Saat Ratusan Karyawan Di-PHK, Bos Meta Justru Akan Dapat Bonus Besar
Ilustrasi logo Meta, nama baru induk Facebook, WhatsApp, dan Instagram.(Reuters/ Carlos Barria)
08:06
29 Maret 2026

Saat Ratusan Karyawan Di-PHK, Bos Meta Justru Akan Dapat Bonus Besar

 - Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Ada 700 karyawan Meta yang terdampak PHK. Keputusan ini diumumkan Meta pada Rabu (25/3/2026).

Di sisi lain, kurang dari 24 jam sebelum pengumuman PHK tersebut, Meta justru mengumumkan skema baru yang memungkinkan bos Meta bisa memperoleh opsi saham tambahan bernilai hingga 921 juta dollar AS (sekitar Rp 15 triliun).

Baca juga: Vonis Bersejarah, Meta dan Google Terbukti Bersalah Bikin Anak Kecanduan Medsos

Pemangkasan di berbagai divisi

PHK massal Meta berdampak ke berbagai divisi, mulai dari Reality Labs, Facebook, operasional global, rekrutmen, hingga penjualan.

Divisi Reality Labs sendiri sebelumnya juga telah mengalami pemangkasan sekitar 10 persen pada Januari lalu, seiring pergeseran fokus Meta dari pengembangan Metaverse ke teknologi AI.

"Tim di seluruh Meta secara rutin melakukan restrukturisasi atau perubahan untuk memastikan berada dalam posisi terbaik untuk mencapai tujuan," demikian pernyataan juru bicara Meta.

"Jika memungkinkan, kami juga mencari peluang lain bagi karyawan terdampak," tambahnya.

Belum diketahui secara pasti kantor Meta mana saja yang terdampak penyusutan ini.

Namun, sebelumnya, perusahaan telah mengajukan dokumen yang menunjukkan bahwa PHK terjadi di sejumlah lokasi kantor di California, termasuk Menlo Park, Sunnyvale, dan Burlingame.

Sebagai informasi, jumlah keseluruhan tenaga kerja Meta per akhir 2025 ini tercatat mencapai sekitar 79.000 karyawan, sebagaimana dikutip KompasTekno dari NewYorkTimes.

Mark Zuckerberg Luncurkan Meta Small Business, Perluas AI ke Level UKM

Bonus besar untuk bos

Seperti disebutkan sebelumnya, Meta juga menyiapkan skema baru untuk memberikan insentif bagi para eksekutif.

Insentif ini akan diberikan apabila Meta berhasil mencapai target pertumbuhan tertentu, termasuk ambisi menjadi perusahaan dengan valuasi hingga 9 triliun dollar AS (sekitar Rp 15,37 kuadriliun) pada 2031 mendatang.

Jajaran eksekutif yang akan mendapatkan bonus jumbo tersebut yaitu Chief Technology Officer, Chief Product Officer, Chief Financial Officer, Chief Operating Officer, Vice President dan Vice Chairman, serta Chief Legal Officer.

Mark Zuckerberg sendiri, yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO), dilaporkan tidak menerima opsi saham baru dalam program tersebut.

Adapun opsi saham tambahan ini menjadi kali pertama Meta memberikan insentif kepada eksekutifnya sejak perusahaan melantai di bursa pada 2012. Saat itu, perusahaan yang berbasis di California, AS ini masih bernama Facebook.

Dalam pernyataannya, Meta menyebut program pemberian saham tambahan ini dirancang untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah persaingan teknologi AI, sekaligus memberikan insentif bagi para eksekutif.

Baca juga: Meta PHK 700 Karyawan, Bersamaan Siapkan Bonus Rp 15 Triliun untuk Bos

Beralih fokus ke AI

Pemberian insentif ini cukup wajar. Sebab Meta, sebagaimana perusahaan teknologi besar lainnya, kini beralih fokus ke pengembangan AI.

Mark Zuckerberg sebelumnya sudah menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi AI akan mengubah cara kerja perusahaan secara signifikan.

Menurutnya, kehadiran teknologi ini memungkinkan lebih sedikit karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tim besar.

"Saya pikir 2026 akan menjadi tahun di mana AI mulai secara drastis mengubah cara kita bekerja," ujar Zuck dalam rapat panggilan investor pada Januari lalu.

Tidak tanggung-tanggung, demi mengadopsi teknologi ini, Meta bahkan berencana menggelontorkan belanja modal hingga 115 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.959 triliun) untuk pengembangan AI dan pembangunan pusat data.

Tag:  #saat #ratusan #karyawan #meta #justru #akan #dapat #bonus #besar

KOMENTAR