Kreator Wajib Tahu Algoritma Baru Instagram, Konten ''Repost'' Bisa Kena Penalti
Ilustrasi Instagram. 17,5 juta data akun Instagram diduga bocor yang memicu banyak pengguna tiba-tiba menerima email reset password padahal tidak memintanya.(Brighter Box)
09:06
5 Mei 2026

Kreator Wajib Tahu Algoritma Baru Instagram, Konten ''Repost'' Bisa Kena Penalti

- Pernah lihat kasus di mana postingan repost justru lebih ramai dari konten aslinya? Hal seperti ini ke depannya akan semakin jarang ditemukan di Instagram.

Jejaring sosial milik Meta ini kini mulai menerapkan aturan main baru yang secara jelas mengutamakan kreator original, sekaligus membatasi jangkauan akun yang hanya mengandalkan repost (mengunggah ulang).

Lewat pembaruan algoritma terbarunya, Instagram tidak lagi merekomendasikan foto dan carousel dari akun aggregator di halaman Explore dan berbagai kanal rekomendasi lainnya.

Dengan ini, bisa diartikan bahwa praktik repost masih boleh, tapi harus "niat" dan tidak bisa lagi asal comot.

IG menjelaskan, kreator original adalah “jantung” platform. Karena itu, konten yang benar-benar dibuat sendiri akan mendapatkan prioritas distribusi lebih luas. Sebaliknya, akun yang hanya mengunggah ulang konten orang lain akan dikenakan penalti berupa penurunan reach.

Baca juga: Merasa Konten IG Gagal? Sekarang Instagram Kasih Tahu Jeleknya di Mana

Penilaian ini dilakukan secara berkala. Instagram akan melihat pola posting dalam periode satu bulan atau 30 hari terakhir. Jika sebagian besar konten berupa repost, akun tersebut akan dikategorikan sebagai aggregator.

Namun, bukan berarti semua repost langsung “dihukum”. Instagram masih mengizinkan penggunaan konten pihak ketiga, selama ada nilai tambah yang jelas.

Misalnya, kreator memposting ulang Reels dengan memberikan konteks tambahan, insight, storytelling, atau sudut pandang berbeda yang membuat konten tersebut terasa baru.

Namun, untuk konten yang hanya sekadar diunggah ulang dengan caption deskriptif, watermark, atau tambahan visual sederhana seperti GIF dan stiker, tetap dianggap tidak original alias cuma asal comot.

Panduan lengkap soal konten original IG

Ilustrasi InstagramSocial Insider Ilustrasi Instagram

Supaya lebih jelas, ini ringkasan aturan yang bisa jadi pegangan kreator di Instagram, sebagaimana dihimpun dari posting @creators:

Yang dianggap konten original:

  • Konten yang dibuat sendiri, baik foto maupun video
  • Konten yang mencerminkan perspektif atau gaya personal kreator
  • Konten yang diolah dari materi orang lain, tapi dengan tambahan yang signifikan
  • Caption yang memberi informasi baru atau insight tambahan
  • Narasi, editing, atau grafis yang benar-benar meningkatkan nilai konten
  • Overlay teks yang tidak hanya menjelaskan, tapi memberi konteks atau hiburan

Yang tidak dianggap sebagai konten original:

  • Repost tanpa tambahan nilai kreatif
  • Caption yang hanya mendeskripsikan ulang isi konten
  • Menambahkan watermark, frame, atau sekadar kredit tanpa perubahan berarti
  • Subtitle yang hanya menyalin isi audio
  • Menambahkan stiker, GIF, atau elemen visual sederhana tanpa konteks
  • Overlay teks yang hanya menjelaskan apa yang sudah terlihat

Selain itu, Instagram juga menyarankan kreator untuk menggunakan fitur resmi seperti collab, remix, atau share ke story jika ingin membagikan karya orang lain.

Baca juga: Instagram Rilis Instants, Aplikasi Foto Sekali Jepret yang Hilang 24 Jam

Cara ini dianggap lebih aman karena tetap memberi atribusi ke kreator asli, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Social Media Today.

      View this post on Instagram      

A post shared by Instagram’s @Creators (@creators)

Tag:  #kreator #wajib #tahu #algoritma #baru #instagram #konten #repost #bisa #kena #penalti

KOMENTAR