Komposisi Pelatih Timnas Indonesia Disebut Sarat Pengalaman dan Energi Baru
Jelang laga FIFA Series 2026 pemain timnas Indonesia sedang memperhatikan tim pelatih saat latihan bersama di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Selasa (24/3/2026) sore.(Dokumentasi Timnas Indonesia)
05:29
26 Maret 2026

Komposisi Pelatih Timnas Indonesia Disebut Sarat Pengalaman dan Energi Baru

- Setelah merilis daftar pemain untuk menghadapi FIFA Series 2026, perhatian publik kini beralih pada satu elemen penting yang tidak kalah krusial yaitu tim kepelatihan di era John Herdman

Bukan sekadar pemain yang turun ke lapangan, tetapi tentang siapa yang merancang strategi, membentuk identitas permainan, hingga mengatur detail-detail kecil yang sering tidak terlihat namun menentukan.

Komposisi yang diumumkan menghadirkan perpaduan unik menggabungkan pengalaman internasional, pemahaman lokal, hingga energi dari generasi muda.

Baca juga: Cerita Asisten Pelatih Persik Vitor Tinoco Bantu Rival Timnas Indonesia di FIFA Series

Pengamat sepak bola nasional Rizal Pahlevi menilai, tim kepelatihan merupakan fondasi penting.

Kali ini, tim kepelatihan disebut memiliki nilai strategis tidak biasa dan menghadirkan keseimbangan yang jarang terlihat sebelumnya.

“Terkait nama-nama kepelatihan timnas senior saya rasa ini sangat menarik. Karena rentetan nama tersebut memiliki banyak pengalaman sekaligus mempromosikan beberapa nama yang potensial juga,” tuturnya kepada Kompas.com.

"Jadi ini adalah komposisi yang menarik menurut saya."

Menurutnya, langkah ini mencerminkan arah baru timnas yang tidak hanya berorientasi pada hasil instan, tetapi juga membangun sistem jangka panjang yang berkelanjutan.

Peran Vital Sosok Lokal dan Pekerjaan Rumah di Lini Depan

Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah Nova Arianto.

Kehadirannya dinilai penting yang memahami kultur sepak bola Indonesia dalam menjembatani filosofi pelatih dengan pemain.

“Sosok pelatih yang tahu persis perkembangan sepak bola kelompok umur Indonesia dan saya rasa dia orang yang tepat untuk membantu John Herdman ke depannya,” kata Rizal Pahlevi.

Baca juga: Timnas Indonesia Hanya Daftarkan 23 Pemain di FIFA Series 2026

Pengalaman mantan asisten pelatih Shin Tae-yong itu di level usia muda memberi nilai tambah tersendiri.

Ia dianggap memahami proses pembentukan pemain dari dasar, yang menjadi kunci dalam membangun tim solid.

Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada Elliot Dickman yang diberi tanggung jawab memperbaiki lini serang.

Sektor ini memang menjadi pekerjaan rumah yang penting dan belum sepenuhnya terjawab.

“Bisa mempertajam lini depan kita karena jujur ini merupakan posisi yang harus ditingkatkan,” imbuhnya.

Sebab minimnya menit bermain sejumlah penyerang di level klub menjadi tantangan nyata yang berdampak langsung pada performa timnas Indonesia.

“Terutama sang bomber Ole Romeny yang memang selalu tampil baik ketika bersama timnas Indonesia. Tapi memang dalam 16 laga terakhir bersama klub dia belum bisa berkontribusi mencetak gol," ujar pengamat asal Jakarta itu

"Ini adalah tantangan sendiri bagi staf kepelatihan khususnya dari segi penyerang," sambungnya.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memimpin latihan  jelang laga FIFA Series 2026 di Stadion Madya, Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (24/3/2026). Latihan tersebut sebagai persiapan menjelang pertandingan melawan Timnas ST Kitts and Nevis pada FIFA Series 2026 yang berlangsung Jumat (27/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memimpin latihan jelang laga FIFA Series 2026 di Stadion Madya, Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (24/3/2026). Latihan tersebut sebagai persiapan menjelang pertandingan melawan Timnas ST Kitts and Nevis pada FIFA Series 2026 yang berlangsung Jumat (27/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.

Sentuhan Generasi Muda dan Arah Sepak Bola Modern

Selain pengalaman, Rizal Pahlevi juga melihat warna baru juga hadir melalui sosok muda seperti Dzikry Lazuardi.

Meski belum terlalu dikenal luas, perannya sebagai analis performa dinilai sangat relevan dengan perkembangan sepak bola modern.

“Meski masih muda, pengalaman sebagai analis di klub-klub Liga Indonesia membuatnya layak mendapat kesempatan ini,” kata pengamat asal Jakarta itu.

Apalagi saat ini meningkatnya minat terhadap analisis taktik di kalangan komunitas sepak bola nasional, yang menandakan perubahan cara pandang dalam membangun tim.

"Sudah beberapa kali dilakukan Dzikry sebagai pembicaranya dan kita lihat kinerjanya bersama Persija dalam dua tahun terakhir pun mampu menetaskan beberapa pemain muda yang begitu baik untuk bisa diintegrasikan kepada skuad utamanya."

"Selain itu membuat Persija bersaing begitu baik dan menurut saya ini adalah kesempatan yang tidak bisa dilepaskan begitu saja, semoga bisa menemukan koneksi terbaik dia dan John Herdman," imbuhnya

Baca juga: Pengamat Peringatkan Timnas Indonesia: Jangan Pandang Enteng St Kitts & Nevis

Kini secara keseluruhan, ia melihat komposisi tim kepelatihan timnas Indonesia ini sebagai perpaduan sehat antara pengalaman, inovasi, dan regenerasi.

“Tim kepelatihan ini merupakan nama-nama yang apabila masyarakat menangkapnya sebagai tim kepelatihan yang positive vibes saya tidak bisa menyalahkan karena ini komposisi menarik dan berpengalaman,” ujar Rizal Pahlevi.

Dukungan publik menjadi faktor penting agar proses ini berjalan maksimal, karena banyak dari staf ini merupakan wajah baru yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

“Apabila kita mau sabar dan ingin melihat proses bersama-sama ke depannya ini adalah komposisi kepelatihan yang sangat menarik.”

"Saya harap tidak ada gangguan yang mereka dapatkan dalam beberapa waktu kedepan dan fokus menatap turnamen-turnamen yang akan diikuti timnas Indonesia,"pungkasnya.

Tag:  #komposisi #pelatih #timnas #indonesia #disebut #sarat #pengalaman #energi #baru

KOMENTAR