Paolo Di Canio dan Fabio Capello Kritik Habis Rafael Leao
Aksi Rafael Leao dalam laga pekan ke-32 Liga Italia 2025-2026 AC Milan vs Udinese di Stadion San Siro, 11 April 2026.(AFP/MARCO BERTORELLO)
09:52
14 April 2026

Paolo Di Canio dan Fabio Capello Kritik Habis Rafael Leao

Hasil minor yang diraih AC Milan saat menjamu Udinese di San Siro pada akhir pekan lalu menyisakan sorotan tajam bagi salah satu pilar mereka, Rafael Leao.

Di tengah hiruk-pikuk kompetisi kasta tertinggi Eropa seperti Liga Inggris 2025-2026 yang berlangsung ketat, perhatian pencinta sepak bola di kancah Serie A justru tertuju pada performa merosot penyerang asal Portugal tersebut dalam kekalahan telak 0-3.

Kritik pedas mengalir deras kepada Rafael Leao, yang dinilai tidak memberikan kontribusi maksimal saat timnya berada dalam situasi sulit.

Meski seluruh punggawa I Rossoneri tampil di bawah standar, sorotan lebih banyak diarahkan kepada Leao, bahkan ia sempat mendapatkan cemoohan dari para suporter di stadion saat ditarik keluar lapangan.

Legenda sepak bola Italia, Paolo Di Canio dan Fabio Capello, secara terang-terangan mengungkapkan kekecewaan mereka atas penurunan performa pemain bernomor punggung 10 itu.

Baca juga: Momen Rafael Leao Sempat Tinggalkan Lapangan, Berujung Disoraki Penonton

Mantan penyerang Paolo Di Canio menyoroti adanya pergeseran prioritas dalam diri sang pemain sejak membawa Milan meraih gelar juara liga beberapa tahun lalu.

Ia melihat Leao kehilangan "rasa lapar" yang seharusnya dimiliki oleh pemain kelas dunia.

"Apa yang bisa saya bilang soal Leao? Dia seorang pemain yang bisa membantu tim tetapi tidak melakukannya," ujar Paolo Di Canio kepada Sky Sport.

"Setelah meraih scudetto 2022, Leao seperti menginjak rem. Dia fokus pada hal-hal lain. Hal itu tidak menjadi masalah karena kehidupan pribadi adalah urusan dia."

"Tetapi, jika dia tidak memberikan energi yang sama ke sepak bola dibandingkan merekam lagu atau tampil di pertunjukan fesyen, anak ini tidak lagi memiliki rasa lapar untuk berkembang," lanjutnya.

Kehilangan Kecepatan dan Intensitas

Setali tiga uang dengan Di Canio, pelatih kawakan Fabio Capello juga mengkritik hilangnya keunggulan utama Leao, yakni kecepatan dalam duel satu lawan satu.

Baca juga: Rafael Leao Friksi dengan AC Milan, Barcelona Mendekat

Capello menilai Leao kini sulit menjadi solusi bagi tim, baik sebagai penyerang tengah maupun saat dikembalikan ke posisi favoritnya di sayap kiri.

Reaksi kecewa Rafael Leao kala ditarik keluar dalam laga pekan ke-29 Liga Italia 2025-2026 Lazio vs AC Milan di Stadion Olimpico, 15 Maret 2026.AFP/ALBERTO PIZZOLI Reaksi kecewa Rafael Leao kala ditarik keluar dalam laga pekan ke-29 Liga Italia 2025-2026 Lazio vs AC Milan di Stadion Olimpico, 15 Maret 2026.

"Saya juga mendengar ejekan kepada Leao. Saya setuju dengan komentar Rabiot bahwa suporter tidak seharusnya mengejek dia. Sebaliknya, Leao harus dibantu," kata Capello.

"Tetapi, Leao juga harus membantu dirinya sendiri. Saya sudah bilang berkali-kali bahwa saya tidak yakin pada Leao sebagai penyerang tengah."

"Namun terlepas dari posisi yang dimainkan, saya melihat dia tidak lagi mempunyai kecepatan yang dulu pernah dimilikinya," tambahnya.

"Ketika dia dipindah ke sayap kiri di babak kedua melawan Udinese, posisi favoritnya, dia hampir tidak pernah sukses melakukan duel satu-lawan-satu."

Perbandingan dengan Era Massimiliano Allegri

Fabio Capello kemudian membandingkan kondisi pertahanan Milan saat ini dengan era kepelatihan Massimiliano Allegri.

Menurutnya, Milan yang sekarang terlalu mudah ditembus oleh serangan balik lawan karena kurangnya intensitas dan soliditas pertahanan.

Ia menilai Udinese mampu tampil jauh lebih berenergi dan cepat dibandingkan tuan rumah.

Baca juga: Kritik Menohok Shevchenko untuk Rafael Leao

"Mengapa AC Milan-nya Allegri sebelum ini tidak pernah kalah dengan selisih 3 gol? Karena mereka selalu solid dalam hal pertahanan," tegas Fabio Capello.

"Pada Sabtu lalu, mereka membiarkan Udinese melakukan serangan balik yang tak terhitung. Apakah ini soal perubahan formasi dari 3-5-2 ke 4-3-3? Formasi bukan masalahnya."

"Masalahnya adalah kecepatan permainan. Udinese bermain 1,5 kali lebih cepat daripada Milan. Udinese memenangi semua tekel, menyerang, dan melakukan serangan balik dengan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada Rossoneri."

"Jadi Anda bisa mencoba semua formasi yang Anda inginkan tetapi Anda akan tetap kalah."

Sebagai penutup, Capello memberikan pernyataan telak mengenai peran sang pemain dalam kekalahan tersebut.

Menurutnya, Rafael Leao seolah mencerminkan masalah utama yang tengah dihadapi klub saat ini.

"Rafael Leao menjadi simbol dari tim Milan yang kekurangan kecepatan ini," tutup 

Tag:  #paolo #canio #fabio #capello #kritik #habis #rafael #leao

KOMENTAR