Google Rilis Gemini 3.5 Flash, Bikin Operasi AI Skala Besar Makin Efisien
Ilustrasi Gemini. Google menyebut chatbot AI miliknya menjadi sasaran upaya peretasan dengan metode pembanjiran prompt untuk mengkloning cara kerja model AI.()
11:33
20 Mei 2026

Google Rilis Gemini 3.5 Flash, Bikin Operasi AI Skala Besar Makin Efisien

- Google resmi memperkenalkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka, Gemini 3.5 Flash.

Model AI ini diperkenalkan dalam ajang kumpul pengembang (developer) Google I/O 2026 yang digelar, Selasa (19/5/2026) waktu Amerika Serikat atau Rabu (20/5/2026) dini hari waktu Indonesia. 

Gemini Flash 3.5 diklaim mampu menghadirkan performa tinggi setara model AI kelas atas, tetapi dengan biaya operasional dan waktu proses yang lebih efisien.

CEO Google Sundar Pichai mengatakan bahwa Gemini 3.5 Flash dirancang untuk membantu perusahaan menekan biaya penggunaan AI skala besar, terutama yang berkaitan dengan konsumsi token.

Dalam sistem AI generatif, token merupakan unit dasar data yang diproses model AI. Token bisa berupa potongan kata, angka, simbol, maupun karakter yang dipakai AI saat memahami pertanyaan dan menghasilkan jawaban.

Baca juga: Google Rilis Gemini Omni, AI yang Bisa Edit Video Lewat Chat

Semakin panjang percakapan, dokumen, atau tugas yang diproses AI, semakin besar pula jumlah token yang digunakan.

Artinya, biaya operasional AI juga ikut meningkat karena sebagian besar layanan AI komersial menghitung biaya berdasarkan jumlah token yang dipakai.

Nah, menurut Pichai, perusahaan yang memproses sekitar satu triliun token AI per hari di Google Cloud bisa menghemat lebih dari 1 miliar dollar AS (sekitar 17,7 triliun) per tahun jika memindahkan sebagian besar beban kerjanya ke Gemini 3.5 Flash.

CEO Alphabet dan Google, Sundar Pichai mengungkapkan reaksi dan pandangannya ketika OpenAI tiba-tiba merilis chatbot AI fenomenal, ChatGPT pada November 2022.

YouTube/ Salesforce CEO Alphabet dan Google, Sundar Pichai mengungkapkan reaksi dan pandangannya ketika OpenAI tiba-tiba merilis chatbot AI fenomenal, ChatGPT pada November 2022.

"Gemini 3.5 Flash hadir di tengah banyaknya CIO (Chief Information Officer) perusahaan mulai menghabiskan anggaran token AI tahunan mereka, padahal sekarang baru Mei (awal tahun)," ujar Pichai kepada VentureBeat.

Secara umum, Google sendiri mengatakan bahwa Gemini 3.5 Flash dirancang untuk kebutuhan "agentic AI".

Ini merupakan AI yang mampu bekerja lebih mandiri menjalankan tugas bertahap, mulai dari coding, penggunaan tools, hingga pengambilan keputusan otomatis.

Meski demikian, AI ini juga bisa dipakai untuk meningkatkan produktivitas pengguna, sesuai dengan kebutuhan dan pekerjaan mereka.

Bisa proses teks, video, hingga PDF

Di laman resmi Google DeepMind, Google menyebut Gemini 3.5 Flash memiliki kemampuan multimodal.

Artinya, model ini bisa memproses berbagai jenis input seperti teks, gambar, video, audio, hingga dokumen PDF.

Dalam pemakaiannya, Google mengeklaim model ini cocok digunakan untuk coding agentic, reasoning tingkat lanjut, pemahaman multimodal, analisis dokumen panjang, hingga tugas AI sehari-hari.

Secara keseluruhan, Pichai menyebut Gemini 3.5 Flash mampu menghadirkan kemampuan AI kelas frontier (canggih atau termutakhir) dengan biaya lebih murah dan latensi lebih rendah.

“Gemini 3.5 Flash lebih baik dibanding 3.1 Pro, dengan performa mendekati model AI frontier lain, tetapi empat kali lebih cepat dan biayanya hanya sekitar sepertiga hingga setengahnya,” kata Pichai.

Ilustrasi benchmark Gemini 3.5 Flash dibanding model AI lain.Google Ilustrasi benchmark Gemini 3.5 Flash dibanding model AI lain.

Dalam pengujian benchmark internal, Gemini 3.5 Flash mencatat skor tinggi di berbagai kategori.

Baca juga: Google Umumkan Gemini Intelligence, Mau Ini-Itu Tinggal Suruh AI

Untuk coding agentic, contohnya, model ini memperoleh skor 76,2 persen di Terminal-bench 2.1, lebih tinggi dari Gemini 3 Flash, Gemini 3.1 Pro, hingga Claude Opus 4.7.

Kemudian pada benchmark MCP Atlas untuk workflow multitahap, Gemini 3.5 Flash mencetak skor 83,6 persen, lebihh baik dari GPT 5.5 milik OpenAI dengan skor 75,3 persen.

Pada benchmark CharXiv Reasoning yang menguji analisis grafik kompleks, Gemini 3.5 Flash  meraih skor 84,2 persen.

Model AI ini turut memperoleh skor 57,9 persen pada benchmark Finance Agent v2 yang menguji kemampuan analisis finansial dan pengambilan keputusan.

Untuk ketersediaan, Gemini 3.5 Flash saat ini masih berstatus preview. Model AI ini mendukung konteks input hingga 1 juta token dan outputt maksimal mencapai 64.000 token.

Model AI ini sudah tersedia di aplikasi Gemini, Gemini API, Google AI Studio, Google Antigravity, Android Studio, hingga platform Gemini Enterprise, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari VentureBeat.

Selain Gemini 3.5 Flash, Google juga memperkenalkan sejumlah produk AI baru lain di Google I/O 2026, termasuk Gemini Omni untuk pembuatan video AI dan Gemini Spark, asisten AI pribadi berbasis cloud yang dapat bekerja 24 jam.

Tag:  #google #rilis #gemini #flash #bikin #operasi #skala #besar #makin #efisien

KOMENTAR