Sorotan Pengamat Terkait Regenerasi Timnas dan Tanda Tanya Menggantung
- Keputusan John Herdman memanggil 23 pemain untuk pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia jelang ASEAN Championship 2026 tidak hanya menjadi langkah teknis tetapi juga memantik analisis dari pengamat sepak bola nasional Gita Suwondo.
Ia melihat ada arah besar yang sedang dibangun, namun di saat sama menyisakan sejumlah pertanyaan krusial.
Menurutnya, komposisi pemain yang didominasi talenta liga domestik, Super League 2025-2026, bisa dipahami sebagai bagian dari proses seleksi setelah kompetisi berakhir.
Bukan sekadar persiapan turnamen, melainkan tahap penyaringan awal untuk menentukan kerangka timnas Indonesia ke depan.
“Kalau melihat 22 pemain yang dipanggil itu apakah akan mereka saja. Dilihat dari keseluruhannya itu pemain yang bermain di liga lokal walaupun ada pemain-pemain diaspora seperti Shayne Pattynama, Thom Haye dll,” ujarnya kepada Kompas.com.
Baca juga: Panggil 23 Pemain ke TC Timnas Indonesia, John Herdman Tepati Janji
Di balik komposisi tersebut, ia menyoroti absennya beberapa pemain yang dinilai masih layak bersaing, seperti Ezra Walian dan Yakob Sayuri.
Sebab, ia melihat adanya jarak antara performa pemain di kompetisi dengan keputusan seleksi.
Dalam konteks timnas Indonesia, konsistensi di klub sering kali menjadi tolok ukur utama dan ketika itu tidak sejalan dengan pemanggilan, pertanyaan pun muncul.
“Cuma persoalannya adalah Ezra kenapa tidak dipanggil, dia masih pantas bukan hanya untuk FIFA Matchday apakah dia akan dipanggil nantinya melawan Oman. Kenapa Jens Raven, kenapa tidak Ezra, Yakob Sayuri kemana?," kata pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu.
"Ezra dan Yakob untuk FIFA Matchday ya oke-oke saja karena persiapannya untuk Piala Asia,” imbuhnya.
Antara Eksperimen dan Kebutuhan Hasil
Selain itu ia juga melihat kebijakan ini kemungkinan selaras dengan visi pelatih timnas Indonesia John Herdman yang ingin memberi panggung bagi pemain muda lokal.
Baca juga: Resmi! Daftar 23 Pemain Timnas U17 Indonesia Untuk Piala Asia U17 2026
Namun, ia mengingatkan bahwa eksperimen tidak bisa sepenuhnya mengabaikan kebutuhan hasil. Terlebih, Indonesia berada dalam situasi di mana target prestasi masih menjadi tuntutan besar.
“Balik-balik lagi kita tidak lolos Piala Dunia dan FIFA Matchday ini kan friendly match untuk meningkatkan kemampuan sebuah timnas dan mungkin juga untuk menjaga rangking kita di peringkat FIFA," ujar Gita Suwondo.
"Tapi apakah sepenting Piala AFF karena kita kan satu-satunya negara yang dianggap kuat di sepak bola ASEAN yang tidak memenangkan gelar juara turnamen ini,” sambungnya.
Baginya, Piala AFF bukan sekadar turnamen regional. Lebih dari itu, ajang ini menyimpan nilai psikologis yang besar bagi timnas Indonesia.
Pemain timnas Indonesia Dean James (tiga dari kiri) yang saat ini bermain di Liga Belanda, Eredivisie, Go Ahead Eagles.
“Sebab memenangkan piala AFF itu penting buat mental kita,” ucap mantan jurnalis olahraga itu.
Ia pun mencontohkan bagaimana negara-negara seperti Vietnam dan Thailand terus berkembang, bahkan mampu meraih prestasi di berbagai level usia hingga senior.
Sehingga situasi ini menempatkan Indonesia dalam posisi tertinggal secara mental, meski secara kualitas kerap dianggap setara.
Peluang yang Tak Boleh Terlewat
Dalam analisisnya, keberadaan pemain diaspora dan kombinasi pemain lokal sebenarnya menjadi peluang emas timnas Indonesia. Tetapi, peluang itu dinilai belum dimaksimalkan sepenuhnya.
“Sayang kalau tidak ada Yakob Sayuri dan Ezra Walian yang bagus sesuai kompetisi seperti hal nya Dony Tri, Eksel Runtukahu yang bagus di kompetisi,” kata Gita Suwondo.
Baca juga: Marc Klok Fokus untuk Persib Dulu Sebelum Gabung Timnas Indonesia
Ia juga melihat kemungkinan bahwa pemusatan latihan ini hanyalah tahap awal untuk menyaring pemain yang nantinya akan masuk skuad utama, terutama untuk agenda Piala AFF yang tak akan diperkuat pemain diaspora inti seperti Jay Idzes hingga Maarten Paes.
“Atau pilihan 22 pemain yang mengikuti TC ini adalah untuk menentukan yang akan masuk tim intinya yang terdiri dari pemain-pemain di Piala AFF kecuali pemain diaspora yang masih di Eropa dan rasanya tidak akan dilepas klub,” pungkasnya.
Tag: #sorotan #pengamat #terkait #regenerasi #timnas #tanda #tanya #menggantung