AI DeepSeek V4 Dirilis, Jadi Pintu Keluar China dari Ketergantungan pada Nvidia
Ilustrasi chip AI buatan China.(bestartup)
07:57
27 April 2026

AI DeepSeek V4 Dirilis, Jadi Pintu Keluar China dari Ketergantungan pada Nvidia

- Upaya China untuk mengurangi ketergantungan pada chip kecerdasan buatan (AI) dari Amerika Serikat mulai terlihat nyata. 

Startup AI asal China, DeepSeek, merilis pratinjau model AI terbaru yang dioptimalkan agar dapat berjalan di chip Ascend milik Huawei

Model AI bernama DeepSeek V4 ini menjadi sinyal kuat bahwa ekosistem AI China mulai beralih dari ketergantungan mereka terhadap sistem GPU milik Nvidia

Seperti yang diketahui, selama ini, sebagian besar model AI global, termasuk di China, dikembangkan menggunakan ekosistem CUDA milik Nvidia untuk proses pelatihan dan inferensi. 

Nah kini, DeepSeek tampaknya mulai memutus pola ketergantungan tersebut karena model V4 ini diklaim telah menyelesaikan adaptasi inferensi pada platform Ascend Huawei.

Dengan demikian, hal ini menandakan bahwa implementasi pada chip domestik hasil produksi perusahaan AI China mulai beralih dari tahap uji coba menuju penerapan praktis.

Baca juga: DeepSeek AI Pakai Ribuan Chip Nvidia “Selundupan” dari Asia Tenggara?

Bisa jalan di dua ekosistem chip

DeepSeek V4 hadir dalam dua versi, yaitu Pro dan Flash. Varian Pro diposisikan sebagai versi paling canggih, sedangkan Flash yang lebih ringan. 

Yang menarik, DeepSeek untuk pertama kalinya menempatkan GPU Nvidia dan NPU Ascend milik Huawei dalam satu kerangka validasi perangkat keras. 

Perusahaan menyebut bahwa skema fine-grained expert parallelism yang mereka kembangkan itu telah terverifikasi berjalan di kedua platform tersebut. 

Direktur riset semikonduktor di firma konsultan Omdia, He Hui, mengatakan bahwa langkah ini masuk dalam kategori "perkembangan besar", khususnya bagi industri AI di China. 

"Chip Ascend milik Huawei adalah alternatif terbaik buatan dalam negeri terhadap Nvidia, dan dukungan terhadap DeepSeek V4 menunjukkan bahwa model AI papan atas China kini dapat berjalan di perangkat keras buatan China," ujar Hui, dikutip KompasTekno dari Reuters. 

Performa DeepSeek V4

Logo aplikasi AI asal China, DeepSeek.Dok. DeepSeek Logo aplikasi AI asal China, DeepSeek.

Dari sisi performa, DeepSeek mengeklaim bahwa model V4 mampu memproses lebih dari satu juta token, setara dengan kapasitas konteks model seperti GPT-5.4 dari OpenAI dan Claude Opus 4.6 dari Anthropic.

Token sendiri merupakan satuan untuk menghitung jumlah karakter atau kata yang diproses atau dihasilkan model AI. Satu token bisa berarti satu karakter atau satu kata dalam sebuah kalimat, tergantung dengan hitungan sistem yang kompleks.

Model AI DeepSeek V4 ini juga diklaim menawarkan sejumlah peningkatan pada aspek kemampuan agen, pengetahuan dunia, serta performa penalaran, yang menjadi tolok ukur utama dalam evaluasi AI generasi berikutnya. 

Sementara versi Pro, diklaim mampu menungguli model open-source lain, khususnya dalam tolok ukur pengetahuan dunia, dan hanya berada di bawah model tertutup Gemini-Pro-3.1 milik Google. 

DeepSeek juga menyatakan bahwa V4 sangat cocok untuk pekerjaan AI berbasis agen (AI agents), karena mampu mengeksekusi tugas lebih kompleks dibanding chatbot. 

Model DeepSeek V4 bahkan disebut langsung mendapat perhatian di komunitas global. Model ini tercatat menjadi salah satu yang paling cepat naik ke peringkat atas di platform Hugging Face. 

Sebagai informasi, Hugging Face merupakan sebuah forum populer bagi pengembang (developer) yang biasanya dipakai untuk saling berbagi dan menjalankan model machine learning. 

Kendati membawa sederet kemampuan canggih, model AI terbaru buatan DeepSeek ini disebut masih belum mendukung kemampuan multimodal seperti pembuatan gambar dan video. 

Baca juga: Ironis, Sanksi AS ke China Justru Lahirkan AI DeepSeek Pembunuh ChatGPT

Ilustrasi chip semikonduktor.Digitimes. Ilustrasi chip semikonduktor.

Diperkenalkannya versi pratinjau DeepSeek V4 terjadi di tengah pembatasan ekspor chip canggih oleh Amerika Serikat, yang mendorong China mempercepat pengembangan teknologi mandiri. 

DeepSeek saat ini juga dilaporkan tengah menghadapi kritik dari AS dan perusahaan pesaing, yang menilai kesuksesannya adalah hasil dari pemanfaatan teknologi buatan AS.

Meski demikian, perusahaan membantah tudingan tersebut dan menyatakan tidak secara sengaja menggunakan data sintesis yang dihasilkan oleh perusahaan rivalnya, yaitu OpenAI.

DeepSeek juga mengakui bahwa mereka memang menggunakan chip Nvidia, tetapi tidak menjelaskan apakah chip tersebut termasuk yang terkena pembatasan ekspor. 

Tag:  #deepseek #dirilis #jadi #pintu #keluar #china #dari #ketergantungan #pada #nvidia

KOMENTAR