Sapu Bersih Gelar, Sandy Walsh Sebut Buriram United Buka Matanya di ASEAN
Bek Timnas Indonesia, Sandy Walsh (kanan), dan para pemain Buriram United merayakan gol pada laga Liga Champions Asia melawan Chengdu Rongcheng di Chengdu, China, pada 10 Februari 2026.(AFP)
07:17
5 Juni 2026

Sapu Bersih Gelar, Sandy Walsh Sebut Buriram United Buka Matanya di ASEAN

- Musim pertama Sandy Walsh di sepak bola Asia Tenggara berakhir dengan pencapaian yang sulit diabaikan. Bek Timnas Indonesia itu sukses meraih tiga gelar bersama klub Thailand, Buriram United, sekaligus merasakan atmosfer persaingan regional yang semakin kompetitif.

Buriram United menutup musim 2025-2026 dengan menjuarai Piala FA Thailand usai mengalahkan PT Prachuap 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada partai final akhir pekan lalu.

Gelar tersebut melengkapi keberhasilan Buriram menjuarai Thai League 1 dan ASEAN Club Championship pada musim sama, sekaligus memastikan treble bagi klub berjuluk Thunder Castle itu.

Bagi Walsh, pencapaian tersebut menjadi penutup sempurna setelah memutuskan meninggalkan Eropa untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya.

Baca juga: Sandy Walsh Raih Gelar Ganda Usai Buriram United Juara ACC 2026

Sebelum berkarier di Asia, pemain berusia 31 tahun itu menghabiskan seluruh perjalanan sepak bolanya di Belgia bersama sejumlah klub, termasuk sempat tampil di kompetisi Eropa saat membela Genk dan Zulte Waregem.

Awal 2025, sang bek sayap kanan sempat bergabung dengan klub Jepang, Yokohama F. Marinos. Namun, petualangan di J1 League hanya berlangsung enam bulan sebelum ia menerima tawaran Buriram United.

Profesionalisme Buriram United Buka Mata Sandy Walsh

Kesuksesan Buriram United bukan hal baru di Thailand. Klub tersebut kini telah menjuarai lima gelar liga secara beruntun dan terus menjadi kekuatan dominan di kawasan Asia Tenggara.

Selain sukses di kompetisi domestik, Buriram juga mampu menembus perempat final AFC Champions League Elite dalam dua musim terakhir.

Menurut Walsh, pencapaian tersebut lahir dari sistem yang dibangun secara konsisten selama bertahun-tahun.

"Tentu saja Buriram adalah klub besar di Asia Tenggara dan juga Asia. Kami mampu bersaing hingga fase gugur ACL Elite dan itu bukan sesuatu yang datang begitu saja," kata Walsh dalam sebuah wawancara bersama ESPN Asia.

Baca juga: Buriram United Juara, Sandy Walsh Ukir Sejarah Indonesia di Thailand

Pemain timnas indonesia Sandy Walsh dan Rizky Ridho selebrasi usai menjebol gawang Taiwan saat laga FIFA Matchday yang berakhir dengan skor 6-0 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/9/2025) malam. Pada Kamis (13/11/2025), FIFA umumkan nominasi Puskas Award 2025. Rizky Ridho masuk daftar. Cek pesaingnya dan cara vote gol terbaik pria tahun ini.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain timnas indonesia Sandy Walsh dan Rizky Ridho selebrasi usai menjebol gawang Taiwan saat laga FIFA Matchday yang berakhir dengan skor 6-0 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/9/2025) malam. Pada Kamis (13/11/2025), FIFA umumkan nominasi Puskas Award 2025. Rizky Ridho masuk daftar. Cek pesaingnya dan cara vote gol terbaik pria tahun ini.

Bek kelahiran Brussels, Belgia, ini mengaku terkesan dengan tingkat profesionalisme yang ditemuinya sejak tiba di Chang Arena.

"Ketika datang, mata saya benar-benar terbuka melihat bagaimana sebuah tim di Asia Tenggara bisa bekerja sangat profesional dan memperhatikan detail-detail kecil untuk terus menang. Itu yang sangat saya nikmati musim ini," ujarnya.

Walsh juga merasakan langsung besarnya gairah sepak bola Asia Tenggara, terutama melalui ASEAN Club Championship yang kembali digelar setelah vakum selama dua dekade.

Menurut dia, turnamen tersebut memberikan pengalaman berbeda karena mempertemukan klub-klub terbaik dari berbagai negara di kawasan.

"Sepak bola Asia Tenggara memiliki basis penggemar yang sangat besar. Menyenangkan bisa menghadapi tim-tim dari Malaysia, Singapura, dan negara lain. Itu level kompetisi yang berbeda," kata Walsh.

Siap Hadapi Rekan Setim di Panggung Timnas

Kesuksesan bersama Buriram United juga membuat Walsh berbagi ruang ganti dengan sejumlah pemain tim nasional negara lain di Asia Tenggara.

Di antaranya adalah pemain Thailand seperti Suphanat Mueanta, Theerathon Bunmathan, dan Supachai Jaided. Buriram juga diperkuat penyerang Singapura Ilhan Fandi serta kiper Filipina Neil Etheridge.

Baca juga: Timnas Indonesia Vs Oman: Rizky Ridho Disebut Layak Jadi Kapten

Namun, hubungan sebagai rekan setim akan berubah dalam beberapa bulan ke depan.

Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura pada fase grup ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 yang dimulai pada 24 Juli mendatang.

Sementara itu, Indonesia dan Thailand tergabung dalam grup sama pada Piala Asia 2027 yang akan berlangsung Januari tahun depan.

Walsh mengaku antusias menghadapi para pemain yang selama satu musim terakhir berlatih bersamanya setiap hari.

"Ketika melihat hasil undian Piala Asia dan Indonesia satu grup dengan Thailand, rasanya spesial. Mereka adalah pemain yang setiap hari bermain bersama saya," ujar Walsh.

"Menarik melihat mereka di panggung terbesar Asia dan bersaing secara langsung."

Pemain yang memilih membela Timnas Indonesia pada 2023 melalui garis keturunan ibunya itu bahkan sudah mulai melontarkan candaan kepada rekan-rekan setimnya di Buriram.

"Saya sudah bilang kepada mereka bahwa Indonesia akan menang saat melawan Thailand. Mari kita ingat tanggal itu dan kita lihat nanti pada Januari apakah saya benar," kata Walsh sambil tersenyum.

Tag:  #sapu #bersih #gelar #sandy #walsh #sebut #buriram #united #buka #matanya #asean

KOMENTAR