Jangan Sembarangan Cas HP di Fasilitas Umum, Hati-hati Data Bisa Dicuri
Ilustrasi cas HP di fasilitas umum.(FBI Denver)
12:39
2 Mei 2026

Jangan Sembarangan Cas HP di Fasilitas Umum, Hati-hati Data Bisa Dicuri

- Pengguna kini perlu berhati-hati saat hendak mengisi daya atau mengecas perangkat elektronik seperti HP atau laptop di fasilitas umum. Pengguna sebaiknya tidak asal menghubungkan kabel cas ke fasilitas umum pengisian daya.

Sebab, fasilitas pengisian daya di tempat-tempat publik, seperti bandara, stasiun, dan pusat belanja, bisa tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan malah menjadi media untuk meretas dan mencuri data pengguna yang terdapat di perangkat.

Baca juga: Hacker Iran Serang Infrastruktur Penting AS, Operasional Terganggu dan Rugi Finansial

Modus peretasan dengan memanfaatkan fasilitas pengisian daya di tempat umum ini bernama Juice Jacking. Modus ini terbilang cukup berbahaya karena bisa beroperasi tanpa disadari pengguna. Lantas, sebenarnya apa itu Juice Jacking?

Apa itu Juice Jacking?

Secara umum, Juice Jacking adalah metode peretasan yang dilakukan dengan memanfaatkan port USB. Sebagai sebuah metode peretasan, Juice Jacking sejatinya bukan istilah baru.

Istilah Juice Jacking telah diperkenalkan pada 2011 di DEFCON, konferensi hacker internasional. Istilah Juice Jacking diperkenalkan untuk memperingatkan pengguna agar tidak menghubungkan perangkat ke charging station (stasiun pengecasan) sembarangan.

Sebab, peretasan bisa dilakukan lewat koneksi USB di fasiliitas pengecasan umum. Pada acara DEFCON 2011, untuk memperagakan Juice Jacking, disediakan stasiun pengisian daya gratis dan peserta konferensi ditawari mengecas di sana.

Dikutip dari Techtarget, saat ponsel dicas di stasiun itu, tiba-tiba muncul pesan peringatan untuk tidak melakukan pengisian daya di sembarang tempat karena ponsel dapat terinfeksi kode atau perangkat lunak berbahaya (malware).

Aksi Juice Jacking bisa dilancarkan di berbagai tempat, termasuk fasilitas pengecasan umum yang biasa terdapat di bandara, hotel, dan sebagainya. Juice Jacking dapat dijalankan melalui dua perangkat, yakni port USB dan kabel cas USB.

Dalam menjalankan Juice Jacking, seorang hacker dapat menggunakan port USB untuk mentransfer langsung malware ke stasiun pengisian daya. Atau, bisa juga menggunakan kabel cas USB yang telah diinfeksi malware dan berharap kabel itu dipakai oleh pengguna lain.

Sebagaimana cukup umum diketahui, koneksi USB bukan hanya bisa dipakai untuk mengisi daya, melainkan juga untuk transfer data. Peretasan Juice Jacking bakal berjalan saat pengguna menghubungkan ponselnya ke koneksi USB yang telah terinfeksi malware.

Baca juga: Operasi Senyap 6 Bulan Hacker Bobol Superkomputer China

Jika koneksi USB tersebut diizinkan untuk transfer data maka hacker bisa mengirim malware. Lewat malware yang dikirim via koneksi USB itu, hacker dapat mengendalikan ponsel pengguna dan mencuri data pribadi yang ada di dalamnya.

Metode peretasan Juice Jacking bisa dibilang cukup sulit untuk dikenali. Dengan mata telanjang, pengguna mungkin bakal kesulitan untuk membedakan mana koneksi USB yang aman dan mana yang sudah terinfeksi malware.

Kesulitan dalam membedakan itu dikarenakan bentuk fisik USB yang terinfeksi malware sebagai sarana Juice Jacking sendiri terlihat seperti USB pada umumnya. Akan tetapi, meski sulit dibedakan, bukan berarti tak ada cara mencegah Juice Jacking.

Bila tengah berada di tempat umum dan hendak mengisi daya di fasilitas pengecasan gratis yang tersedia, berikut adalah cara mencegah Juice Jacking, sebagaimana dilansir laman FCC (Federal Communications Commissions).

Cara mencegah Juice Jacking

  • Hindari mengisi daya melalui port USB. Mengisi daya sebaiknya dilakukan lewat stopkontak menggunakan adaptor cas.
  • Usahakan selalu memakai kabel USB milik sendiri.
  • Usahakan buat membawa jenis kabel USB khusus pengisian daya, yang dapat mencegah transfer data saat mengecas.
  • Bila ponsel terhubung ke port USB di tempat pengecasan umum dan muncul pilihan tindakan “charge only” atau “share data”, selalu pilihlah tindakan “charge only” untuk mencegah transfer data yang tidak diinginkan.

Baca juga: AI Bobol OS Teraman Kurang dari 10 Jam, Tim Hacker Elit Butuh Berminggu-minggu

Tag:  #jangan #sembarangan #fasilitas #umum #hati #hati #data #bisa #dicuri

KOMENTAR