China Bikin Baterai Mobil Listrik Bisa Full Charge 11 Menit
Ilustrasi pengisian daya kendaraan listrik. Baterai sodium-ion buatan BAIC diklaim mampu terisi penuh hanya dalam 11 menit berkat teknologi fast charging 4C.(Shutterstock)
06:54
5 April 2026

China Bikin Baterai Mobil Listrik Bisa Full Charge 11 Menit

- Mengisi baterai mobil listrik biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit atau lebih. Namun, kini ada teknologi baru yang dikembangkan perusahaan otomotif asal China, yang memungkinkan baterai terisi penuh hanya dalam waktu sekitar 11 menit.

Perusahaan tersebut adalah BAIC (Beijing Automotive Group), yang mengembangkan baterai jenis baru bernama sodium-ion. Baterai ini diklaim bisa diisi jauh lebih cepat dibandingkan baterai pada umumnya.

Salah satu kuncinya adalah teknologi pengisian cepat 4C. Sederhananya, ini berarti proses pengisian daya bisa berlangsung hingga empat kali lebih cepat dibandingkan pengisian biasa.

Selain cepat diisi, baterai sodium-ion ini juga punya keunggulan lain, yaitu tetap bisa bekerja dengan baik di suhu yang sangat dingin maupun sangat panas. Bahkan, penurunan performanya disebut lebih kecil dibandingkan baterai lithium yang banyak digunakan saat ini.

BAIC menyebut baterainya bisa digunakan di suhu ekstrem, mulai dari -40 derajat Celcius hingga sekitar 60 derajat Celcius.

Baca juga: Volvo EX60 Diumumkan, Mobil Listrik yang Bisa Diajak Ngobrol lewat Gemini AI

Pada suhu sangat dingin, sekitar -20 derajat Celcius, baterai buatan BAIC ini masih bisa menyimpan hingga 92 persen dayanya. Artinya, performanya tidak banyak turun meski digunakan di cuaca ekstrem.

Hal ini penting, karena baterai mobil listrik pada umumnya akan cepat melemah saat dipakai di suhu dingin.

Selain itu, dari hasil pengujian internal, baterai sodium-ion ini juga terbukti tetap aman dan stabil bahkan pada suhu sangat tinggi, hingga sekitar 200 derajat Celcius.

Masih ada keterbatasan

Ilustrasi baterai kendaraan listrik. Shutterstock Ilustrasi baterai kendaraan listrik.

Meski baterai sodium-ion punya beberapa keunggulan, tetapi masih ada kekurangannya. Salah satunya adalah soal kepadatan energi, yaitu seberapa banyak energi yang bisa disimpan dibandingkan dengan berat baterai.

Dari hasil uji internal, prototipe baterai buatan BAIC memiliki kepadatan energi sekitar 170 Wh/kg.

Angka ini masih lebih rendah dibandingkan baterai lithium yang saat ini umum dipakai, yang biasanya berada di kisaran 200 hingga 300 Wh/kg. Artinya, untuk ukuran yang sama, baterai lithium bisa menyimpan energi lebih banyak.

Sebagai perbandingan, baterai sodium-ion milik CATL yang akan dipakai di mobil listrik Nevo A06 memiliki kepadatan energi hingga 175 Wh/kg, sedikit lebih tinggi dari milik BAIC.

Untuk mengatasi kekurangan ini, BAIC sedang mengembangkan teknologi agar baterainya bisa menyimpan lebih banyak energi dan lebih tahan lama saat digunakan berulang kali.

Perusahaan ini juga sudah mengajukan sekitar 20 paten yang mencakup berbagai aspek, mulai dari desain, bahan, proses produksi, hingga cara pengujiannya, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari BGR. 

Meski baterai dengan teknologi pengisian cepat ini masih dalam tahap prototipe, BAIC menyebut bahwa proses validasi untuk produksi massal telah selesai dilakukan. 

Baca juga: Hard Disk 1 GB Pertama di Dunia Beratnya 29 Kg, Mirip Mesin Mobil

Namun, perusahaan belum mengungkapkan jadwal pasti peluncuran mobil listrik dengan baterai berbasis sodium-ion yang mampu diisi penuh dalam waktu singkat tersebut.

Dari rumor yang beredar, mobil listrik produksi massal pertama dengan baterai sodium-ion dijadwalkan meluncur di pasar China pada pertengahan tahun atau sekitar bulan Juni - Juli 2026.

Tag:  #china #bikin #baterai #mobil #listrik #bisa #full #charge #menit

KOMENTAR