38 Korban Tabrakan KRL-KA Argo Bromo yang Dirawat Sudah Dipulangkan
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Dirut KAI Bobby Rasyidin saat memberikan keterangan terkait kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).(KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA)
13:04
29 April 2026

38 Korban Tabrakan KRL-KA Argo Bromo yang Dirawat Sudah Dipulangkan

- Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menyampaikan update penanganan korban tabrakan KRL Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi pada Senin malam (27/4/2026).

Dalam insiden itu, sebanyak 15 orang meninggal dunia dan 91 luka-luka.

Sementara 38 penumpang telah diperbolehkan pulang dari sejumlah rumah sakit, dan sisanya masih dalam perawatan di rumah sakit.

“Penanganan korban menjadi fokus utama dalam insiden yang terjadi di wilayah Bekasi Timur,” kata Dudy.

Baca juga: Insiden Kereta di Bekasi Timur, Menhub Pastikan Evakuasi Berjalan Cepat

“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang optimal,” tambahnya.

Adapun operasional KRL, dan pembukaan kembali akan dilakukan setelah seluruh aspek keselamatan dinyatakan terpenuhi, termasuk hasil clearance dari KNKT.

“Saat ini sedang dilakukan uji coba sarana, persinyalan, dan kesiapan stasiun,” kata Dudy.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin tak henti-hentinya menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pelanggan dan keluarga korban atas kejadian yang menimbulkan duka ini.

“Kami tidak henti-hentinya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban dan pelanggan yang terdampak,” kata Bobby.

“Berdasarkan data kami, total korban saat ini 106 orang, dengan 15 meninggal dunia. Sebanyak 53 penumpang masih dirawat di rumah sakit dan 38 lainnya telah dipulangkan,” lanjut dia.

Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian, yang berlangsung hingga sekitar 10 jam untuk memastikan seluruh penumpang dapat tertangani dengan baik.

Selanjutnya dilakukan penanganan sarana, termasuk evakuasi rangkaian KRL yang terdampak.

Dalam proses pemulihan, jalur hilir Bekasi–Tambun telah dibuka sejak Selasa dini hari pukul 01.30 WIB.

Jalur hulu juga telah dinyatakan aman untuk dilalui dengan pembatasan kecepatan 30 km per jam, sesuai rekomendasi keselamatan.

Bobby menjelaskan, KAI bersama regulator dan pihak terkait terus melakukan evaluasi menyeluruh, baik internal maupun eksternal, serta mendukung penuh proses investigasi oleh KNKT.

“Kami dan Kementerian Perhubungan juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan keselamatan, termasuk penertiban perlintasan sebidang dan pemenuhan standar keselamatan di lapangan,” jelas Bobby.

Pembatalan perjalanan kereta jarak jauh

Dalam masa pemulihan ini, KAI menyiagakan dua posko selama 14 hari, yaitu di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban, serta di Stasiun Gambir untuk melayani pelanggan KA Jarak Jauh yang terdampak, termasuk proses pengembalian bea tiket.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa KAI memastikan seluruh pelanggan terdampak tetap mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.

“KAI berkomitmen memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggan, termasuk proses pengembalian bea tiket bagi perjalanan yang dibatalkan sebesar 100 persen. Informasi akan terus kami perbarui secara berkala,” ujar Anne.

Adapun sejumlah perjalanan KA Jarak Jauh pada 29 April 2026 dibatalkan, yaitu:

  • KA 263 Ambarawa Ekspres (SBI–SMC)
  • KA 264 Ambarawa Ekspres (SMC–SBI)
  • KA 267 Banyubiru (SLO–SMT)
  • KA 268 Banyubiru (SMT–SLO)
  • KA 151 Brantas (BL–PSE)
  • KA 251 Jayakarta (PSE–SGU)
  • KA 252B Jayakarta (SGU–PSE)
  • KA 245B Majapahit (PSE–ML)
  • KA 246B Majapahit (ML–PSE)
  • KA 103B Bogowonto (PSE–LPN)
  • KA 104B Bogowonto (LPN–PSE)
  • KA 132 Parahyangan (GMR–BD)
  • KA 133 Parahyangan (BD–GMR)
  • KA 7007C KA Tambahan (YK–GMR)
  • KA 7008C KA Tambahan (GMR–YK)
  • KA 161 Bangunkarta (JG–PSE)
  • KA 162 Bangunkarta (PSE–JG)
  • KA 56F–53F Purwojaya (CP–GMR)
  • KA 50F–51F Purwojaya (GMR–CP)
  • KA 63B Manahan (SLO–GMR)
  • KA 64B Manahan (GMR–SLO)
  • KA 29F Argo Anjasmoro (SBI–GMR)
  • KA 30F Argo Anjasmoro (GMR–SBI)

“KAI memastikan bahwa pemulihan layanan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama, serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan layanan kembali berjalan dengan baik,” tegas Anne.

Sebagai informasi, pada Senin malam (27/4/2026) Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak kereta rel listrik (KRL) yang tengah terhenti.

Kejadian tersebut langsung membuat penumpang yang berada di kedua kereta maupun peron stasiun panik dan histeris.

Tabrakan yang cukup kuat membuat lokomotif KA Argo Bromo masuk ke dalam gerbong KRL belakang sehingga menimbulkan kerusakan parah.

Adapun gerbong khusus perempuan mengalami kerusakan paling parah.

Sejumlah penumpang di dalamnya kesulitan mengevakuasi diri karena akses keluar tertutup besi, terganjal bangku dan banyak bagian gerbong yang rusak parah.

Baca juga: Kepala BP BUMN: Proyek Elektrifikasi 3 Jalur Kereta Dimulai 20 Mei 2026

Tag:  #korban #tabrakan #argo #bromo #yang #dirawat #sudah #dipulangkan

KOMENTAR