IDC: Pasar Smartphone Global Anjlok 4 Persen Akibat Krisis Memori
Suasana pengunjung ITC Roxy Mas yang semakin sepi di setiap lantainya(KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto)
10:24
16 April 2026

IDC: Pasar Smartphone Global Anjlok 4 Persen Akibat Krisis Memori

- Pasar smartphone dunia triwulan pertama (Januari-Maret) 2026 dilaporkan turun 4,1 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu atau year over year (YoY).

Temuan ini diterbitkan firma riset pasar International Data Corporation (IDC) dalam laporan terbaru tentang pengiriman global kuartal I-2026, berdasarkan data awal yang dihimpun perusahaan.

Lebih spesifik, selama periode itu sekitar 289,7 juta perangkat dikapalkan (shipment). Jumlahnya menurun dibandingkan kuartal I-2025 dengan volume 302 juta unit.

IDC menyabut krisis memori hingga kenaikan harga smartphone menjadi faktor utama lesunya pasar ponsel awal tahun 2026.

Baca juga: Riset IDC: Pasar Smartphone 2026 Terancam Suram

Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal menjelaskan bahwa krisis memori langsung berdampak pada pengiriman dan permintaan ponsel.

"Ketersediaan memori yang terbatas memaksa pemangkasan pengiriman, sementara harga memori yang jauh lebih tinggi mendorong kenaikan biaya bahan baku dan mendesak kenaikan harga oleh banyak merek ternama," kata Popal.

"Di beberapa pasar negara berkembang, harga naik hingga 40-50 persen yang berdampak signifikan terhadap permintaan di wilayah yang sensitif pada harga," imbuhnya, dikutip dari situs resmi IDC.

Kondisi yang dijelaskan Popal sudah terjadi di Indonesia. Di Tanah Air, hampir semua vendor smartphone telah menaikkan harga. Kenaikan harga tidak berlaku untuk semua model.

Kendati demikian, setiap segmen, mulai dari entry-level, mid-range, hingga flagship sebagian mengalami kenaikan.

Baca juga: Tren HP Murah China Berubah, Tanda-tandanya Terlihat di Indonesia

Vendor smartphone sebenarnya memasang strategi termasuk pengendalian biaya yang lebih ketat, memangkas aktivitas pemasaran dan saluran distribusi, hingga memangkas spesifikasi perangkat. Namun langkah tersebut dinilai belum mampu mendongkrak pertumbuhan pasar.

"Tahun ini merupakan titik balik kritis bagi vendor untuk berinovasi karena meningkatnya biaya komponen, energi, dan logistik akibat perang di Timur Tengah," ujar Popal.

Samsung kuasai pasar

Dalam laporan yang sama, IDC memaparkan daftar lima vendor smartphone yang paling berkontribusi atas pasar smartphone triwulan pertama 2026.

Samsung memimpin daftar dengan menempati peringkat pertama. Perusahaan asal Korea Selatan ini mengapalkan sekitar 62,8 juta unit smartphone dan membukukan 21,7 persen pangsa pasar. Pangsa pasarnya naik dibanding 20,1 persen pada kuartal I-2025.

Menurut IDC, kinerja positif Samsung periode ini didukung oleh permintaan yang kuat dari Galaxy S26 Ultra. Selain itu, peluncuran Gaalxy A series yang lebih dini juga dinilai membantu mengisi kesenjangan Galaxy S26 yang rilis lebih lama ketimbang model sebelumnya.

Apple menempati peringkat kedua dengan total unit terkirim sebanyak 61,1 juta dan pangsa pasar 19,6 persen. Perumbuhan pengiriman Apple mencapai 3,3 persen, didorong oleh kinerja yang kuat dari iPhone 17 series, terutama di China.

Samsung dan Apple juga menjadi dua vendor terbesar yang membukukan pertumbuhan positf. Sementara tiga vendor lainnya mencatatkan pertumbuhan minus.

Baca juga: IDC: Krisis Memori Ancam Pasar PC Tahun 2026

Xiaomi misalnya yang menempati peringkat ketiga, hanya mengirimkan 33,8 juta unit, turun 19,1 persen dibanding 41,8 juta pada kuartal I-2025. Menurut IDC, Xiaomi memangkas pengiriman ponsel model lama, guna menghindari kenaikan harga, sehingga memengaruhi pertumbuhannya.

