Riset: Pasar Smartphone Global Turun 6 Persen Awal 2026, Imbas Krisis Memori
Ilustrasi smartphone Android.(Android Central/ Apoorva Bhardwaj)
13:06
13 April 2026

Riset: Pasar Smartphone Global Turun 6 Persen Awal 2026, Imbas Krisis Memori

- Dampak krisis memori yang terjadi sejak akhir tahun 2025 lalu mulai terlihat di industri smartphone.

Laporan firma riset Counterpoint Research menunjukkan bahwa pasar smartphone pada kuartal I-2026 turun 6 persen dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Selain karena kelangkaan RAM, lesunya pertumbuhan pasar ponsel global pada triwulan awal 2026 ini juga ditaksir karena lemahnya permintaan.

Menurut Counterpoint, performa pasar di sejumlah wilayah tetap menunjukkan tren yang stabil. Namun, secara umum sentimen pasar masih diliputi kekhawatiran karena vendor ponsel melakukan penyesuaian harga dan produksi.

Sejumlah merek ponsel juga disebut menunda peluncuran produk, hingga lebih sedikit merilis ponsel.

Baca juga: Xiaomi Ungkap Biaya RAM Naik Rp 3,7 Juta, Harga HP Terdampak

Selain itu, konsumen juga dinilai cukup berhati-hati dalam melakukan pembelian, khususnya di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Faktor yang sama mendorong beberapa vendor melakukan pengiriman lebih dini, guna mengantisipasi lonjakan harga komponen, hingga peningkatan biaya logistik.

"Penurunan pengiriman ini utamanya didorong oleh vendor memori yang memprioritaskan data center AI, ketimbang perangkat elektronik koknsumen, sehingga menekan margin vendor smartphone dan mendesaknya membebankan biaya bahan baku ke konsumen langsung," kata Shilpi Jain, analis senior di Counterpoint.

Jain juga menilai bahwa pasokan komponen itu masih akan terbatas. Selain itu, kenaikan harga listrik, hingga biaya logistik akibat ketegangan di Timur Tengah, dinilai membuat sentimen konsumen akan ponsel baru tetap rendah dan mendorong pemintaan akan perangkat rekondisi.

Lebih lanjut, analis ini menilai bahwa smartphone entry-level dan kelas menengah menjadi perangkat yang paling terdampak tekanan permintaan dan pasokan, akibat krisis memori.

"Meskipun produsen perangkat premium seperti Apple masih cukup tangguh menghadapi tekanan ini, merek-merek China yang didorong oleh volume penjualan, justru mengalami penurunan yang lebih parah, terutama di wilayah yang sensitif terhadap harga. Walhasil, krisis inii berkontribusi terhadap penurunan pengiriman global secara keseluruhan," jelas Jain.

5 merek HP teratas di dunia kuartal I-2026

Dalam laporan yang sama, Counterpoint merilis daftar vendor ponsel paling besar atau paling laris di dunia berdasarkan pangsa pasarnya.

Apple

Apple memimpin daftar vendor terbesar dunia awal tahun ini. Untuk triwulan awal 2026, Apple berkuasa atas pangsa pasar sebesar 21 persen berkat pertumbuhan sebesar 5 persen YoY.

Apple tetap menjadi merek yang "aman" di tengah krisis memori karena posisinya yang fokus pada perangkat premium.

Adapun pertumbuhannya pada kuartal I-2026 didorong oleh permintaan yang kuat dan berkelanjutan akan iPhone 17 series.

Program tukar tambah serta ekosistem Apple yang kuat juga dinilai mendorong pertumbuhan perusahaan di periode ini. Pertumbuhan Apple utamanya berasal dari Asia Pasifik, seperti China, India dan Jepang.

