Kata Herdman Indonesia Bisa Jadi Salah Satu Tim Paling Adaptif di Asia
Para pemain Timnas Indonesia berpose sebelum bergulirnya laga Timnas Indonesia vs Bulgaria di ajang final FIFA Series 2026 Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (30/3/2026).(KOMPAS.com/Antonius Aditya Mahendra)
00:16
31 Maret 2026

Kata Herdman Indonesia Bisa Jadi Salah Satu Tim Paling Adaptif di Asia

KOMPAS.com - John Herdman menyebut Timnas Indonesia bisa jadi tim paling adaptif di Asia. Ia mengatakan itu usai Skuad Garuda kalah tipis 0-1 dari Bulgaria  di FIFA Series 2026.

Timnas Indonesia harus puas menjadi runner up FIFA Series 2026 usai takluk 0-1 dari Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Gol penalti Marin Petkov (37’) memastikan hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria dalam final FIFA Series 2026 berkesudahan 0-1.

“Saya akan meninjau pertandingan ini selama dua pekan ke depan,” ucap pelatih Timnas Indonesia, John Herdman dalam konferensi pers usai laga yang turut dihadiri KOMPAS.com.

“Pada saat ini saya emosional, saya sangat ingin memenangkan pertandingan. Kami ingin membuat sejarah,” kata Herdman menambahkan.

Secara permainan, Timnas Indonesia mampu memberikan perlawanan kepada Bulgaria yang per Januari silam bertengger di peringkat 87 FIFA. Bahkan, Timnas Indonesia lebih sering menguasai bola.

Setelah ketinggalan 0-1, Timnas Indonesia juga menampilkan reaksi bagus di babak kedua.

Namun, keunggulan Bulgaria tetap utuh lantaran dua kans emas Timnas Indonesia, masing-masing melalui Ole Romeny dan Rizky Ridho hanya menghantam tiang gawang.

“Saya selalu bilang jangan terlalu banyak berkata-kata ketika sedang emosional,” ujar Herdman, pelatih kelahiran Consett, Inggris.

Herdman belum mau terlalu banyak memberikan evaluasi kepada timnya. Satu hal yang pasti, pria 50 tahun itu melihat potensi besar di skuad asuhannya.

Herdman melihat pasukannya punya fleksibilitas dan kemampuan apik dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan taktik.

“Saya selalu melihat apa yang bisa kami banggakan dan apa yang bisa kami kembangkan,” kata John Herdman.

“Ketika Anda bisa berganti dari dua sistem defensif dalam dua hari. Saya pikir kami bisa membangun dari sini,” ujar pelatih 50 tahun tersebut.

Ya, dalam dua laga FIFA Series 2026, Herdman menampilkan komposisi lini belakang yang berlainan.

Pada laga pertama melawan Sain Kitts and Nevis yang dimenangi Timnas Indonesia dengan skor 4-0, Herdman mendaulay trio Rizky Ridho, Jay Idzes, da Elkan Baggott untuk membentengi Maarten Paes di posisi penjaga gawang.

Mereka dibantu oleh Kevin Diks serta Dony Tri Pamungkas yang menyisir sisi terluar pertahanan.

Komposisi itu sedikit berubah ketika melawan Bulgaria. Emil Audero ganti berdiri di bawah mistar dengan Ridho, Idzes, dan Justin Hubner berada di depannya.

Kevin Diks masih dipercaya sebagai bek sayap kanan dalam skema 3-4-3. Cuma ketika melawan Bulgaria, sektor bek sayap kiri dihuni oleh Nathan Tjoe-A-On.

“Saya pikir kami bisa menjadi salah satu tim yang paling adaptif di AFC (Asia),” tutur Herdman dalam konferensi pers.

Calvin Verdonk jadi sosok paling pas untuk menggambarkan fleksibilitas pemain di era John Herdman. Dalam laga melawan Bulgaria, Verdonk yang aslinya seorang bek sayap kiri, dipercaya kembali mentas di pos gelandang jangkar, berkolaborasi bersama Joey Pelupessy.

Ketika Ivar Jenner masuk pada babak kedua menggantikan Ramadhan Sananta, Verdonk malah bergeser ke depan, mengisi pos penyerang sayap kanan. Ia kemudian balik lagi jadi gelandang begitu Beckham Putra masuk menggantikan Joey Pelupessy. 

“Saya rasa itu akan menjadi salah satu kekuatan utama kami ketika menghadapi tim top,” tutur Herdman soal adaptasi taktik Timnas Indonesia.

Tag:  #kata #herdman #indonesia #bisa #jadi #salah #satu #paling #adaptif #asia

KOMENTAR