Komdigi Minta Klarifikasi Steam soal Rating Game IGRS yang Janggal
Ilustrasi Steam dan IGRS.(X/Ministry of Gamers)
12:09
6 April 2026

Komdigi Minta Klarifikasi Steam soal Rating Game IGRS yang Janggal

– Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan meminta klarifikasi resmi dari Steam menyusul polemik sistem rating game yang dinilai janggal di platform tersebut.

Sorotan muncul setelah sistem klasifikasi usia berbasis Indonesia Game Rating System (IGRS) di Steam menuai kritik warganet. Sejumlah game dengan konten dewasa justru diberi label ramah anak, sementara beberapa game populer malah dinilai tidak layak didistribusikan di Indonesia.

Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial X (sebelumnya Twitter). Warganet membagikan tangkapan layar yang menunjukkan game dengan konten seksual diberi rating 3+, yang berarti dapat diakses anak usia tiga tahun ke atas.

Baca juga: Rating Game IGRS di Steam Disorot, Komdigi: Bukan Klasifikasi Resmi

Di sisi lain, game AAA seperti Clair Obscure: Expedition 33 dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater justru ditandai sebagai tidak layak untuk pasar Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Komdigi melalui akun Instagram resminya memberikan penjelasan. Salah satu poin yang disampaikan adalah bahwa pihaknya akan segera meminta klarifikasi resmi dari Steam terkait sistem rating yang ditampilkan.

      View this post on Instagram      

A post shared by Kementerian Komunikasi dan Digital (@kemkomdigi)

Bukan klasifikasi resmi

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa label usia yang beredar saat ini bukan merupakan hasil klasifikasi resmi pemerintah.

“Rating yang beredar tersebut bukan merupakan hasil klasifikasi resmi IGRS. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu game,” ujar Sonny dalam keterangan resmi, Senin (6/4/2026).

Menurut Komdigi, sistem rating yang muncul di Steam saat ini masih mengandalkan mekanisme internal berbasis self-declare, sehingga belum melalui proses verifikasi dari pemerintah Indonesia.

Komdigi resmi merilis IGRS di acara IGDX yang berlangsung di Bali, Sabtu (11/10/2025). IGRS adalah sistem rating untuk mengklasifikasi game berdasarkan usia. Ini adalah sistem rating game mandiri di Indonesia.KOMPAS.com/Yudha Pratomo Komdigi resmi merilis IGRS di acara IGDX yang berlangsung di Bali, Sabtu (11/10/2025). IGRS adalah sistem rating untuk mengklasifikasi game berdasarkan usia. Ini adalah sistem rating game mandiri di Indonesia.

Komdigi juga mengingatkan bahwa setiap pelaku usaha digital wajib menyajikan informasi yang akurat, jelas, dan tidak menyesatkan, terutama dalam hal perlindungan pengguna, termasuk anak-anak.

Ketentuan ini diatur dalam sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan UU ITE, Permen Kominfo Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim, serta Permen Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.

Baca juga: Indonesia Resmi Punya Sistem Rating Game Sendiri

Sonny menambahkan, Komdigi akan melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Steam untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional.

“Kami meminta platform untuk memastikan bahwa setiap informasi yang ditampilkan kepada publik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga tanggung jawab dalam melindungi pengguna, khususnya anak-anak,” kata dia.

Jika dalam proses evaluasi ditemukan pelanggaran, pemerintah akan menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku, termasuk kemungkinan pemberian sanksi administratif.

Ke depan, Komdigi juga menyatakan akan terus menyempurnakan sistem IGRS, termasuk memperkuat mekanisme verifikasi dan pengawasan agar klasifikasi game menjadi lebih akurat dan dapat dipercaya.

Tag:  #komdigi #minta #klarifikasi #steam #soal #rating #game #igrs #yang #janggal

KOMENTAR