Kata-kata Maarten Paes Usai Tahan 2 Penalti dan Jadi Pahlawan Ajax
- Maarten Paes jadi pahlawan Ajax yang memastikan lolos ke Conference League 2026-2027. Kiper Timnas Indonesia itu menepis dua penalti.
Aksi heroik ditampilkan Maarten Paes dalam pertandingan Ajax vs Utrecht yang berlangsung di Stadion Kras, Volendam, Minggu (24/5/2026).
Duel Ajax vs Utrecht mempertaruhkan satu tiket kelolosan ke Conference League 2025-2026. Ajax melaju ke final playoff perebutan tiket ke kompetisi antarklub Eropa setelah sebelumnya menyingkirkan Groningen.
Tiket ke Conference League 2026-2026 tak diamankan Ajax dengan mudah. Skor Ajax vs Utrecht tetap 0-0 sampai 90 menit kelar.
Baca juga: Hasil Ajax Vs Utrecht 1-1 (4-3 ap), Maarten Paes Jadi Pahlawan Usai Tepis 2 Penalti
Perpanjangan waktu pun harus dilakukan. Ajax sempat unggul melalui Davy Klaassen (96').
Namun, balasan dari Gjivai Zechiel (106') membuat pertandingan final playoff ini harus dituntaskan dengan adu penalti.
Penjaga gawang timnas Indonesia Maarten Paes beraksi saat menjalani sesi pemanasan menjelang pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis pada laga FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Maarten Paes Gemilang dalam Adu Penalti
Babak adu penalti jadi momen Maarten Paes beraksi. Ia berhasil menggagalkan dua penembak penalti Utrecht, yakni Sebastian Haller dan Soffian El Karouani.
“Itu sore yang indah. Adu penalti selalu menyenangkan jika Anda bisa memenanginya dan untungnya saya bisa menepis dua penalti,” kata Paes dalam wawancara dengan ESPN.
Baca juga: Maarten Paes Cleansheet, Ajax Amsterdam Jaga Peluang Tampil di Kompetisi Eropa
Paes mengaku sudah tahu kebiasaan Haller ketika menembak dari titik putih. Eks penyerang Dortmund itu punya ciri khas untuk mengambil jeda sebelum menembak bola.
“Haller adalah eksekutor yang bagus. Saya mencoba mengatakan beberapa hal kepadanya. Saya tahu dia selalu melakukan semacam jeda, jadi jika Anda membuat gerakan tipuan, dia akan melihat ke bawah lalu menendang bola. Saya mencoba melakukan itu,” tutur Paes.
Paes mengenal Haller secara personal. Keduanya pernah sama-sama membela Utrecht pada kurun 2015-2017.
Paes paham bahwa Haller jarang gagal dalam situasi penalti.
“Dia pernah gagal satu kali saat di Dortmund. Dia juga pernah gagal melawan kami saat saya masih di Utrecht dalam laga menghadapi AZ,” kenang Paes.
Tahu Kebiasaan Lawan
Setelah mengadang eksekutor pertama Utrecht, Sebastian Haller, Paes lalu menyetop sepakan El Karouani, yang merupakan penendang terakhir.
“El Karouani sering mengambil tendangan bebas melewati kaki tumpunya dan kami memperkirakan dia akan melakukan hal yang sama kali ini,” ujar Paes.
Paes kemudian ditanya apakah dirinya diam-diam berharap bahwa pertandingan bakal berlanjut ke adu penalti.
“Ketika Anda unggul di babak tambahan waktu, Anda tentu berharap bisa menjaga gawang tetap tak kebobolan. Pada akhirnya pertandingan memang mengarah ke sana,” ujar sang penjaga gawang Timnas Indonesia itu.
Berkat penyelamatan Paes, Ajax menang adu penalti 4-3 dan berhak lolos ke Conference League musim depan.
“Kami membuat ini menjadi sebuah pesta. Luar biasa, meski musim ini seperti ini, mereka tetap memberikan dukungan kepada kami," ucapnya berterima kasih kepada dukungan suporter.
Tag: #kata #kata #maarten #paes #usai #tahan #penalti #jadi #pahlawan #ajax