkirakan melanda wilayah Sumatera bagian tengah, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, serta sebagian besar Pulau Papua.
Sementara pada September 2026, puncak musim kemarau diprediksi terjadi di 169 ZOM atau 25,41 persen wilayah daratan nasional.
Baca juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang
Puncak musim kemarau diprediksi terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatera Selatan, Lampung, sebagian kecil Pulau Jawa, sebagian besar NTT, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian besar Maluku Utara, sebagian wilayah Maluku, serta kawasan Pegunungan Tengah Papua.
Selain itu, sejumlah wilayah diperkirakan mengalami musim kemarau lebih awal dibandingkan periode normal. Daerah yang diprediksi memasuki musim kemarau lebih cepat antara lain DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, sebagian Banten, sebagian Jawa Tengah, sebagian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sebagian kecil Jawa Timur, dan sebagian besar Bali.
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di sebagian besar NTB dan NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, sebagian Kepulauan Riau, sebagian besar Jambi, sebagian besar Sumatera Selatan, sebagian kecil Bengkulu, sebagian besar Kepulauan Bangka Belitung, serta wilayah utara Lampung.
Baca juga: BMKG Prediksi Puncak Kemarau pada Juli-September 2026, di Daerah Mana Saja?
Ilustrasi musim kemarau 2026. Kapan puncak musim kemarau 2026?
Musim Kemarau Diprediksi Lebih Panjang
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan, musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih kering dan memiliki durasi yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
"Durasi musim kemarau tahun 2026 ini kita prediksi lebih panjang. Kondisi ini memerlukan penyesuaian ekstra mengingat adanya peluang El Nino," kata Ardhasena.
Menurut Ardhasena, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini oleh seluruh elemen masyarakat.
Baca juga: BMKG Waspadai Karhutla di 6 Provinsi Saat El Nino dan Kemarau 2026
Langkah antisipasi diperlukan untuk menjaga ketersediaan air, melindungi kesehatan masyarakat, serta memastikan berbagai sektor yang berpotensi terdampak tetap dapat beroperasi dengan baik selama periode kemarau.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan sektor sumber daya air dalam menghadapi potensi kemarau panjang.
Upaya yang dapat dilakukan antara lain revitalisasi waduk, perbaikan jaringan distribusi air, serta memastikan pasokan air tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Tag: #puncak #kemarau #juli #2026 #sebagian #sumatera #hingga #sulbar #bagian #utara