BREAKING NEWS: CEO Apple Tim Cook Mengundurkan Diri
- Sebuah kejutan besar datang dari raksasa teknologi asal Cupertino. Setelah hampir 15 tahun menakhodai salah satu perusahaan paling berharga di dunia, Tim Cook secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Chief Executive Officer (CEO) Apple.
Dihimpun KompasTekno dari New York Times, Selasa (21/4/2026), transisi kepemimpinan ini akan berlaku efektif mulai 1 September 2026 mendatang.
Posisi puncak tersebut akan diserahkan kepada John Ternus, yang saat ini menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering di Apple.
Baca juga: Apple “Sogok” Karyawan Miliaran Rupiah agar Tak Pindah ke OpenAI dan Meta
Meski menanggalkan jabatan CEO, pria berusia 65 tahun tersebut tidak akan benar-benar meninggalkan perusahaan yang telah membesarkan namanya. Cook akan bertransisi ke peran baru sebagai Executive Chairman di jajaran dewan direksi Apple.
Dari "Supply Chain" Menuju Valuasi Rp 65.000 Triliun
Tim Cook mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan Apple pada 24 Agustus 2011, tepat sebelum kepergian sang pendiri legendaris, Steve Jobs.
Kala itu, banyak pihak meragukan apakah seorang ahli rantai pasok (supply chain) seperti Cook mampu mempertahankan keajaiban inovasi era Jobs.
Namun, angka berbicara lebih nyaring. Di bawah tangan dinginnya, Apple tidak hanya bertahan, tetapi berevolusi menjadi raksasa finansial yang tak tertandingi.
Sepanjang masa jabatannya, kapitalisasi pasar Apple meroket lebih dari 1.000 persen, dari sekitar 350 miliar dollar AS menjadi menembus 4 triliun dollar AS (sekitar Rp 65.000 triliun), menjadikannya perusahaan pertama dalam sejarah yang berhasil menyentuh tonggak valuasi 1, 2, dan 3 triliun dollar AS.
Pendapatan tahunan perusahaan juga meroket tajam dari 108 miliar dollar AS pada 2011 menjadi lebih dari 416 miliar dollar AS pada tahun fiskal 2025.
Selain pencapaian finansial, era kepemimpinan Cook juga melahirkan sejumlah lini produk baru yang kini menjadi tulang punggung perusahaan.
Baca juga: Apple AirTag Generasi Kedua Resmi di Indonesia, Ini Harganya
Di bawah pengawasannya, Apple sukses meluncurkan Apple Watch, AirPods, transisi ke chipset kustom Apple Silicon (M-series), hingga perangkat mixed reality Apple Vision Pro.
Cook juga secara dramatis mengekspansi divisi Layanan (Services), mengubah App Store, Apple Music, dan iCloud menjadi mesin pencetak uang berbiaya tinggi.
"Ini adalah keistimewaan terbesar dalam hidup saya untuk bisa menjadi CEO Apple dan dipercaya memimpin perusahaan yang begitu luar biasa," tulis Cook dalam surat terbuka yang dirilis Apple.
Mengenal John Ternus, Sang Penerus Takhta
John Ternus, Senior vice president of Hardware Engineering di Apple dinilai sebagai kandidat yang paling mungkin untuk menggantikan Tim Cook.
Sebagai penerus takhta, nama John Ternus sejatinya sudah tidak asing di kalangan internal maupun pengamat teknologi. Bergabung dengan tim desain produk Apple sejak 2001, Ternus memiliki gelar sarjana di bidang Teknik Mesin dari University of Pennsylvania.
Kariernya terus menanjak hingga ditunjuk menjadi Vice President of Hardware Engineering pada 2013, dan masuk ke jajaran eksekutif (executive team) pada 2021.
Ternus merupakan sosok sentral di balik pengembangan perangkat keras dari berbagai lini produk utama Apple, mulai dari iPhone, iPad, Mac, hingga AirPods.
Dalam pernyataannya, Tim Cook memuji Ternus sebagai sosok yang memiliki "pemikiran seorang insinyur, jiwa seorang inovator, dan hati untuk memimpin dengan integritas."
Baca juga: Inikah Kandidat Kuat CEO Apple Pengganti Tim Cook?
Menyusul perombakan ini, Arthur Levinson yang selama 15 tahun terakhir menjabat sebagai Non-Executive Chairman Apple, akan bergeser menjadi Lead Independent Director.
Sementara itu, John Ternus juga akan otomatis bergabung menjadi anggota dewan direksi (board of directors) Apple pada 1 September mendatang.
Pengumuman mendadak ini sempat membuat pasar saham sedikit terkejut. Laporan mencatat, nilai saham Apple (AAPL) sempat mengalami penurunan sekitar 1 persen pada sesi perdagangan di luar jam kerja (after-hours trading) menyusul pengumuman transisi kepemimpinan ini, sebelum akhirnya mulai stabil.