Bakal Jadi Pelatih Tertua Brasil, Carlo Ancelotti Tekankan Pentingnya Hubungan Personal
Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, secara terbuka membahas peta kekuatan skuad Selecao menjelang persiapan menghadapi Piala Dunia 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Carlo Ancelotti menepis anggapan yang menyebut dirinya sekadar juru taktik yang mengandalkan kedekatan emosional dengan pemain.
Carlo Ancelotti menganggap dirinya sebagai sosok yang menguasai seluruh dinamika strategi di lapangan.
Memasuki musim ke-30 dalam karier manajerialnya, Carlo Ancelotti kini menginjak usia 66 tahun dan bersiap menandatangani perpanjangan masa bakti bersama Selecao.
Komitmen panjang ini berpotensi menempatkannya sebagai juru taktik tertua yang pernah menakhodai tim nasional tersebut, di mana ia menegaskan belum memiliki rencana untuk pensiun dalam waktu dekat.
Baca juga: Ancelotti Bicara Peluang Neymar Masuk Skuad Brasil di Piala Dunia 2026
“Saya tidak bisa hidup tanpa sepak bola. Jika saya tidak lagi berada di lapangan, saya akan berada di sana sebagai penggemar yang menonton pertandingan.” katanya dikutip dari Football Italia, Kamis (14/5/2026).
“Bagi saya, menonton pertandingan di TV bukanlah pekerjaan. Itu adalah kesenangan. Saya sangat menyukai film. Bagi saya, sepak bola seperti kesenangan menonton film. Rasanya sama."
"Suatu hari nanti, ketika saya berhenti bekerja di bidang sepak bola, saya akan tetap menontonnya dengan cara yang sama, tanpa masalah apa pun," lanjutnya.
Penegasan Ancelotti
Saat diwawancarai oleh The Guardian mengenai aspek yang menempatkannya di kelas yang berbeda dibandingkan pelatih dunia lainnya, ia memberikan pandangannya.
“Saya benar-benar tidak tahu. Mungkin itu sikap saya, cara saya bersikap terhadap para pemain, rasa hormat yang saya tunjukkan kepada mereka sebagai manusia."
“Saya sangat menghargai membangun hubungan pribadi tersebut," tegas pelatih kelahiran Reggiolo pada 10 Juni 1959 itu.
Baca juga: Agenda Timnas Futsal Indonesia: Ladeni Brasil pada April 2027
Dirinya juga memaparkan kompleksitas tinggi yang harus dihadapi oleh seorang juru taktik di era sepak bola modern.
Para pemain Brasil merayakan gol Estevao saat Timnas Brasil meraih kemenangan 2-0 atas Senegal dalam laga uji coba di Stadion Emirates, London, Sabtu (15/11/2025).
“Pekerjaan seorang manajer sangat sulit karena Anda harus mengelola begitu banyak hal," ungkap Carlo Ancelotti melanjutkan.
"Ada hubungan dengan para pemain, dengan klub, dengan pers, dengan para penggemar. Ada begitu banyak aspek dari pekerjaan ini yang harus Anda kelola."
"Yang paling menantang dari semua itu adalah hubungan dengan orang-orang – dan itu juga yang paling penting.”
Lebih lanjut, ia menyanggah opini publik yang kerap melabelinya sekadar sebagai pengelola pemain ketimbang ahli strategi revolusioner.
"Saya tidak memenangkan gelar hanya karena hubungan saya dengan para pemain,” jelas Ancelotti.
“Hubungan yang saya miliki dengan para pemain sangat membantu karena memungkinkan saya untuk memaksimalkan potensi pemain. Terkadang bahkan lebih dari yang maksimal. Tapi itu hanya satu bagian dari permainan."
"Bagi saya tidak penting apakah orang mengatakan saya ahli taktik yang baik atau tidak. Yang bisa saya katakan adalah saya sangat memahami semua aspek permainan.”
Dalam pandangannya, industri si kulit bundar telah mengalami banyak pergeseran sejak ia pertama kali memulai debut profesionalnya sebagai pemain setengah abad yang lalu.
Baca juga: Timnas Brasil Rilis Skuad Sementara untuk Piala Dunia 2026, Ancelotti Beri Neymar Kesempatan
“Sepak bola terus berubah. Saya mencoba beradaptasi dengan apa yang terjadi. Sepak bola saat ini lebih analitis, jauh lebih intens, lebih fisik."
"Beberapa taktik, terutama taktik bertahan, tidak sepenting 10 tahun yang lalu. Generasi pelatih baru lebih fokus pada permainan menyerang daripada bertahan,” ujar Ancelotti.
Pemain Brasil, Neymar dan Dani Alves setelah laga perempat final Piala Dunia 2022 antara Kroasia vs Brasil di Stadion Education City pada 9 Desember 2022. Terkini, keluarga Neymar membantu Dani Alves yang dijatuhi hukuman 4,5 tahun penjara dan denda Rp 2,5 miliar.
Menakar Kondisi Fisik Neymar dan Thiago Silva
Fokus pembicaraan kemudian beralih pada kepastian pemanggilan dua figur senior, yakni Neymar dan Thiago Silva, yang belakangan ini gencat disuarakan oleh publik untuk kembali memperkuat Selecao.
Terkait sang penyerang bintang, faktor kebugaran akan menjadi tolok ukur utama dan paling mutlak.
“Pemanggilan Neymar sepenuhnya bergantung padanya. Itu bergantung pada apa yang ditunjukkan pemain di lapangan," terang Carlo Ancelotti.
"Itu kriteria yang sangat jelas dan bukan hanya untuk Neymar. Dengan sebagian besar pemain, Anda perlu menilai bakat dan kondisi fisik."
"Dengan Neymar, kita hanya perlu menilai kondisi fisiknya karena bakatnya tidak perlu diragukan lagi. Itu bergantung padanya, bukan pada saya," tambahnya.
Sementara itu, peluang juga terbuka lebar bagi bek veteran berusia 41 tahun, Thiago Silva, yang dilaporkan memperlihatkan performa impresif di kompetisi domestik.
“Thiago Silva masuk dalam radar, ya. Dia bermain sangat baik, dia memenangkan liga Portugal dan berada dalam kondisi fisik yang prima.”
Kehadiran sosok berpengalaman dinilai krusial demi menjaga stabilitas serta mentalitas ruang ganti tim nasional menuju target besar mereka.
“Pemimpin itu penting. Untungnya, skuad ini memiliki pemimpin yang sangat dihormati," terang pelatih berusia 66 tahun itu.
Baca juga: Demi Piala Dunia 2026, Estevao Balik ke Brasil Jalani Rehabilitasi
"Pemimpin yang tidak banyak bicara tetapi memberikan contoh yang baik, seperti Alisson, Casemiro, Marquinhos, dan Raphinha. Dalam hal itu, skuad ini berada di tangan yang tepat.”
Melalui kombinasi talenta muda berbakat serta pilar senior penuh pengalaman, Carlo Ancelotti optimistis mampu membawa pasukannya melangkah jauh demi menuntaskan ambisi besar publik sepak bola nasional mereka.
"Saya memiliki skuad yang sangat berbakat. Selain itu, motivasi negara ini untuk menang lagi setelah 24 tahun sangat besar. Saya yakin kita akan menjalani Piala Dunia yang hebat," pungkasnya.
Tag: #bakal #jadi #pelatih #tertua #brasil #carlo #ancelotti #tekankan #pentingnya #hubungan #personal