Timnas U17 Indonesia Vs China: Potensi Garuda Muda Beri Kejutan
Pemain timnas u17 Indonesia, Peres Awkila Tjoe dijaga ketat pemain Vietnam saat laga ketiga babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
17:58
5 Mei 2026

Timnas U17 Indonesia Vs China: Potensi Garuda Muda Beri Kejutan

- Timnas U17 Indonesia akan mengawali kiprah di Piala Asia U17 2026 dengan bersua China. Pengamat menyebut Indonesia bisa mengejutkan jika bisa bermain aman.

Duel Timnas U17 Indonesia vs China akan digelar di Lapangan A King Abdullah Sports City, Training, Arab Saudi, Selasa (5/5/2026) pukul 23.30 WIB.

Capaian apik pada edisi sebelumnya, membuat langkah Timnas U17 Indonesia kini diiringi ekspektasi tinggi.

Pengamat sepak bola nasional, Rizal Pahlevi, menilai perjalanan tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto akan menghadirkan dinamika yang jauh berbeda dibanding edisi sebelumnya.

Baca juga: Timnas U17 Indonesia Vs China: Langkah Pertama yang Menentukan

“Tahun lalu di mana langkah Indonesia bisa dikatakan cukup mulus untuk melaju ke babak selanjutnya."

"Tapi tampaknya saat ini dengan komposisi yang berbeda dan berdasarkan performa timnas U17 di 2026 ini, memang harus diakui cukup sulit untuk mereplikasi performa tersebut."

"Terlebih alumnus Piala Dunia U17 2025 sudah silih berganti tersisa beberapa nama," ujar pengamat yang biasa disapa Rizal itu kepada KOMPAS.com.

Saat ini, Timnas U17 Indonesia mayoritas dihuni nama-nama baru. Adaptasi, chemistry, dan faktor pengalaman menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan.

Apalagi, perjalanan tim menuju Piala Asia U17 2026 tidak sepenuhnya mulus. Dalam sepasang laga uji coba melawan China Februari silam, pasukan Kurniawan Dwi Yulianto selalu kalah.

Baca juga: Jalan Terjal Garuda Muda di Piala Asia U17 2026

“Tapi saya rasa belakangan tim memulai agenda di 2026 dengan catatan buruk bagaimana kita menelan kekalahan dari Timnas U17 China yang akan menjadi lawan Indonesia di laga pertama babak penyisihan Piala Asia ini," kata Rizal Pahlevi.

"Tim kalah telak 0-5 tapi setelah itu memberi respons yang baik dan kalah tipis 2-3. Lalu kita ada kekalahan telak dengan skor 0-7 dengan Korea selatan dan setelah itu kita bisa memberikan respons ketika berhadapan lawan berbeda dengan hasil yang lebih baik ketimbang hasil sebelumnya,” ujarnya.

Perbaikan Terlihat di Lini Pertahanan

Di tengah perjalanan yang tidak selalu mulus, Timnas U17 Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang patut diapresiasi.

Pemain timnas u17 Indonesia Fariq Rizqi dan Chico Jericho Yarangga dijaga pemain Vietnam saat laga ketiga babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain timnas u17 Indonesia Fariq Rizqi dan Chico Jericho Yarangga dijaga pemain Vietnam saat laga ketiga babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam.

Salah satu aspek yang paling terlihat adalah peningkatan dalam organisasi permainan bertahan. 

“Sebenarnya skuad timnas kita memiliki potensi dalam merespons cukup baik. Termasuk di persiapan terakhir Piala Asia U17 berhadapan dengan Arab Saudi kalah tipis dengan skor 1-2," kata Rizal Pahlevi.

"Menurut saya sudah ada peningkatan dari segi pertahanan, di mana pertahanan tim di ajang ASEAN U17 Championship yang tidak bisa melaju lebih ke babak selanjutnya,” imbuhnya menyinggung kegagalan Timnas U17 Indonesia lolos dari fase grup ASEAN U17 Championship pada April silam.

Mathew Baker Jadi Energi Baru

Selain perbaikan sistem permainan, hadirnya wajah baru dalam skuad turut memberikan suntikan optimisme.

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Mathew Baker. Ia dinilai memiliki kapasitas untuk memberikan dampak nyata bagi tim.

Baca juga: Skuad Timnas U17 Indonesia di Piala Asia 2026, Ada 3 Pemain Diaspora

“Kita bisa melihat bagaimana tim bisa berkembang dan saya rasa dengan hadirnya Matthew baker bisa menjadi amunisi tambahan serta menambah moral dan kualitas tim di barisan pertahanan sekaligus bantuan untuk memberi serangan," ujar pengamat asal Jakarta itu.

Pemain tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari solusi yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan tim di dua fase permainan sekaligus bertahan dan menyerang.

Baker adalah salah satu pemain yang jadi bagian skuad Timnas U17 Indonesia di ajang Piala Asia U17 2025 dan Piala Dunia U17 2025 silam.

Pengalaman yang dimilikinya di level internasional menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki banyak pemain lain dalam skuad saat ini. 

“Jadi saya rasa bisa menjdi dua faktor penting dengan kehadiran Mathew bisa memberi perubahan, dia juga mencetak gol ketika uji coba melawan Arab Saudi melalui set piece juga ya. Ini adalah tambahan amunisi yang sangat baik,” sambungnya.

Pemain Timnas U16 Indonesia Mathew Baker saat laga semifinal Piala AFF U16 2024 melawan Australia yang berakhir dengan skor 3-5 di Stadion Manahan Solo, Senin (1/7/2024) malam.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain Timnas U16 Indonesia Mathew Baker saat laga semifinal Piala AFF U16 2024 melawan Australia yang berakhir dengan skor 3-5 di Stadion Manahan Solo, Senin (1/7/2024) malam.

Harapan Kejutan

Timnas U17 Indonesia berada di Grup B Piala Asia U17 2026 bersama tim-tim kuat seperti Jepang, Qatar, dan China

Pertandingan pertama melawan China akan krusial bagi perjalanan Timnas U17 Indonesia di Piala Asia tahun ini. Garuda Muda dituntut tampil disiplin.

“China yang dalam satu tahun terakhir baik performanya, subur dalam mencetak gol serta pertahanan yang solid saya rasa ini akan menjadi tantangan sendiri,” kata Rizal Pahlevi.

“Tapi apabila kita bermain aman, safety first dan mengandalkan skema serangan balik yang baik dan juga bisa memanfaatkan peluang dari set piece saya rasa bisa memberikan kejutan,” imbuhnya.

Baca juga: Resmi! Daftar 23 Pemain Timnas U17 Indonesia Untuk Piala Asia U17 2026

"Indonesia masih memiliki peluang untuk lolos tidak sebagai juara grup tapi ada peluang di runner up terbaik,” pungkas Rizal Pahlevi.

Tag:  #timnas #indonesia #china #potensi #garuda #muda #beri #kejutan

KOMENTAR