Jangan Terkecoh, Kreator Live Shopping di China Ini Mirip Manusia, Aslinya Bukan
Di China, muncul fenomena baru ketika para kreator mulai membuat ?kloning? diri mereka dalam bentuk avatar AI. Tak cuman mirip, avatar AI ini bahkan bisa siaran langsung dan berjualan tanpa henti selama 24 jam.(Sixth Tone)
14:36
5 Mei 2026

Jangan Terkecoh, Kreator Live Shopping di China Ini Mirip Manusia, Aslinya Bukan

- Ada fenomena yang cukup aneh dalam aktivitas siaran langsung jualan di marketplace atau yang biasa disebut live shopping. Banyak kreator di China bisa live shopping selama 24 tanpa henti.

Dalam video yang viral di media sosial seperti di tautan ini, terlihat seorang kreator tetap bisa menjalankan live shopping meski tidak benar-benar tampil aktif.

Baca juga: iPhone Rilisan 2027 Belum Resmi tapi Sudah Ditiru Vendor China

Selain durasinya yang panjang, keanehan berikutnya adalah orang atau kreator yang melakukan siaran jualan. Mereka ini tampak mirip manusia, padahal aslinya bukan. Kreator-kreator ini adalah avatar AI.

Avatar AI buat live shopping di China

Avatar AI yang tampil dalam siaran jualan di China tersebut merupakan "kloning" dari para kreator manusia asli. Kreator manusia asli hanya berada di depan greenscreen dengan pencahayaan sederhana, bahkan tanpa banyak ekspresi atau berbicara.

Namun, tampilan di layar penonton justru berbeda jauh. Avatar AI miliknya tampil rapi, ekspresif, dan penuh energi. Kreator AI ini bisa berbicara, menjelaskan produk, hingga merespons audiens layaknya manusia sungguhan.

Fenomena ini bukan sekadar eksperimen. Di China, penggunaan avatar AI untuk live commerce sudah berkembang pesat dan mulai menunjukkan dampak nyata.

Salah satu contohnya datang dari kreator populer Luo Yonghao yang berkolaborasi dengan perusahaan teknologi Baidu.

Influencer asal Tiongkok, Luo Yonghao, dan rekan pembawa acaranya, Xiao Mu, mencoba siaran langsung pada hari Minggu, 15 Juni 2025, menggunakan avatar digital interaktif yang didasarkan pada model kecerdasan buatan generatif Baidu.via CNBC Influencer asal Tiongkok, Luo Yonghao, dan rekan pembawa acaranya, Xiao Mu, mencoba siaran langsung pada hari Minggu, 15 Juni 2025, menggunakan avatar digital interaktif yang didasarkan pada model kecerdasan buatan generatif Baidu.

Dalam sesi live streaming menggunakan avatar AI selama lebih dari enam jam, penjualan yang dihasilkan mencapai 55 juta yuan atau Rp 930,3 miliar pada 2025 lalu.

Angka ini bahkan lebih tinggi dibanding sesi live sebelumnya yang ia lakukan secara langsung tanpa bantuan AI.

Avatar digital tersebut dibuat dengan melatih model AI menggunakan data video selama bertahun-tahun, sehingga mampu meniru gaya bicara, ekspresi, hingga karakter khas sang kreator.

Berkembang pesat dan lebih efisien

Tren ini sebenarnya sudah mulai muncul beberapa tahun terakhir dan kini berkembang sangat cepat.

Data dari basis bisnis China menunjukkan ada lebih dari 993.000 perusahaan yang bergerak di bidang avatar digital, dengan lebih dari 400.000 di antaranya baru berdiri dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: China Cuci Gudang RAM DDR5 di Tengah Krisis Memori Global

Pada festival belanja online “618” (18 Juni), lebih dari 5.000 brand diketahui menggunakan avatar AI untuk live streaming. Siaran ini ditonton lebih dari 100 juta kali dan menghasilkan lebih dari 5 juta interaksi dari pengguna.

Secara industri, dampaknya juga tidak kecil. Pada 2023, avatar digital diestimasikan sudah menghasilkan pendapatan lebih dari 333 miliar yuan (setara Rp 5.633 triliun) di China.

Angka ini diprediksi melonjak hingga 640 miliar yuan atau sekitar Rp 10.826,2 triliun pada 2025.

Dalam video yang viral di media sosial seperti di link ini, terlihat seorang kreator tetap bisa menjalankan live shopping meski tidak benar-benar tampil aktif. 
Instagram/ thedeepview.co Dalam video yang viral di media sosial seperti di link ini, terlihat seorang kreator tetap bisa menjalankan live shopping meski tidak benar-benar tampil aktif.

Keunggulan utama teknologi ini ada pada efisiensi. Berbeda dengan manusia, avatar AI tidak membutuhkan istirahat dan bisa siaran tanpa henti.

Hal ini memungkinkan kreator dan brand tetap berjualan sepanjang hari tanpa harus terus berada di depan kamera.

Selain itu, penggunaan avatar AI juga memangkas biaya produksi. Tidak perlu lagi studio besar, kru lengkap, atau persiapan panjang.

Tantangan avatar AI buat jualan

Namun, di balik potensinya, penggunaan avatar AI juga memunculkan tantangan.

Sebagian pengguna menilai interaksinya masih terasa kaku dan belum sepenuhnya natural. Ada pula kekhawatiran soal transparansi, karena tidak semua penonton bisa membedakan apakah yang tampil adalah manusia atau AI.

Regulasi pun mulai diterapkan. Platform seperti Douyin (TikTok versi China besutan ByteDance) kini mengharuskan kreator memberi label jika menggunakan avatar AI, serta memastikan tetap ada pengawasan manusia selama siaran berlangsung.

Meski masih terus berkembang, tren ini menunjukkan arah baru industri kreator digital. Dengan bantuan AI, seorang kreator kini bisa “hadir” di banyak tempat sekaligus, bahkan tetap berjualan meski tidak benar-benar sedang online, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari SixthTone dan CNBC.

Baca juga: Robot H1 China Mendekati Kecepatan Lari Usain Bolt

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #jangan #terkecoh #kreator #live #shopping #china #mirip #manusia #aslinya #bukan

KOMENTAR