Warga Jepang Paling Kurang Tidur di Dunia, Beban Kerja Jadi Sorotan
Ilustrasi pasangan di Jepang.(Dok. Unsplash/Roméo A.)
08:14
10 April 2026

Warga Jepang Paling Kurang Tidur di Dunia, Beban Kerja Jadi Sorotan

Jepang kembali dinobatkan sebagai negara dengan kualitas tidur terburuk di dunia. Ini adalah kali keempat bagi Negeri Sakura menyabet gelar tersebut.

Dilansir dari Soranews24, warga Jepang memiliki rata-rata waktu tidur terpendek selama 6 jam 23 menit, diikuti oleh Amerika Serikat dengan durasi tidur 6 jam 29 menit, dan Inggris yang hanya dua menit lebih lama per malam daripada Jepang.

Di sisi lain, China dan Brasil justru mengisi daftar negara dengan waktu tidur malam terlama dengan durasi masing-masing selama 7 jam 14 menit dan 7 jam 7 menit.

Hasil survei ini bukanlah hal mengejutkan bagi masyarakat Jepang. Mayoritas masyarakat Jepang justru mengakui bahwa kerja berlebihan adalah penyebab utamanya.

Baca juga: Liburan ke Jepang? Ada 10 Etika yang Wajib Diketahui Wisatawan agar Tetap Sopan

Sementara yang lain merasa bahwa banyaknya hiburan adiktif mungkin turut memicu minimnya waktu tidur rata-rata di Jepang.

Alasan kualitas tidur orang Jepang sangat buruk

Berdasarkan Global Sleep Survey yang dilakukan produsen peralatan medis di ResMed, ada sejumlah alasan kualitas tidur orang Jepang sangat buruk dibandingkan negara lainnya.

Survei yang dilakukan kepada 30.000 orang dari 13 negara ini menilai kebiasaan tidur dan pengetahuan mereka akan manfaat tidur cukup.

Sebagian besar responden di Jepang mengaku memiliki beban kerja tinggi sehingga kesulitan mendapatkan waktu tidur lebih layak.

Hanya 26 persen responden Jepang yang merasa beruntung memiliki atasan di tempat kerja mereka peduli terhadap kesehatan, termasuk dalam menjaga kualitas tidur baik.

Baca juga: 5 Negara yang Terima QRIS Selain Indonesia, dari Thailand hingga Jepang

Sebanyak 24 persen lainnya juga mengatakan bahwa tempat kerja mereka memprioritaskan istirahat dan pemulihan.

Di sisi lain, 62 persen orang di Jepang mengatakan mereka tidak pernah mengambil cuti kerja karena kelelahan. Angka ini menunjukkan lebih dari dua kali lipat rata-rata global sebesar 30 persen.

Saking parahnya kondisi ini, masyarakat Jepang bahkan mengenal istilah "belum benar-benar tinggal di Jepang jika belum merasakan tidur siang di toilet kantor".

Baca juga: 10 Negara Tersopan di Dunia, Jepang Nomor Satu

Bukan hanya perihal kualitas tidur, Jepang juga menempati peringkat terakhir dalam hal pengetahuan tentang tidur.

Hanya 63 persen responden di Jepang memahami manfaat tidur nyenyak yang dapat memperpanjang harapan hidup.

Angka tersebut paling rendah di antara semua negara yang berpartisipasi dan jauh di bawah rata-rata sebesar 84 persen.

Tidak heran bila orang-orang di Jepang tidak menyadari bahwa kurang tidur dapat menyebabkan kondisi seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terbaik Asia, Sejajar Jepang

Cara mengatasi kualitas tidur buruk

Saat ditanya apa yang mereka lakukan untuk membantu tidur lebih nyenyak, sebanyak 38 persen responden di Jepang menjawab tidak melakukan apa-apa.

Sekitar 34 persen memilih mandi air hangat dengan 34 persen, yang dianggap sebagai alasan yang dibuat-buat, karena aktivitas ini termasuk kebiasaan harian, bukan sesuatu yang dilakukan sengaja demi bisa tidur.

Orang Jepang yang mengenakan hakama, pakaian tradisional untuk upacara kelulusan universitas, berpose di bawah bunga sakura di Taman Kitanomaru di Tokyo pada tanggal 23 Maret 2021, ketika pohon sakura yang terkenal di negara itu mulai bermekaran hampir dua minggu lebih cepat dari jadwal.PHILIP FONG Orang Jepang yang mengenakan hakama, pakaian tradisional untuk upacara kelulusan universitas, berpose di bawah bunga sakura di Taman Kitanomaru di Tokyo pada tanggal 23 Maret 2021, ketika pohon sakura yang terkenal di negara itu mulai bermekaran hampir dua minggu lebih cepat dari jadwal.

Bahkan, demi mengatasi masalah nasional di Jepang ini, sekitar 57 persen masyarakat di Jepang memilih pisah ranjang dengan pasangan mereka.

Baca juga: Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terbaik Asia, Sejajar Jepang

Studi menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat menghasilkan kualitas tidur lebih baik.

ResMed justru memperingatkan bahwa tidur sendirian juga berarti tidak ada yang dapat mendeteksi kemungkinan gejala gangguan, seperti sindrom apnea tidur yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Produsen peralatan medis tersebut mengimbau masyarakat dan pemerintah Jepang tidak lagi memandang kurang tidur sebagai masalah pribadi, melainkan sesuatu yang penting dan harus segera ditangani bersama.

Baca juga: Malaysia Airlines Buka Rute Fukuoka, Shenzhen, dan Changsha, Akses Jepang-China Kian Beragam

Tag:  #warga #jepang #paling #kurang #tidur #dunia #beban #kerja #jadi #sorotan

KOMENTAR