Transformasi Supply Chain Berbasis Data, Cara Baru Tingkatkan Efisiensi dan Kurangi Risiko
Ilustrasi transformasi digital. [Unsplash]
17:48
21 April 2026

Transformasi Supply Chain Berbasis Data, Cara Baru Tingkatkan Efisiensi dan Kurangi Risiko

Transformasi digital berbasis data semakin menjadi tulang punggung industri modern. PT Kalbe Farma Tbk menegaskan pentingnya optimalisasi data dalam membangun rantai pasokan (supply chain) yang tangguh melalui ajang Kalbe Analytics Expo 2026 (KAE 2026).

Mengusung tema “The Resilient Chain: Optimizing the Flow from Production to Delivery Through Data”, acara ini menyoroti bagaimana analitik data mampu meningkatkan efisiensi dari proses produksi hingga distribusi.

Inisiatif tersebut menghadirkan berbagai perspektif dari sektor manufaktur, logistik, distribusi, hingga praktisi teknologi data.

Direktur Kalbe, Sie Djohan, menegaskan bahwa data kini menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika pasar global.

“Data adalah kunci membangun rantai pasokan yang tangguh dan adaptif di tengah berbagai perubahan pasar global. Melalui data yang akurat, kita dapat memastikan setiap elemen dari produksi hingga distribusi berjalan efisien dan tepat waktu,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan data tidak hanya berdampak pada operasional, tetapi juga pada strategi bisnis jangka panjang.

Mengacu pada riset McKinsey & Company, perusahaan berbasis data memiliki peluang 23 kali lebih besar dalam menarik pelanggan dan 19 kali lebih besar dalam meningkatkan profitabilitas.

Kalbe Analytics Expo 2026 dengan tema “The Resilient Chain: Optimizing the Flow from Production to Delivery Through Data” di Jakarta, Selasa (21/4/2026). [Kalbe] Kalbe Analytics Expo 2026 dengan tema “The Resilient Chain: Optimizing the Flow from Production to Delivery Through Data” di Jakarta, Selasa (21/4/2026). [Kalbe]

“Data yang jelas dan akurat sangat penting untuk pengambilan keputusan yang mendukung inovasi, sehingga mampu menciptakan sistem rantai pasokan yang terintegrasi untuk memitigasi risiko dan meningkatkan transparansi,” lanjutnya.

Data Real-Time dan Prediktif Jadi Game Changer

General Manager Enterprise Customer Solution Telkomsel & Ketua WANTRII, Fadli Hamsani, menekankan pentingnya penggunaan data real-time dalam mitigasi risiko operasional.

“Dengan real-time data, kita bisa beralih dari sekadar ‘pemadam kebakaran’ operasional menjadi sistem peringatan dini yang mampu memprediksi hambatan sebelum terjadi,” jelasnya.

Sementara itu, Chief Operating Officer SIRCLO, Danang Cahyono, mengibaratkan data sebagai sistem saraf dalam rantai pasokan modern.

“Data adalah ‘nervous system’ yang menghubungkan seluruh bagian dalam rantai pasokan. Tanpa integrasi data, operasional menjadi rentan terhadap gangguan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya analitik untuk mengurangi dead time di gudang dan memastikan pengiriman tepat waktu.

Pendapat serupa disampaikan CEO MOSTRANS, Berty Argiyantari, menekankan penggunaan analitik prediktif end-to-end.

“Dengan analisis prediktif, kita dapat mengantisipasi hambatan distribusi sekaligus menjaga stabilitas dan efisiensi di seluruh rantai pasokan,” ungkapnya.

Ajang tahunan ini menjadi bagian dari komitmen Kalbe dalam mendorong budaya data-driven decision making. Sebelumnya, KAE telah mengangkat tema “Unlocking Insights, Unveiling Possibilities” pada 2024 dan “Next-Gen Analysis” pada 2025.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #transformasi #supply #chain #berbasis #data #cara #baru #tingkatkan #efisiensi #kurangi #risiko

KOMENTAR