Pertumbuhan pengiriman Oppo juga menurun 9,9 persen menjadi 30,7 juta unit dari kuartal I-2025 sebanyak 34,1 juta unit. Vendor smartphone ini disebut IDC punya kinerja positif di China, sehingga membantu mendongkrak pertumbuhan global tidak merosot tajam.

Pertumbuhan Oppo juga tak lepas dari integrasi perusahaan dengan Realme.

Sementara itu Vivo menempati peringkat kelima dalam daftar, karena mengapalkan 21,2 juta unit ponsel. Pertumbuhannya turun 6,8 persen YoY, karena pada tahun lalu mengapalkan 22,7 juta unit.

Pertumbuhan Vivo juga didorong kinerja positif di China sebagai pasar terbesarnya, serta performa yang stabil di India. Rincian lima besar vendor smartphone dunia kuartal I-2026 bisa dilihat pada tabel berikut.

Vendor

Pengiriman

kuartal I-2026

Pangsa pasar

kuartal I-2026

Pengiriman

kuartal I-2025

Pangsa pasar

kuartal I-2025

Pertumbuha YoY
Samsung 62,8 juta unit 21,7 persen 60,6 juta unit 20,1 persen 3,6 persen
Apple 61,6 juta unit 21,1 persen 59,1 juta unit 19,6 persen 3,3 persen
Xiaomi 33,8 juta unit 11,7 persen 41,8 juta unit 13,8 persen -19,1 persen
Oppo 30,7 juta unit 10,6 persen 34,1 juta unit 11,3 persen -9,9 persen
Vivo 21,2 juta unit 7,3 persen 22,7 juta unit 7,5 persen -6,8 persen
Lainnya 80,1 juta unit 27,6 persen 83,6 juta unit 27,7 persen -4,2 persen
Total 289,7 juta unit 100 persen 302 juta unit 100 persen -4,1 persen

Di luar 5 besar, vendor seperti Honor, Lenovo (Motorola), dan Huawei juga dilaporkan IDC membukukan pertumbuhan positif.

Honor jadi vendor dengan pertumbuhan tertinggi di antara 10 besar, yaitu 24 persen YoY, karena mengalihkan fokus ke ekspansi luar negeri.

Baca juga: Pasar Chip Global Naik 25,6 Persen, Menuju Rp 16.000 Triliun Tahun Ini

Proyeksi pasar ponsel ke depan

Menurut IDC penurunan pertumbuhan pasar ponsel 4 persen pada kuartal I-2026 ini menjadi indikasi awal dari tekanan yang lebih besar ke depan.

Research Director Mobile Phones IDC, Anthony Scarsella, menyoroti bahwa kenaikan harga memori menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi pasar.

Pasar negara maju seperti Amerika Serikat dinilai lebih tahan terhadap dampak ini karena didominasi oleh perangkat premium. Selain itu, program seperti trade-in dan skema pembiayaan membantu menjaga daya beli konsumen.

Sebaliknya, pasar negara berkembang yang bergantung pada perangkat murah di bawah 200 dollar AS (sekitar Rp 3,4 juta) akan menghadapi tekanan lebih besar karena keterbatasan pilihan akibat kenaikan biaya produksi.

Baca juga: Xiaomi Ungkap Biaya RAM Naik Rp 3,7 Juta, Harga HP Terdampak

Meski prospek pengiriman perangkat terlihat negatif, industri smartphone justru bergerak menuju kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP).

Hal ini dipicu oleh meningkatnya biaya komponen serta strategi vendor yang berfokus pada portofolio produk dengan nilai lebih tinggi.

Tren premiumisasi diperkirakan akan terus berlanjut, bahkan ketika harga memori mulai stabil pada paruh kedua 2027.

Artinya, lanskap pasar smartphone ke depan akan semakin didominasi oleh perangkat dengan harga lebih tinggi, sementara segmen entry-level berpotensi semakin terpinggirkan, dihimpun KompasTekno dari situs resmi IDC.

Tag:  #pasar #smartphone #global #anjlok #persen #akibat #krisis #memori

KOMENTAR