Apple Genap 50 Tahun, Jejak Steve Jobs Masih Terasa Kuat
- Jika kamu tumbuh di era 80-an atau 90-an, kamu mungkin masih ingat sensasi saat pertama kali menyalakan komputer. Bagi banyak keluarga kelas menengah pada masa itu, kotak bersudut membulat bernama Apple IIe adalah keajaiban teknologi pertama yang masuk ke ruang keluarga.
Siapa sangka, perusahaan yang memulai debutnya dengan komputer berlayar monokrom berpiksel kasar itu, kini telah bertransformasi menjadi raksasa teknologi senilai 3,7 triliun dollar AS (sekitar Rp 63.000 triliun).
Tepat pada 1 April 2026, Apple Computer Company genap berusia setengah abad.
Perjalanan 50 tahun Apple bukan sekadar sejarah evolusi chip dan layar sentuh, melainkan kisah tentang bagaimana dua pemuda jenius di sebuah garasi di California berhasil mendikte gaya hidup miliaran manusia di Bumi.
Baca juga: Mengapa Steve Jobs Menamai Perusahaannya Apple?
Sejarah Apple bermula pada 1 April 1976 di Santa Clara County, California. Perusahaan ini secara resmi didaftarkan oleh tiga orang, Steven P. Jobs (21), Stephen G. Wozniak (25), dan Ronald G. Wayne (41).
Wayne, sang insinyur mekanik yang mengurus administrasi awal, nyatanya tak punya cukup nyali. Kurang dari dua minggu kemudian, ia mengundurkan diri dan menjual sahamnya seharga 800 dollar AS, sebuah keputusan yang mungkin akan disesalinya seumur hidup.
Wozniak, sang "kutu buku" elektronik, kini telah menjadi miliarder. Namun, Jobs-lah sosok visioner sejati yang benar-benar mengubah lanskap teknologi dunia.
Misi Jobs di masa awal sebenarnya sangat sederhana namun ambisius, menciptakan teknologi personal yang bertenaga namun mudah digunakan, agar setiap orang bisa mengekspresikan diri mereka. Filosofi inilah yang kemudian melahirkan era creator economy saat ini.
Tanpa iPhone, App Store, dan kamera setara sinema di genggaman, rasanya mustahil profesi content creator dan influencer bisa menjamur seperti sekarang.
Ilustrasi 50 tahun Apple.
Baca juga: Sejarah Apple yang Tak Jadi Bangkrut karena Microsoft
Tim Cook dan bayang-bayang sang pendiri
Peringatan usia emas Apple tak pelak membangkitkan memori kuat tentang mendiang Steve Jobs, tak terkecuali bagi sang penerus, CEO Tim Cook.
"Saya sering memikirkannya. Menjelang peringatan 50 tahun ini, saya memikirkannya lebih sering lagi," ungkap Cook di markas besar Apple di Cupertino, California.
Cook yang berada di sisi Jobs pada hari-hari terakhirnya di tahun 2011, mengaku sempat berada dalam fase penyangkalan terkait penyakit kanker pankreas yang merenggut nyawa bosnya tersebut.
"Saya sudah sering melihatnya bangkit dari keterpurukan, jadi saya selalu berasumsi dia akan selalu bisa bangkit. Enam minggu sebelum ia wafat, saya bahkan masih berpikir dia akan menjadi dewan eksekutif selamanya," kenang Cook.
Bagi Cook, Apple saat ini secara filosofis "masih menjadi perusahaan Steve Jobs". Visi Jobs tentang kesederhanaan desain dan kolaborasi tim kecil tapi solid, masih menjadi DNA utama yang mengalir dalam tubuh Apple.
"Dia (Jobs) percaya pada yang sederhana, bukan yang rumit," tambah Cook.
Merayakan tonggak sejarah 50 tahun jelas bukan perkara sepele bagi perusahaan yang dikenal enggan menengok ke belakang ini. Apple lebih suka "menciptakan masa depan". Namun, usia setengah abad tentu tak bisa dilewatkan begitu saja.
Sejak Maret 2026, Apple menggelar rangkaian acara global. Mulai dari konser kejutan Alicia Keys di Apple Store Grand Central Terminal New York, hingga pertunjukan visual di Sydney Opera House dan Seoul.
Puncak euforia terjadi di sebuah gudang bersejarah di Manhattan. Di hadapan ratusan jurnalis dan influencer, para eksekutif Apple memamerkan inovasi terbarunya, laptop tipis berharga terjangkau dengan warna-warna cerah yang diberi nama "Neo".
Momen peluncuran yang sangat instagrammable ini dibanjiri kilauan kamera ponsel para kreator konten.
Baca juga: Ayah Steve Jobs, Imigran Muslim yang Menyesal Tak Mengenal Anaknya
"Filter Kejam" menuju inovasi berikutnya
Menatap 50 tahun ke depan, tantangan terbesar Apple adalah mempertahankan ritme inovasinya. Mengelola kapitalisasi pasar senilai 3,7 triliun dollar AS tentu butuh lebih dari sekadar ide bagus.
Apple tak selamanya sukses. Mereka pernah menelan pil pahit dari kegagalan produk revolusioner namun tak laku, mulai dari komputer Lisa, G4 Cube, hingga yang terbaru, pembatalan proyek mobil listrik otonom "Project Titan".
Namun, seperti kata pepatah, jika Anda tidak pernah jatuh, berarti Anda tidak bermain cukup keras.
"Anda harus memiliki 'filter yang sangat kejam', karena Anda tidak bisa mengerjakan semuanya. Kami sering berkata 'tidak' pada seribu hal, hanya untuk mencapai satu hal yang benar-benar brilian," tegas Cook.
Dari garasi kecil tempat Jobs dan Wozniak menyolder papan sirkuit, hingga markas berbentuk cincin raksasa di Cupertino, sejarah Apple adalah bukti bahwa ide-ide gila dari "The Crazy Ones" benar-benar bisa mengubah dunia.
Selamat ulang tahun yang ke-50, Apple.
Baca juga: Ramalan Steve Jobs Tahun 2010 Hari Ini Terbukti
Tag: #apple #genap #tahun #jejak #steve #jobs #masih #terasa #kuat