Dulu Sebar Brosur di Jalan dan Tak Digubris, Kini Jadi Bos Perusahaan Teknologi Besar di China
Pendiri Xiaomi, Lei Jun(Xiaomi)
16:36
20 Mei 2026

Dulu Sebar Brosur di Jalan dan Tak Digubris, Kini Jadi Bos Perusahaan Teknologi Besar di China

- Siapa yang tak kenal Lei Jun sekarang? Lei Jun, pendiri sekaligus CEO Xiaomi, merupakan salah satu nama tokoh tersohor di industri teknologi global. Ia berhasil mengantarkan Xiaomi menjadi raksasa teknologi yang patut diperhitungan

Akan tetapi, sebelum seterkenal sekarang, pria berusia 56 tahun itu memiliki kisah perjuangan yang cukup berat. Lei Jun pernah menyebarkan brosur di jalan saat awal merintis Xiaomi dan tidak digubris.

Baca juga: Momen Viral Elon Musk Saat ke China Bareng Trump, Bawa Anak hingga Selfie dengan Bos Xiaomi

Sebar brosur survei sendirian di jalan

Untuk diketahui, Lei Jun merintis Xiaomi pada 2010 bersama mantan eksekutif Google di China, Lin Bin. Pada 2011, dalam sebuah video lawas yang cukup populer di Instagram, Lei Jun tampak membagikan brosur ke pengguna jalan untuk disurvei.

Sejumlah orang yang Jun hampiri tampak kurang tertarik dengan tawarannya. Bahkan, beberapa di antaranya menolak berbincang bersama pendiri Xiaomi itu dengan menggerakkan tangan, simbol penolakan.

Momen yang terekam dalam video itu salah satunya diunggah oleh akun @advicefromceo.s di media sosial Instagram.

Dalam video itu, Lei Jun tampak mengenakan kaos polo hitam sembari menggenggam gadget berlayar cukup besar.

Walau mendapat penolakan, Jun tetap berupaya menjaring pengunjung lainnya untuk diajak survei, sendirian tanpa rekan atau tim lainnya.

Salah satu bentuk perjuangan Lei Jun dalam membesarkan Xiaomi itu kini membuahkan hasil. Seiring dengan berkembangnya Xiaomi, nama Lei Jun pun ikut melambung tinggi. Dulu tidak digubris, sekarang semua mata tertuju padanya.

Misalnya, dalam ajang Asia Anual Conference 2025 yang digelar di Boao, China, pada akhir Maret 2025, Lei Jun yang sedang berjalan di venue acara tersebut menjadi sorotan kamera orang-orang di sekitarnya.

Mereka juga berupaya mendekati Jun, tetapi dihalau oleh pengawal pendiri Xiaomi itu. Meski sudah terkenal, satu yang tak berubah yaitu senyum yang menghiasi wajah pria kelahiran Hubei, China, tersebut.

Kerap disandingkan dengan Steve Jobs

Nama Lei Jun kini benar-benar menjadi perhatian dunia. Bahkan, nama Lei Jun kerap disandingkan dengan legenda Apple, Steve Jobs. Dia pun sering dijuluki sebagai “Steve Jobs-nya China”.

Julukan yang mengaitkan Jun dengan pendiri Apple tersebut dikarenakan banyak faktor, mulai dari gaya berpakaian, gaya kepemimpinan, visi hingga pendekatan produk Xiaomi.

Walau terdengar sebagai pujian, Jun yang memang mengagumi inovator sukses itu, justru merasa tak nyaman terus-menerus dikaitkan dengan Jobs.

Hal tersebut diungkapkan Lei Jun dalam sebuah posting panjang yang diunggah di blog resmi Xiaomi China pada Oktober tahun 2013.

Baca juga: Pendiri Xiaomi: Saya Bukan “Steve Jobs dari China”

Dalam unggahan itu, Lei Jun menguraikan berbagai hal, termasuk kekecewaannya terkait cara media dan pengguna media sosial menggambarkan Xiaomi dan sosok di balik perusahaannya itu, hingga tanggapannya ketika dibandingkan terus dengan Steve Jobs.

Jun mengaku bahwa Jobs merupakan inspirasi baginya, tetapi dia tak bisa berkomentar ketika dibandingkan dengan pencipta iPhone tersebut.

"Jobs adalah orang hebat. Dia melakukan hal-hal brilian, mengubah dunia, dan menjadi inspirasi besar bagi Xiaomi. Namun, membandingkannya dengan saya, tidak tepat sama sekali," kata pria yang kini berusia sekitar 56 tahun tersebut.

Jun juga menegaskan bahwa Xiaomi dan Apple merupakan dua perusahaan yang sangat berbeda. Karena itu, dia tak habis pikir ketika diwawancarai soal tanggapannya dijuluki Steve Jobs-nya China.

"Saya benar-benar tidak bisa berkata apa pun," ujar Jun.

Merintis Xiaomi dan jadi miliarder China

Lei Jun mulai terkenal sejak merintis Xiaomi 2010 meski telah berkarir di perusahaan teknologi sejak 1992. Usai merilis smartphone, Xiaomi berkembang dengan cepat menjadi salah satu merek ternama dunia, hingga menyaingi Apple dan Samsung di berbagai pasar.

Salah satu strategi yang dikerahkan Lei Jun untuk Xiaomi di masa awal yaitu tidak mengeluarkan biaya iklan, melainkan menjualnya langsung agar mampu memangkas komisi ke pengecer.

Selain itu, Xiaomi juga mengandalkan loyalitas pelanggan agar membagikan pengalamannya memakai produk perusahaan ke media sosial.

Saat ponsel pertama Xiaomi rilis pada tahun 2011, perangkat ini langsung memikat konsumen domestik. Sebab, smartphone Xiaomi menawarkan desain yang ramping, spesifikasi tinggi, tetapi dengan harga yang terjangkau.

"Lei Jun sangat paham. Dia termasuk yang pertama menyadari bahwa konsumen China perlu merek yang bisa diandalkan," kata Philip Liso, konsultan yang berbasis di Shanghai, China dan sempat bekerja di Xiaomi, dikutip KompasTekno dari Financial Times.

Setelah sukses di China, Xiaomi ekspansi ke berbagai negara termasuk Indonesia dan Eropa. Seiring waktu, portofolio produk Xiaomi kian beragam, mulai dari tablet, laptop, perangkat wearable, peralatan rumah tangga hingga mobil pintar.

Walau produknya sangat beragam, teknologi yang menyertai smartphone Xiaomi terus meningkat, termasuk kolaborasi dengan produsen kamera Leica demi memoles kamera ponsel.

Pada tahun 2025, laporan firma riset Counterpoint menunjukkan bahwa Xiaomi menempati peringkat ketiga dari 5 besar merek HP dunia. Posisi Xiaomi berada di belakang Apple dan Samsung.

Baca juga: Video Perjuangan Bos Xiaomi, Tak Malu Blusukan Langsung Meski Diabaikan

Kesuksesan Xiaomi itu turut mengantarkan Lei Jun ke daftar orang terkaya di China. Total harta pria lulusan Ilmu Komputer di Universitas Wuhan ini pada 2026 mencapai 35 miliar dollar AS (sekitar Rp 618 triliun).

Di luar fokusnya ke Xiaomi, Lei Jun juga telah berinvestasi ke lebih dari 70 startup untuk mendukung inovasi kecerdasan buatan (AI), robotika, hingga teknologi finansial, dihimpun dari Beinsure.

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #dulu #sebar #brosur #jalan #digubris #kini #jadi #perusahaan #teknologi #besar #china

KOMENTAR