Kisah Singapore Airlines Mendarat di Bali gara-gara ''Kentut Domba''
B747 Singapore Airlines Cargo.(Singapore Airlines.)
11:12
7 Mei 2026

Kisah Singapore Airlines Mendarat di Bali gara-gara ''Kentut Domba''

Insiden unik pernah dialami Singapore Airlines ketika salah satu pesawat kargonya terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bali gara-gara “kentut domba”.

Peristiwa ini terjadi pada 27 Oktober 2015 dan hingga kini masih sering disebut sebagai salah satu kejadian paling tidak biasa dalam dunia penerbangan.

Pesawat yang terlibat adalah Boeing 747-400 freighter milik Singapore Airlines Cargo dengan registrasi 9V-SFI dan nomor penerbangan SQ7108.

Peringatan asap

Saat itu, pesawat tengah terbang dari Sydney menuju Kuala Lumpur dengan membawa ribuan domba hidup sebagai kargo.

Total ada 2.186 ekor domba di dalam kabin kargo pesawat. Pesawat juga diawaki empat kru.

Baca juga: Starlink Masuk Pesawat Singapore Airlines, Penumpang Bisa Nikmati WiFi Gratis

Dikutip dari laporan The Aviation Herald, masalah bermula ketika pesawat berada di ketinggian jelajah sekitar 32.000 kaki atau sekitar 9.700 meter, di wilayah udara sekitar 400 mil laut di selatan Denpasar.

Di tengah penerbangan, indikator asap di kokpit tiba-tiba menyala. Sistem mendeteksi adanya asap di ruang kargo pesawat.

Dalam prosedur penerbangan, peringatan asap di kabin kargo dianggap serius karena berpotensi menandakan kebakaran di dalam pesawat.

Kru kemudian langsung menjalankan prosedur darurat dengan menurunkan ketinggian pesawat ke 25.000 kaki dan memutuskan mengalihkan penerbangan (divert/diversion) ke bandara terdekat, yakni Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar (Bali).

Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat sekitar 45 menit kemudian.

Tidak ada asap

Namun setelah tim darurat bandara melakukan pemeriksaan menyeluruh, tidak ditemukan tanda-tanda kebakaran maupun asap di dalam pesawat.

Baca juga: Saat Tidur, Pengguna Path Bisa Dikirimi Domba

Tak ada api, suhu berlebih, ataupun kerusakan sistem kargo.

Investigasi kemudian mengungkap penyebab yang tak biasa: gas metana dari kentut domba dan uap dari kotoran hewan diduga memicu sensor asap di ruang kargo.

Kombinasi gas dan partikel tersebut cukup untuk membuat sistem pendeteksi asap mengira terjadi kebakaran.

Meski terdengar lucu, kejadian seperti ini memang bisa terjadi dalam penerbangan kargo hewan hidup.

Dalam dunia aviasi, pengangkutan hewan ternak memiliki prosedur khusus karena hewan menghasilkan panas tubuh, gas, serta limbah yang dapat memengaruhi kualitas udara di ruang kargo.

Setelah dipastikan aman, pesawat SQ7108 kembali melanjutkan penerbangan sekitar 2,5 jam kemudian dan tiba di Kuala Lumpur tanpa insiden lanjutan.

Tag:  #kisah #singapore #airlines #mendarat #bali #gara #gara #kentut #domba

KOMENTAR