LG Ungkap Tantangan Smart Home di Indonesia, Edukasi Konsumen dan Teknologi AI Jadi Kunci
Deretan vacuum cleaner LG di ajang LG InnaFest 2026 APAC, Busan, Korea Selatan. [Suara.com/Dythia]
09:32
11 April 2026

LG Ungkap Tantangan Smart Home di Indonesia, Edukasi Konsumen dan Teknologi AI Jadi Kunci

Perusahaan teknologi global LG Electronics menyoroti bahwa tantangan utama dalam pengembangan pasar perangkat rumah tangga pintar bukan terletak pada produk, melainkan pada pemahaman konsumen terhadap teknologi itu sendiri.

“Pada dasarnya, ini soal kesadaran. Kami berinvestasi untuk membuat orang tahu bagaimana produk ini bekerja,” ujar Seungtaek Ryu, Emerging Product Sales Team Leader at LG Electronics dalam ajang LG InnoFest 2026 APAC yang digelar di Busan, Korea Selatan, belum lama ini.

LG menilai bahwa edukasi konsumen menjadi kunci penting untuk mendorong adopsi teknologi smart home. Pasalnya, pengguna yang telah mencoba produk LG umumnya memberikan respons yang sangat positif.

“Orang yang sudah menggunakan produk LG pasti merasa senang atau sangat senang. Responnya sangat positif, hanya saja pasar memang butuh waktu,” ungkapnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman langsung menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan dan minat konsumen terhadap teknologi baru.

Teknologi AI Jadi Prioritas Pengembangan

Robot vacuum LG. [Suara.com/Dythia]Robot vacuum LG. [Suara.com/Dythia]

Dalam menghadapi persaingan industri, LG menegaskan bahwa inovasi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), menjadi fokus utama perusahaan.

“Prioritasnya adalah teknologi. Itulah sebabnya kami mengembangkan teknologi pintar AI, bukan hanya pada robot vacuum cleaner, tapi juga produk lainnya,” jelas Seungtaek.

LG juga menekankan bahwa inovasi tidak hanya berfokus pada satu aspek, melainkan menggabungkan desain, performa, dan kecerdasan teknologi dalam satu ekosistem produk.

Strategi Harga Lebih Fleksibel

Sementara itu, Lea Lee, Global PR Leader LG Electronics, mengungkapkan bahwa LG kini mulai mengadopsi strategi harga yang lebih variatif untuk menjangkau pasar berkembang seperti Indonesia.

“Kami dulu hanya menawarkan produk premium. Sekarang kami menghadirkan produk yang lebih sederhana dengan harga yang lebih luas,” ujar Lea Lee.

Meski memperluas segmen pasar, LG memastikan kualitas tetap menjadi prioritas utama.

“Tidak ada kompromi. Hanya harga yang disesuaikan,” tegasnya.

Dengan kombinasi edukasi konsumen, inovasi berbasis AI, dan strategi harga yang lebih inklusif, LG optimistis penetrasi pasar teknologi rumah tangga pintar di Indonesia akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pasar potensial bagi pertumbuhan industri smart home di kawasan Asia Pasifik.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #ungkap #tantangan #smart #home #indonesia #edukasi #konsumen #teknologi #jadi #kunci

KOMENTAR