6.877 SPPG Bengkak Akan Ditutup? Mensesneg: Pasti Arahnya ke Sana tapi…
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat ditemui usai rapat Peningkatan Kualitas Layanan MBG dan SPPG Terpencil, di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (11/6/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
20:06
11 Juni 2026

6.877 SPPG Bengkak Akan Ditutup? Mensesneg: Pasti Arahnya ke Sana tapi…

- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan adanya potensi penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang membengkak sebanyak 6.887 titik.

"Pasti arahnya ke sana dong (penutupan), tetapi kan kita belum bisa hari ini mengatakan ditutup atau tidak, namanya sedang ditata kan dilihat ya, diinventarisir kondisinya seperti apa," ucap Prasetyo usai rapat Peningkatan Kualitas Layanan MBG dan SPPG Terpencil, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Menko Pangan: Jumlah SPPG Membengkak 6.877 Titik

Pemerintah tidak langsung serta merta memutuskan hubungan dengan SPPG, tetapi akan mengecek terlebih dahulu setiap dapur MBG yang tidak menjalankan standar operasional prosedur (SOP).

Ia menyebut, perbaikan tata kelola juga termasuk pengecekan SPPG yang tidak sesuai dengan SOP atau adanya kelebihan dapur MBG di daerah.

"Jadi kita juga tidak bisa langsung mengambil kesimpulan hanya mengacu kepada angka-angka kan tidak, kondisinya masing-masing tentu kan kita lihat berbeda-beda," ujarnya.

Baca juga: Zulhas: Jumlah SPPG Membengkak, Pemborosan Rp 1 Triliun per Bulan

Meski adanya perbaikan selama satu bulan, Prasetyo meminta Badan Gizi Nasional (BGN) tetap memberikan layanan terbaik sembari membenahi standar dapur MBG.

"Di situ pun juga catatan-catatan perbaikan itu terus tetap harus dilakukan. Yang sudah baik pun juga harus ada pengawasan supaya kualitasnya bisa terjaga," ucapnya.

Ia menuturkan, perbaikan tata kelola program MBG ditargetkan akan rampung dalam waktu satu bulan.

MBG di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) kini menjadi prioritas BGN di bawah kepimpimpinan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN.

"Kita segera prioritaskan juga di daerah yang 3T untuk bisa secepatnya saudara-saudara kita mendapatkan manfaat dari program makan bergizi gratis ini," tutur Prasetyo.


Selain itu, peningkatan MBG juga akan difokuskan kepada penerima kelompok rentan (3B) yakni Bumil (ibu hamil), Busui (ibu menyusui), dan Balita (bawah 5 tahun) non-PAUD.

"Untuk Ibu hamil, kemudian ibu yang menyusui, dan balita di bawah lima tahun. Jadi mohon dukungannya, mohon bersabar untuk kita kerja keras kita tata ulang semua," ucapnya.

SPPG bengkak 6.887 titik

Jumlah SPPG atau dapur MBG membengkak sebanyak 6.877 titik lebih banyak dari target yang direncanakan yakni 21.000 titik.

"Terjadi jual beli titik ya, yang seharusnya rencana awal titik itu 21.000 tapi sekarang sudah ada 27.000, eh 27.877 ribu titik. Nah, ada membengkak 6.877 titik. Laporan Ibu Nanik tadi barusan," kata Menko Pangan, Zulkifli Hasan, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, tadi.

Zulkifli mengatakan pemborosan anggaran dari membengkaknya jumlah SPPG mencapai Rp 1 triliun per bulan.

"Berarti kalau satu tahun berapa itu, Rp 12 triliun. Nah ini, maka perlu penataan untuk ditata agar bisa diperbaiki dan diselesaikan," kata Zulkifli

Tag:  #6877 #sppg #bengkak #akan #ditutup #mensesneg #pasti #arahnya #sana #tapi

KOMENTAR