4 Skenario jika Perundingan AS-Iran di Pakistan Temui Jalan Buntu
Suasana menjelang negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).(AFP/POOL/JACQUELYN MARTIN)
22:12
21 April 2026

4 Skenario jika Perundingan AS-Iran di Pakistan Temui Jalan Buntu

- Para analis mengatakan bahwa terdapat berbagai kemungkinan bagaimana konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berlanjut setelah perundingan.

Gencatan senjata akan berakhir pada hari Rabu (22/4/2026) tanpa kejelasan apakah akan diperpanjang di tengah peningkatan ketegangan selama beberapa hari terakhir.

Washington dan Teheran masih belum secara resmi menunjukkan kepastian terkait negosiasi putaran kedua.

Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan memimpin tim negosiator AS di Islamabad, namun Teheran belum mengkonfirmasi partisipasinya dalam putaran negosiasi terbaru ini.

Dilansir Al Jazeera, Selasa (21/4/2026), berikut beberapa skenario yang bisa terjadi jika perundingan kedua menemui jalan buntu:

Baca juga: Trump Klaim AS Tangkap Kapal yang Bawa Hadiah dari China untuk Iran


1. Pembicaraan terjadi dan ada kesepakatan sementara

Pakistan berupaya agar AS dan Iran menyetujui negosiasi selama beberapa hari, demikian sumber yang dekat dengan upaya mediasi tersebut mengatakan kepada Al Jazeera.

Para mediator di Islamabad berupaya mencapai "nota kesepahaman" antara AS dan Iran untuk mengulur waktu guna mencapai kesepakatan akhir dan memperpanjang gencatan senjata.

“Keberhasilan bukanlah kesepakatan final. Itu akan menjadi pemahaman sementara yang memperpanjang pembicaraan, menstabilkan gencatan senjata, dan menciptakan kerangka kerja untuk menukar langkah-langkah nuklir dengan pencabutan sanksi,” kata Ali Vaez, direktur proyek Iran untuk lembaga think tank International Crisis Group.

Namun, terdapat perbedaan mencolok dalam tuntutan dan harapan dari kedua belah pihak, termasuk mengenai program nuklir Teheran dan kendali atas Selat Hormuz.

Baca juga: Presiden AS Trump Tidak Ingin Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran

2. Negosiasi selesai tanpa kesepakatan, tapi ada perpanjangan gencatan senjata

Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan. Pertemuan Pakistan dan Iran Bahas 3 Poin Penting, Akankah Perang Segera Berakhir?Chat GPT Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan. Pertemuan Pakistan dan Iran Bahas 3 Poin Penting, Akankah Perang Segera Berakhir?

Agar terjadi kemajuan yang berarti dalam pembicaraan perlu ada kompromi dari kedua belah pihak.

“Jika kedua pihak tidak mengubah pendirian mereka, tidak akan ada kesepakatan di Islamabad,” kata Aniseh Bassiri Tabrizi, peneliti di Program Timur Tengah dan Afrika Utara di lembaga think tank Chatham House.

Menurutnya, saat ini terdapat kesenjangan yang terlalu besar untuk mencapai kesepakatan. “Kecuali jika itu berubah, kecil kemungkinan kita akan melihat kesepakatan,” katanya.

Belakangan, Trump mempertegas pendiriannya agar Iran menghentikan semua pengayaan uranium serta menyerahkan persediaan nya saat ini. Dan Teheran telah menolak tuntutan tersebut.

Menurut Tabrizi, bahkan tanpa adanya terobosan dalam negosiasi, kedua pihak mungkin akan menyepakati semacam perpanjangan sementara gencatan senjata, yang akan memberi diplomasi kesempatan lain.

Baca juga: Trump Yakin AS Ada di Posisi Kuat, Klaim Iran Tak Punya Pilihan

3. Tidak ada pembicaraan, tapi gencatan senjata diperpanjang

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa gencatan senjata berakhir pada Rabu malam waktu Washington dan tidak mungkin akan memperpanjangnya jika tidak ada kesepakatan.

Namun, para analis menyebut tidak mengejutkan jika muncul unggahan mendadak di Truth Social miliknya yang memperpanjang gencatan senjata, bahkan jika Iran menolak hadir dalam pembicaraan di Islamabad.

“Ini (akan) menjadi jeda yang rapuh, bukan gencatan senjata yang langgeng. Selama tekanan maritim dan saling tuduh terus berlanjut, risiko salah perhitungan tetap sangat tinggi,” kata Vaez.

“Tanpa kerangka diplomatik, itu hanya akan mengulur waktu, bukan membangun stabilitas,” tambahnya.

Baca juga: Situasi Makin Panas, Pasukan AS Sergap Kapal Terkait Iran Dekat Indonesia

4. Perundingan gagal dan gencatan senjata berakhir

Jet tempur F/A-18 Hornet Amerika Serikat saat berada di kapal induk USS Dwight D Eisenhower (CVN 69) (IKE), yang sedang transit di Selat Hormuz pada 26 November 2023.US NAVY/KADE BISE via AFP Jet tempur F/A-18 Hornet Amerika Serikat saat berada di kapal induk USS Dwight D Eisenhower (CVN 69) (IKE), yang sedang transit di Selat Hormuz pada 26 November 2023.

Ancaman Trump untuk memulai kembali pemboman Iran jika tidak ada kesepakatan juga membuka skenario lain.

“Lalu banyak bom akan mulai meledak,” kata Trump kepada PBS News pada Senin (20/4/2026), ketika ditanya tentang apa yang akan terjadi jika gencatan senjata berakhir.

Di sisi lain, ketua parlemen Iran Bagher Ghalibaf mengatakan pada Selasa (21/4/2026) bahwa Trump "berupaya mengubah meja perundingan ini, dalam imajinasinya sendiri, menjadi meja penyerahan diri atau untuk membenarkan kembali provokasi perang".

“Kami telah bersiap untuk mengungkap kartu-kartu baru di medan perang,” tambahnya, mengisyaratkan bahwa Teheran siap secara militer untuk dimulainya kembali pertempuran.

Namun jika gencatan senjata gagal, “babak selanjutnya kemungkinan akan menjadi sangat buruk dengan cepat,” Vaez memperingatkan.

“AS kemungkinan akan menargetkan infrastruktur penting di Iran, yang pada gilirannya akan membakar seluruh wilayah lainnya.”

Tag:  #skenario #jika #perundingan #iran #pakistan #temui #jalan #buntu

KOMENTAR