Bunga Bangkai Mekar di Agam Jadi Magnet Turis Asing
Ilustrasi bunga bangkai. Ilustrasi Amorphophallus titanum. Ilustrasi titan arum.(Kew Royal Botanical Gardens.)
05:07
6 April 2026

Bunga Bangkai Mekar di Agam Jadi Magnet Turis Asing

Bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanum kembali mekar sempurna di Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan langsung menjadi pusat perhatian wisatawan dari berbagai negara.

Fenomena langka ini sontak menghidupkan aktivitas wisata di kawasan tersebut.

Mekar sempurna, sebelum layu dalam hitungan hari

Menurut pegiat wisata Palupuh, Joni Hartono, bunga bangkai yang tumbuh di lahan perkebunan masyarakat Batang Palupuh sedang berada dalam fase mekar sempurna.

Ia mengingatkan bahwa keindahan ini tak berlangsung lama.

Baca juga: Jadi Andalan Warga Sumatera, KA Rajabasa Angkut 53.000 Penumpang Saat Libur Lebaran

Dalam beberapa hari ke depan, bunga akan mulai layu dan membusuk, sehingga wisatawan hanya punya waktu singkat untuk menyaksikannya.

Bunga bangkai dikenal memiliki siklus mekar yang sangat jarang, yakni setiap 3–5 tahun sekali, dan mekar hanya berlangsung selama 2–3 hari saja.

Diserbu turis asing

Keunikan dan kelangkaannya membuat bunga ini menjadi magnet bagi turis asing.

Joni menyebut setidaknya belasan wisatawan dari Malaysia, Rusia, dan Prancis sudah datang ke lokasi untuk melihat langsung bunga raksasa tersebut.

Baca juga: Bunga Bangkai Raksasa di Kebun Raya Bogor Mekar Hari Ini

Fenomena ini bukan yang pertama kali terjadi di Palupuh. Pada akhir Maret 2026, bunga bangkai jenis sama juga mekar di Padang Hijau, tidak jauh dari lokasi saat ini. Ketika itu, pengunjung datang dari Ceko, Slovenia, Rusia, Inggris, hingga Amerika Serikat.

“Setelah saya promosikan ke biro perjalanan dan hotel, puluhan wisatawan datang ke dua lokasi bunga bangkai tersebut,” ujarnya.

Bunga langka yang dilindungi undang-undang

Fenomena ini turut menjadi perhatian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau, Ade Putra, menegaskan bahwa bunga bangkai Amorphophallus titanum merupakan flora langka yang masuk kategori puspa dilindungi.

Ilustrasi bunga bangkaiDok. BRIN - Kebun Raya Cibodas Ilustrasi bunga bangkai

Perlindungan tersebut diatur dalam:

  • UU RI No. 5 Tahun 1990
  • UU RI No. 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya

Ade menegaskan bahwa bunga ini tidak boleh dirusak, dan pengunjung diimbau menjaga jarak serta mengikuti aturan konservasi selama berada di lokasi.

Baca juga: Setelah 12 Tahun, Bunga Bangkai Akan Kembali Mekar di Kebun Raya Bogor

Mekarnya bunga bangkai di Agam tidak hanya menjadi peristiwa botani, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor wisata lokal.

Kedatangan turis asing membantu memperkenalkan Palupuh sebagai kawasan konservasi tanaman langka sekaligus destinasi ekowisata.

Tag:  #bunga #bangkai #mekar #agam #jadi #magnet #turis #asing

KOMENTAR