Ada Kekerasan ke Ojol di Bandara Labuan Bajo, Platform Perkuat Perlindungan Mitra
— Kasus kekerasan terhadap pengemudi ojol di kawasan bandara Labuan Bajo memicu perhatian terhadap pentingnya perlindungan mitra driver dalam ekosistem transportasi daring.
Insiden yang terjadi di Bandara Internasional Komodo itu tidak hanya menyoroti aspek keamanan di lapangan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa sistem perlindungan bagi pengemudi menjadi bagian penting dari layanan platform.
“inDrive memiliki peraturan ketat mengenai perlindungan pengguna kami, baik pengemudi maupun penumpang,” kata Communication Manager inDrive, Wahyu Ramadhan, kepada Kompas.com, Rabu (15/4/2026).
“Aspek perlindungan ini hadir sebagai upaya kami untuk menciptakan rasa aman dan nyaman setiap pengguna saat menggunakan layanan kami,” ujar Wahyu.
Menurut dia, setiap laporan dari mitra driver akan ditangani langsung oleh tim Customer Support untuk ditindaklanjuti secara menyeluruh. Sistem ini menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap aduan mendapat respons cepat.
“Kami memiliki tim Customer Support yang akan menerima laporan dari pengemudi untuk kemudian ditindaklanjuti,” jelasnya.
Baca juga: Kasus Pemukulan Ojol di Labuan Bajo, Korban Trauma
Jika terbukti bahwa perlakuan tidak menyenangkan berasal dari penumpang dan melanggar aturan platform, inDrive dapat mengambil tindakan tegas.
“Jika perlakuan tersebut datang dari penumpang dan terbukti melanggar aturan kami, maka akun penumpang tersebut dapat ditangguhkan sementara hingga pemblokiran permanen,” tegas Wahyu.
Namun, ia menambahkan bahwa tidak semua insiden melibatkan penumpang. Dalam kasus tertentu, seperti konflik dengan pihak lain di lapangan, perusahaan tetap melakukan investigasi dan memberikan dukungan sesuai kapasitas.
“Jika kejadian yang dialami oleh pengemudi dilakukan oleh pihak lain selain penumpang, tim Customer Support inDrive akan melakukan investigasi lebih lanjut dan memberikan dukungan sesuai kapasitas yang dapat kami lakukan,” tambahnya.
Baca juga: Kemenhub Uji Kelaikan Kapal di Labuan Bajo
Perlindungan Berlapis dan Komunitas Driver
Menanggapi kasus serupa, Maxim Indonesia juga menegaskan pentingnya sistem perlindungan berlapis bagi mitra pengemudi, termasuk melalui fitur komunikasi komunitas.
“Selain perlindungan formal, Maxim juga memperkuat aspek keamanan melalui fitur komunikasi komunitas,” kata Public Relations Specialist Maxim Indonesia, Nurahmi Tri Wulan kepada Kompas.com, Rabu (15/4/2026).
“Mitra pengemudi terhubung dalam grup komunikasi berbasis WhatsApp yang memungkinkan mereka saling berbagi informasi terkini, memberikan peringatan dini, serta merespons dengan cepat dalam situasi darurat,” ujarnya.
Menurut Nurahmi, fitur ini menjadi solusi praktis di lapangan ketika driver menghadapi potensi konflik atau kondisi darurat.
Dengan adanya grup komunikasi tersebut, para mitra dapat saling memberikan informasi lokasi, kondisi terkini, hingga meminta bantuan secara cepat dari sesama pengemudi di sekitar.
“Ke depan, Maxim akan terus mengevaluasi dan memperkuat sistem perlindungan ini guna memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh mitra pengemudi dalam menjalankan aktivitasnya,” tambahnya.
Akses Bandara Jadi Pemicu Konflik
Di sisi lain, Maxim menyoroti kendala di lapangan yang kerap terjadi, khususnya terkait akses ojol ke area bandara.
“Kami turut menghadapi kendala terkait akses langsung ke area terminal, karena tidak semua layanan ojek online diperbolehkan masuk akibat regulasi internal pengelola bandara,” jelas Nurahmi.
Ia menilai, keterbukaan akses dapat menjadi salah satu solusi untuk meminimalkan konflik antara pengemudi transportasi daring dan pihak lain.
“Pemberian akses yang lebih terbuka dapat membantu mencegah kesalahpahaman, mengurangi kebingungan penumpang, serta menekan waktu tunggu kendaraan,” ujarnya.
Selain itu, Maxim juga menyediakan skema perlindungan lain, seperti program Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSSI) yang memberikan santunan bagi mitra maupun penumpang yang mengalami musibah.
Untuk layanan kendaraan roda empat, perlindungan tambahan juga diberikan melalui Jasa Raharja. Sementara itu, perusahaan turut mendorong mitra untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan sebagai perlindungan sosial jangka panjang.
Sebelumnya, seorang driver ojol bernama Donatus Darso dilaporkan menjadi korban pengeroyokan saat menjemput turis asing di kawasan bandara pada Senin (13/4/2026).
Donatus menduga pengeroyokan tersebut dilakukan oleh sekitar tujuh hingga sembilan orang yang merupakan sopir di kawasan bandara.
"Saya dipukul dan saya ditendang, jatuh di tengah aspal, untung tidak ada mobil lewat," kata Donatus di Polres Manggarai Barat.
"Saya bangun dari aspal itu naik motor lagi dia pukul lagi saya," tegasnya.
Tag: #kekerasan #ojol #bandara #labuan #bajo #platform #perkuat #perlindungan #mitra