Apa Itu AGI? Klaim Jensen Huang soal Era AI Baru Jadi Sorotan
Ilustrasi AI(Freepik)
15:36
9 April 2026

Apa Itu AGI? Klaim Jensen Huang soal Era AI Baru Jadi Sorotan

- CEO Nvidia Jensen Huang menyebut era Artificial General Intelligence (AGI) telah tiba. Pernyataan tersebut memicu perdebatan karena didasarkan pada definisi AGI yang dinilai lebih longgar dibanding pemahaman umum.

AGI sendiri dikenal sebagai konsep kecerdasan buatan (AI) yang memiliki kemampuan kognitif setara manusia, sehingga mampu belajar, memahami, dan menyelesaikan beragam tugas secara umum.

Klaim Huang disampaikan dalam percakapannya bersama podcaster teknologi asal AS, Lex Fridman, saat ia menilai AI saat ini, dalam konteks tertentu, sudah bisa dikategorikan sebagai AGI. Lantas, apa yang dimaksud dengan AGI? Selengkapnya berikut ini uraiannya.

Baca juga: Bos OpenAI Blak-blakan: Era AGI Sudah Dekat, Kecerdasan Dewa Menyusul

Apa Itu AGI?

Dilansir dari laman International Business Machines Corporation, Artificial General Intelligence (AGI) adalah tahap hipotetis dalam perkembangan kecerdasan buatan ketika sebuah sistem AI mampu menyamai atau bahkan melampaui kemampuan kognitif manusia dalam berbagai tugas, bukan hanya unggul di satu bidang tertentu.

Artinya, AGI dibayangkan sebagai AI yang dapat belajar, memahami, beradaptasi, dan menyelesaikan beragam persoalan secara umum seperti manusia.

IBM juga menekankan bahwa konsep ini berbeda dari narrow AI, yakni AI yang hanya dirancang untuk tugas-tugas spesifik seperti chatbot, pengenal gambar, atau sistem rekomendasi.

Dengan begitu, AGI tidak sekadar pintar pada satu fungsi, tetapi punya kemampuan yang lebih fleksibel lintas konteks.

Mengapa definisi AGI diperdebatkan?

Menurut IBM, hingga kini belum ada definisi tunggal yang disepakati secara luas tentang AGI. Perdebatannya bukan hanya soal teknologinya, tetapi juga soal apa yang sebenarnya dimaksud dengan “kecerdasan” pada mesin.

Itu sebabnya, AGI masih menjadi konsep yang terus diperdebatkan, termasuk ketika para pelaku industri teknologi memakai definisi yang berbeda-beda.

Perbedaan tafsir itu terlihat dalam percakapan antara Lex Fridman dan CEO Nvidia Jensen Huang.

Dalam podcast tersebut, Fridman menggambarkan AGI sebagai AI yang mampu memulai, membesarkan, dan menjalankan startup unicorn, yakni perusahaan rintisan teknologi dengan valuasi lebih dari 1 miliar dollar AS.

Definisi ini lebih tinggi dan lebih luas karena menuntut kemampuan teknis, strategi bisnis, pengelolaan organisasi, hingga keberlanjutan usaha.

Sementara itu, Huang menggunakan standar yang lebih longgar. Dalam forum DealBook Summit pada 2023, ia pernah menyebut AGI sebagai software yang mampu melewati berbagai tes kecerdasan manusia secara kompetitif, dan saat itu memperkirakan pencapaiannya butuh sekitar lima tahun.

Namun, ketika ditanya kembali oleh Fridman apakah AI dengan definisi tadi bisa hadir dalam 5 atau 20 tahun ke depan, Huang justru menjawab bahwa era AGI sebenarnya sudah tiba.

Klaim tersebut muncul karena Huang tampaknya memakai pengertian yang lebih sempit. Menurut dia, AI tidak harus mampu membangun bisnis yang bertahan lama, tidak perlu mengelola orang, menghadapi dewan direksi, atau menjaga perusahaan tetap hidup dalam jangka panjang.

Bagi Huang, AI cukup menciptakan sesuatu yang sekali saja bisa menghasilkan nilai 1 miliar dollar AS.

Dengan kata lain, standar yang ia pakai tidak sepenuhnya menggambarkan AGI sebagai kecerdasan umum setara manusia, melainkan lebih dekat pada kemampuan menghasilkan dampak ekonomi besar dalam momen tertentu.

Huang bahkan memberi ilustrasi tentang AI yang membuat aplikasi sederhana, lalu mendadak viral, dipakai miliaran orang, menghasilkan miliaran dollar AS dengan biaya kecil, dan setelah itu meredup.

Ia membandingkan skenario itu dengan era dot-com, ketika banyak situs sederhana sempat melejit dalam waktu singkat.

Namun di saat yang sama, Huang juga mengakui keterbatasan besar AI saat ini. Ia menegaskan bahwa peluang 100.000 agen AI membangun perusahaan seperti Nvidia masih nol persen.

Karena itu, pernyataan bahwa era AGI sudah tiba masih menuai perdebatan. Jika mengacu pada definisi IBM, AGI bukan sekadar AI yang mampu sukses pada satu skenario ekonomi, tetapi sistem yang benar-benar memiliki kemampuan umum, adaptif, dan setara manusia dalam banyak tugas.

Baca juga: Bos Nvidia Klaim Era AGI Sudah Tiba, Tapi Definisinya Diperdebatkan

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #klaim #jensen #huang #soal #baru #jadi #sorotan

KOMENTAR