Canva Klaim Jadi AI Terbesar ke-3 Dunia, Pengguna Tembus 265 Juta
- Platform desain grafis Canva kini digunakan oleh lebih dari 265 juta pengguna per bulan. Hal ini dibagikan perusahaan yang berbasis di Australia tersebut dalam acara tahunan Canva Create 2026 yang digelar Kamis (16/4/2026).
Jumlah itu terhitung meningkat dibanding 260 juta pengguna per bulan pada Desember 2025.
Selain jumlah pengguna per bulan, jumlah pelanggan berbayar Canva juga naik menjadi 31 juta dibanding Canva Create 2025 sebesar 24 juta.
Canva juga mengumumkan jumlah pendapatan tahunannya pada akhir tahun 2025 yaitu lebih dari 4 miliar dollar AS (sekitar Rp 68 triliun).
Baca juga: 10 Aplikasi Desain Selain Canva yang Bisa Diakses Gratis
"Tahun ini menandai tahun ke-9 kami untung secara berturut-turut, berdasarkan arus kas dan posisi keuangan kami cukup kuat untuk bersaing di era AI," kata Cliff Obrecht, co-founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) Canva.
Bisnis B2B juga diklaim tumbuh positif hingga menghasilkan pendapatan lebih dari 500 juta dollar AS (sekitar Rp ). Begitu pula dengan bisnis enterprise yang tumbuh lebih dari 100 persen dari tahun ke tahun (YoY).
Pengguna AI terbesar ke-3
Obrecht juga sesumbar bahwa Canva merupakan layanan bertenaga AI ketiga terbesar dunia berdasarkan volume penggunanya, sebagaimana laporan perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz (A16Z).
Posisinya membuntuti ChatGPT di peringkat pertama dan Gemini di peringkat kedua.
"Dalam hal berapa banyak pelanggan menggunakan alat AI, Canva mengalami pertumbuhan tercepat dibandingkan perusahaan software besar lainnya. Produk AI kami telah dipakai lebih dari 27 miliar kali," beber Obrecht.
Cliff Obrecht, co-founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) Canva dalam briefing Canva Create 2026 yang digelar secara online
Adapun secara umum, teknologi AI terbilang belum begitu membumi. Ilustrasi yang dibagikan Cliff menunjukkan bahwa hanya sekitar sepertiga orang di dunia yang memakai kecerdasan buatan. Namun ilustrasi itu tidak disertai dengan rincian data lainnya seperti persentase pengguna.
Mayoritas pengguna juga masih memakai AI gratisan. Hanya sebagian kecil pengguna saja yang bersedia membayar layanan AI atau memakai AI untuk coding.
Baca juga: Indonesia Paling Banyak Bikin Desain Canva se-Asia, Tembus 1 Miliar
Meski demikian, Cliff meyakini bahwa adopsi AI termasuk agen AI, bakal kian meningkat seiring dengan mekanisme penggunaan fitur berbasisi AI seperti di Canva yang dibuat kian mudah. Kemudahan itu dihadirkan lewat serangkaian fitur bertenaga AI baru di platform desain grafis tersebut.
Deretan fitur ini juga menandai peralihan era Canva yang semua merupakan platform desain bertenaga AI menjadi sebaliknya.
"Kami sangat bersemangat memaparkan era berikutnya dari Canva saat kami berkembang dari platform desain dengan alat AI, ke platform AI dengan alat desain," ujar Cliff.
Rilis Canva AI 2.0
Dalam acara Canva Create 2026, Canva juga mengumumkan rangkaian fitur AI terbarunya "Canva AI 2.0".
Menurut pendiri dan CEO Canva, Melanie Perkins, Canva AI 2.0 ibarat rekan kreatif pengguna yang membawa berbagai hal di satu tempat, sehingga memudahkan pengguna menyalurkan ide menjadi nyata.
"Canva AI 2.0 memperkenalkan lapisan arsitektur baru canggih yang menata ulang seluruh proses desain," jelas Perkins
"Kami juga memperkenalkan lima workflow cerdas yang canggih untuk menyelesaikan pekerjaan dari awal hingga akhir, menjadikan Canva sebagai sistem utama dalam menyelesaikan pekerjaan," lanjutnya.
Total terdapat sembilan fitur baru dalam Canva AI 2.0. Empat di antaranya merupakan fitur pembuatan desain, dan lima lainnya adalah fitur penunjang aktivitas pengguna.
Fitur-fitur baru Canva 2.0 bisa disimak di artikel tautan berikut ini.
Tag: #canva #klaim #jadi #terbesar #dunia #pengguna #tembus #juta