Komentar Direktur Eksekutif Wolverhampton Usai Wolves Terdegradasi dari Liga Premier
Gelandang Wolverhampton Wanderers Joao Gomes ditekan oleh striker Liverpool Mohamed Salah (kiri) dan Alexis Mac Allister pada laga Liga Inggris antara Wolverhampton Wanderers dan Liverpool di stadion Molineux di Wolverhampton, Inggris tengah pada 3 Maret 2026.(AFP/DARREN STAPLES)
10:22
21 April 2026

Komentar Direktur Eksekutif Wolverhampton Usai Wolves Terdegradasi dari Liga Premier

Wolverhampton Wanderers resmi terdegradasi dari Liga Premier usai delapan musim berkompetisi di kasta tertinggi Liga Inggris.

Kepastian itu terjadi usai duel Crystal Palace vs West Ham di Selhurst Park, Selasa (21/4/2026) dini hari WIB berakhir dengan skor imbang 0-0.

Meski menyisakan lima laga lagi, Wolves yang saat ini mengoleksi 17 poin mustahil untuk mengejar West Ham yang mendapat 33 poin.

Kekalahan 0-3 dari Leeds United pada akhir pekan lalu juga turut andil membawa tim asuhan Rob Edwards turun kasta ke EFL Championship musim depan.

Baca juga: Wolverhampton Dipastikan Degradasi dari Premier League

Sampai pekan ke-33, Wolves hanya memenangkan tiga pertandingan dan berada di dasar klsemen.

Mereka membutuhkan 20 pertandingan untuk mencatat kemenangan pertama mereka, saat mengalahkan West Ham pada Januari lalu di bawah arahan Rob Edwards, yang menggantikan Vitor Pereira pada bulan November.

Momen Sulit Bagi Publik Wolves

Direktur eksekutif sementara Wolverhampton, Nathan Shi, dengan berat hati menerima fakta terdegradasinya tim yang ia pimpin.

"Konfirmasi degradasi kami adalah momen sulit bagi semua orang yang terkait dengan Wolves," jelasnya dikutip dari Sky Sports.

Meski belum memberikan dampak besar, Nathan Shi mengatakan jika manajemen telah berusaha keras agar Wolves tidak terdegradasi musim ini.

Baca juga: Arteta: Pemain Arsenal Kini Lebih Pede Kejar Gelar Juara Liga Inggris

Penyerang Liverpool, Rio Ngumoha, beraksi pada laga putaran kelima Piala FA Inggris antara Wolverhampton Wanderers dan Liverpool di stadion Molineux di Wolverhampton, Inggris tengah pada 6 Maret 2026.AFP/DARREN STAPLES Penyerang Liverpool, Rio Ngumoha, beraksi pada laga putaran kelima Piala FA Inggris antara Wolverhampton Wanderers dan Liverpool di stadion Molineux di Wolverhampton, Inggris tengah pada 6 Maret 2026.

"Meskipun ini adalah hasil yang sangat mengecewakan, pekerjaan telah dilakukan sejak kedatangan saya pada bulan Desember untuk memastikan kami siap merespons dengan jelas dan penuh keyakinan," tandasnya.

Dengan sisa pertandingan, Wolves kini bertekad untuk keluar dari posisi dasar klasemen. 

"Kami memahami dengan jelas apa yang perlu diperbaiki, dan fokus kami sekarang adalah memperkuat klub, membangun momentum, dan menciptakan tim yang dapat dipercaya oleh para pendukung kami. Kami tahu apa yang dibutuhkan dan akan menghadapi bulan-bulan mendatang dengan penuh tujuan."

"Kami tahu musim ini telah menguji kesetiaan dan kesabaran Anda. Dukungan Anda, baik di kandang maupun tandang, tidak kami anggap remeh. Anda pantas mendapatkan yang lebih baik dan memberi Anda klub yang benar-benar dapat Anda banggakan adalah hal yang mendorong semua yang kami lakukan mulai saat ini," tutupnya.

Baca juga: Kalah dari City, Arteta Sebut Perburuan Gelar Liga Inggris Dimulai dari Awal Lagi

Kehilangan Skuad Terbaiknya

Wolverhampton menjadi kekuatan yang menjanjikan selama berkompetisi di Liga Premier. Sejumlah pemain besar lahir dari Molineux.

Namun, mereka disebut gagal dalam mencari pengganti pemain terbaiknya yang dilepas ke klub lain seperti Raul Jimenez, Diogo Jota, Ruben Neves, Matheus Cunha, dan Rayan Ait-Nouri.

Bahkan, tak satu pun dari pemain yang didatangkan pada musim panas 2024 menjadi pemain reguler, selain Rodrigo Gomes dan Sam Johnstone.

Baca juga: Ramai-ramai Mengolok Garnacho Usai Chelsea Keok di Tangan Man United

Beberapa pemain baru juga gagal menampilkan performa terbaiknya yang akhirnya dilepas ke klub lain di tengah kompetisi.

Mengutip dari BBC, sejumlah pendukung Wolves juga telah memprotes keputusan manajemen yang dianggap tidak mampu mengembalikan kondisi skuad.

"Kalian sudah menjual timnya, sekarang jual klubnya," teriak para penggemar di Molineux pada bulan Oktober.

Meski tidak bisa dijadikan alasan mutlak tentang kegagalan musim ini, kebijakan transfer menjadi pembelajaran berharga bagi Wolves di musim berikutnya.

Tag:  #komentar #direktur #eksekutif #wolverhampton #usai #wolves #terdegradasi #dari #liga #premier

KOMENTAR