Xi Jinping Makin Serius Hadapi AS, Fondasi Mulai Diperkuat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan).(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
18:09
9 Mei 2026

Xi Jinping Makin Serius Hadapi AS, Fondasi Mulai Diperkuat

- Presiden China Xi Jinping semakin serius menghadapi persaingan teknologi di tingkat global, terutama dengan Amerika Serikat (AS).

Ia menegaskan pentingnya memperkuat fondasi sains dan teknologi China di tengah rivalitas yang semakin tajam dengan Amerika.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam sebuah simposium di Shanghai pada 30 April lalu. Dalam forum tersebut, Xi meminta peningkatan riset dasar secara lebih konkret dan berkelanjutan guna memperkuat kapasitas inovasi orisinal China.

Menurut Xi, riset dasar merupakan sumber dari seluruh sistem ilmiah dan menjadi “saklar utama” bagi seluruh persoalan teknologi.

Baca juga: Makin Panas, Xi Jinping Siapkan China Hadapi AS lewat AI dan Militer

Xi mengatakan dunia kini memasuki fase baru revolusi sains dan transformasi industri. Sementara itu, persaingan teknologi global kini makin bergeser ke area riset paling mutakhir, yakni bidang-bidang yang masih berada di tahap dasar tetapi berpotensi melahirkan teknologi masa depan.

Area ini mencakup pengembangan AI generasi baru, komputasi kuantum, chip canggih, hingga teknologi antarmuka otak-komputer yang kini mulai diperebutkan negara-negara besar.

Dalam kondisi tersebut, inovasi orisinal dan disruptif disebut menjadi faktor penentu kekuatan negara.

“Kita harus memanfaatkan peluang, menghadapi tantangan, menempatkan riset dasar sebagai prioritas utama, mengembangkannya secara berkelanjutan, dan terus berupaya meraih pencapaian,” kata Xi, dikutip KompasTekno dari Xinhua.

Pernyataan itu sejalan dengan arah kebijakan jangka panjang China yang sebelumnya dilaporkan disampaikan Xi dalam rapat parlemen nasional di Beijing beberapa waktu lalu.

Dalam laporan tersebut, Xi disebut tengah mengalihkan sumber daya besar-besaran ke AI, komputasi kuantum, dan teknologi strategis lain untuk menghadapi rivalitas dengan AS.

Presiden China Xi Jinping melambaikan tangan saat bertemu Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam di Hanoi, 14 April 2025.AFP/POOL/NHAC NGUYEN Presiden China Xi Jinping melambaikan tangan saat bertemu Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam di Hanoi, 14 April 2025.

Baca juga: Xi Jinping Susun Strategi Hadapi AS dengan AI dan Militer

Menurut Xi, persaingan antara kedua negara pada akhirnya akan ditentukan oleh inovasi teknologi yang mendorong kekuatan ekonomi, militer, dan budaya.

Karena itu, China kini semakin agresif mengembangkan berbagai sektor teknologi baru, mulai dari bio-manufaktur, energi hidrogen dan fusi, antarmuka otak-komputer, embodied intelligence, hingga jaringan seluler 6G.

“Di tengah persaingan internasional yang sengit, kita harus memenangkan inisiatif strategis,” demikian isi rencana yang dilaporkan sebelumnya, dihimpun dari The New York Times.

Dalam simposium di Shanghai, Xi juga menekankan pentingnya memperkuat perencanaan menyeluruh dan desain tingkat atas dalam pengembangan riset dasar.

Xi juga meminta kejelasan target utama dan bidang prioritas, sekaligus memperkuat peran lembaga riset nasional dan universitas riset tingkat tinggi.

Di China, universitas riset tingkat tinggi bukan sekadar kampus unggulan biasa, melainkan institusi yang menjadi bagian penting dari strategi teknologi nasional.

Universitas seperti Tsinghua University dan Peking University misalnya, terlibat dalam pengembangan AI, semikonduktor, komputasi kuantum, hingga riset pertahanan dan antariksa.

Kampus-kampus ini mendapat dukungan besar dari pemerintah dan berfungsi sebagai penghubung antara riset dasar, industri, dan kebutuhan strategis negara, sehingga posisinya sangat vital dalam ambisi China mengejar dominasi teknologi global.

Baca juga: Saat Xi Jinping Bercanda soal “Mata-mata” Usai Hadiahi Presiden Korsel Xiaomi 15 Ultra…

Antisipasi pemblokiran AS

Selain itu, Xi ingin integrasi antara industri, akademisi, penelitian, dan penerapan diperkuat agar rantai inovasi berjalan mulus, mulai dari riset dasar hingga komersialisasi.

Langkah tersebut dinilai berkaitan erat dengan pengalaman China menghadapi berbagai pembatasan teknologi dari AS dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah AS sebelumnya berkali-kali membatasi akses China terhadap teknologi strategis, termasuk semikonduktor canggih.

Pada 2023, pemerintahan Joe Biden membatasi penjualan chip AI canggih Nvidia ke China dengan alasan keamanan nasional dan kekhawatiran bahwa China akan unggul dalam kompetisi AI.

Selain chip AI, perusahaan teknologi China seperti Huawei dan ZTE juga sempat masuk daftar hitam AS. Dampaknya, Huawei kehilangan akses ke berbagai teknologi asal AS, termasuk layanan Android dari Google pada smartphone mereka.

Ilustrasi China. Shutterstock Ilustrasi China.

Situasi tersebut membuat pemerintah China semakin memandang kemandirian teknologi sebagai kebutuhan mendesak.

Xi bahkan disebut telah mendorong strategi agar ekonomi dan militer China tidak rentan terhadap pemutusan akses semikonduktor canggih dan teknologi penting lain dari Barat.

Analis senior RAND China Research Center, Gerard DiPippo, mengatakan para pemimpin China meyakini AS akan terus berupaya membatasi perkembangan teknologi China.

Baca juga: Trump Libatkan Bos Facebook dan CEO Nvidia dalam Panel Penasihat AI AS

Di sisi lain, ketegangan geopolitik global juga disebut memperkuat urgensi tersebut. Mantan Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, Daniel R. Russel, menilai intervensi militer AS di Venezuela dan Iran menjadi alarm bagi Beijing untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Washington.

Menurut Russel, langkah-langkah AS itu kemungkinan justru akan mendorong China memperkuat kemampuan untuk menghadapi AS sekaligus mempererat hubungan dengan Rusia.

Dalam pidatonya di Shanghai, Xi juga menekankan pentingnya pengembangan talenta dan peningkatan dukungan terhadap riset dasar, termasuk pendanaan jangka panjang dan pembangunan infrastruktur sains dan teknologi utama.

Ia turut menyerukan penguatan kerja sama internasional di bidang riset dasar dan keterlibatan aktif China dalam tata kelola sains dan teknologi global.

Seluruh langkah tersebut menunjukkan bahwa bagi China, persaingan teknologi dengan AS kini tidak lagi sekadar soal produk atau perusahaan tertentu, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kekuatan nasional berbasis sains dan teknologi.

Tag:  #jinping #makin #serius #hadapi #fondasi #mulai #diperkuat

KOMENTAR