Samsung

Samsung menempati peringkat kedua dengan pangsa pasar 20 persen, turun 6 persen dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Samsung Galaxy S26 series varian warna eksklusif online Pink GoldKompas.com/Lely Maulida Samsung Galaxy S26 series varian warna eksklusif online Pink Gold

Menurut Counterpoint, Samsung menghadapi tantangan terkait melemahnya permintaan di segmen pasar massal, serta peluncuran Galaxy S26 series yang lebih lama dibanding sebelumnya.

Meski demikian, ponsel flagship terbaru Samsung itu tetap mendapat sambutan yang kuat di pasar, di mana model Ultra dapat daya tarik tertinggi.

Baca juga: Daftar HP Samsung, Xiaomi, dan Oppo yang Naik Harga per April 2026

Xiaomi

Xiaomi bertahan di peringkat ketiga dengan pangsa 12 persen. Namun dibanding merek lainnya, pertumbuhannya paling anjlok hingga 19 persen YoY.

Menurut firma riset ini, penurunan itu dipicu oleh ketergantungan Xiaomi pada segmen entry-level yang sensitif terhadap harga, sehingga perusahaan lebih rentan terhadap kenaikan biaya komponen, terutama memori.

Untuk merespons kondisi tersebut, Xiaomi mulai merampingkan lini produknya serta lebih fokus ke pasar inti. Di sisi lain, perusahaan juga mulai melihat kemajuan di segmen premium, seiring meningkatnya daya tarik ke Xiaomi 17 di China.

Oppo dan Vivo

Oppo dan Vivo masing-masing menempati peringkat empat dengan pangsa pasar 11 persen dan lima dengan pangsa 8 persen.

Pengiriman Oppo secara umum menurun, tetapi performanya di segmen entry-level dinilai kuat berkat ponsel Oppo A5 series. Pertumbuhan di pasar flagship juga cukup positif berkat Oppo Find N5.

Harga OPPO Find N5 Desember 2025.OPPO Indonesia Harga OPPO Find N5 Desember 2025.

Sementara itu Vivo membukukan penurunan 2 persen YoY. Meski demikian, merek China ini berhasil mempertahankan dominasinya di pasar India, berkat ponsel kelas menengah yang memberikan. Performanya juga dinilai stabil di negeri asalnya.

Selain kelima besar vendor tersebut, Counterpoint mencatat bahwa Google dan Nothing membukukan pertumbuhan pengiriman yang cukup signifikan.

Pertumbuhan Google naik 14 persen, sementara Nothing sebesar 25 persen YoY. Lini Google Pixel semakin memperkuat posisinya di pasar negara maju berkat keunggulan AI di perangkat (edge AI), fotografi komputasional, serta pengalaman software yang bersih dan ramah pengguna.

Di sisi lain, Nothing terus memanfaatkan desain unik, positioning yang lebih niche, serta meningkatnya kesadaran konsumen untuk mendorong adopsi produk. Peluncuran Nothing Phone (4a) juga mendapat respons positif dan turut mempercepat pertumbuhan brand tersebut.

Diramal masih lemah

Mengacu proyeksi pertumbuhan kuartal I-2026 ini, Counterpoint meramalkan bahwa pasar ponsel tahun 2026 masih akan lemah karena krisi memori kemungkinan berlanjut hingga akhir tahun 2027.

Vendor ponsel ditaksir akan memprioritaskan nilai, ketimbang volume penjualan, termasuk dengan memperbarui konfigurasi perangkat, memangkas model dengan margin rendah, hingga memandaatkan perangkat rekondisi untuk mempertahankan pengguna HP murah.

Di tengah tren premiumisasi yang relatif stabil namun margin yang tertekan, vendor juga akan semakin mengandalkan pengembangan software, ekspansi ekosistem, dan layanan digital sebagai sumber pertumbuhan baru dalam beberapa kuartal mendatang, dihimpun KompasTekno dari situs resmi Counterpoint.

Tag:  #riset #pasar #smartphone #global #turun #persen #awal #2026 #imbas #krisis #memori

KOMENTAR