Trump Sebut Tim Cook Lebih Hebat dari Steve Jobs, Fanboy Apple Geram
Presiden AS. Trump Akui Ingin Mengambil Minyak Iran, Akankah Bernasib Seperti Venezuela?(AFP/JIM WATSON)
06:12
23 April 2026

Trump Sebut Tim Cook Lebih Hebat dari Steve Jobs, Fanboy Apple Geram

- Keputusan Tim Cook untuk mundur dari kursi CEO Apple tidak hanya menjadi tajuk utama di industri teknologi, tetapi juga memantik keributan di ranah politik dan media sosial. Pemicu utamanya tak lain adalah komentar dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Alih-alih sekadar memberikan ucapan selamat purnatugas, Trump justru melempar pernyataan overclaim yang sangat provokatif.

Melalui unggahan panjang di jejaring sosial Truth Social, Selasa waktu setempat, ia tak segan merendahkan warisan inovasi mendiang pendiri Apple, Steve Jobs, demi memuji Tim Cook setinggi langit.

Dalam unggahannya, Trump secara blak-blakan meremehkan potensi Jobs jika sang pendiri tersebut tidak meninggal dunia pada 2011 silam.

"Jika Steve tidak diambil dari planet Bumi di usia yang begitu muda, dan memimpin perusahaan alih-alih Tim, perusahaan ini akan berjalan baik, tetapi kesuksesannya tidak akan bisa mendekati apa yang telah dicapai di bawah Tim," tulis Trump.

Baca juga: 7 Bos Teknologi yang Pernah Dipecat dari Perusahaannya Sendiri, Ada Steve Jobs dan Jack Ma

Klaim ini sontak menjadi bola liar yang meledakkan amarah para fanboy Apple dan pengamat teknologi, seperti dihimpun KompasTekno dari Forbes.

Trump dinilai terlalu dangkal karena hanya mengukur kata "sukses" murni dari kacamata kapitalisasi pasar saham, sembari "menampar" fondasi inovasi perusahaan tersebut.

Sejumlah warganet merespons dengan analogi tajam, memuji Cook sambil merendahkan Jobs ibarat memuji manajer restoran yang bisa melipatgandakan keuntungan, tetapi meremehkan koki yang menciptakan resep rahasia restoran tersebut sejak awal.

Secara faktual, membandingkan keduanya adalah sebuah miskonsepsi. Steve Jobs adalah sang arsitek visioner yang mengambil risiko gila-gilaan melahirkan iPhone, menyelamatkan Apple dari jurang kebangkrutan.

Baca juga: 10 Karya Terpenting Steve Jobs

Tanpa produk revolusioner warisan Jobs, Tim Cook tidak akan pernah memiliki produk untuk dioptimalkan.

Di sisi lain, Cook adalah eksekutor andal dan maestro rantai pasok yang sukses mengoptimalkan biaya produksi, mengekspansi pasar, dan meroketkan valuasi Apple dari 350 miliar dollar AS menjadi 4 triliun dollar AS.

Pujian untuk Cook tentu sangat valid, tapi menihilkan peran Jobs jelas merupakan sebuah klaim berlebihan yang dirancang untuk membikin heboh.

Baca juga: John Ternus Jadi CEO Apple, Pernah Sukses Besar hingga Blunder Fatal

Bermula dari telepon "cari muka"

Terlepas dari kontroversi itu, Trump juga membongkar "rahasia" kedekatannya dengan Cook, yang bermula dari sebuah panggilan telepon krusial di awal masa jabatan pertamanya sebagai presiden.

Cook saat itu tengah menghadapi masalah besar yang menurut Trump hanya bisa diselesaikan oleh seorang presiden. Menyadari taktik Cook yang mau turun tangan langsung, Trump pun merasa sangat tersanjung.

"Saat saya mendapat telepon itu, saya bilang, 'Wow, ini Tim Apple (Cook!) yang menelepon, betapa hebatnya itu?' Saya sangat bangga pada diri saya sendiri karena bos Apple menelepon untuk 'mencari muka' kepada saya," kenang Trump.

Trump mengeklaim telah memberikan "3 atau 4 Bantuan Besar" kepada Apple, yang membuat masalah perusahaan terselesaikan dengan cepat dan efektif.

Meski begitu, Trump bergurau bahwa ia tidak selalu menuruti permintaan Cook karena kadang permintaannya dirasa "terlalu agresif".

"Kariernya nyaris tak tertandingi... Secara sederhana, Tim Cook adalah pria yang luar biasa!!!" seru Trump.

Yang menarik, meski Tim Cook akan menyerahkan kemudi CEO kepada Kepala Hardware Apple, John Ternus, pada 1 September 2026 mendatang, Cook tampaknya masih akan menjadi sosok yang meladeni intrik politik Donald Trump.

Setelah lengser, Cook akan bertransisi menjadi Executive Chairman. Apple menyebutkan bahwa Cook akan terus membantu perusahaan di urusan makro, "termasuk berinteraksi dengan para pembuat kebijakan di seluruh dunia."

Dengan kata lain, John Ternus bisa fokus mengurus bisnis dan meracik lini produk perangkat keras kecerdasan buatan (AI) tanpa direcoki drama lobi-lobi politik Gedung Putih.

Baca juga: iPhone 16 Diblokir, CEO Apple Kini Tak Sebut Indonesia Lagi

CEO Apple, Tim Cook, memberikan hadiah patung berbentuk lempengan kaca bundar beralas emas 24 karat kepada Presiden Donald Trump dalam acara konferensi pers di Oval Office, White House pada hari Rabu (6/8/2025). The Washington Post CEO Apple, Tim Cook, memberikan hadiah patung berbentuk lempengan kaca bundar beralas emas 24 karat kepada Presiden Donald Trump dalam acara konferensi pers di Oval Office, White House pada hari Rabu (6/8/2025).

Penghormatan dari para rival

Kehebohan gaya Trump tentu saja sangat kontras dengan respons elegan dari para petinggi raksasa teknologi lain yang selama ini bertarung sengit melawan Apple di pasaran.

CEO Google, Sundar Pichai, memberikan ucapan selamat yang hangat melalui cuitannya di platform media sosial X.

"Selalu menyenangkan bisa bertukar pikiran dengan Anda. Selamat untuk John," tulis Pichai.

Sentimen serupa diutarakan oleh CEO Microsoft, Satya Nadella, yang memuji Cook karena telah mengukuhkan standar industri teknologi yang luar biasa tinggi selama 15 tahun masa jabatannya.

"Sungguh perjalanan yang luar biasa. Sangat menyenangkan bisa berpartner dengan Anda selama bertahun-tahun," ungkapnya.

Tak ketinggalan, CEO OpenAI, Sam Altman, yang perusahaannya kini menjadi mitra krusial Apple berkat integrasi ChatGPT, turut memberikan penghormatan terakhir.

Altman mendeskripsikan Cook sebagai "manusia paling baik, teladan nyata dari kepemimpinan yang tulus, teguh pada prinsip, dan eksekusi yang konsisten".

Tag:  #trump #sebut #cook #lebih #hebat #dari #steve #jobs #fanboy #apple #geram

KOMENTAR