China Tutup Wilayah Udara untuk Penerbangan Sipil 40 Hari, Ada Apa?
- China menutup wilayah udara untuk penerbangan sipil selama 40 hari, terhitung sampai awal Mei 2026 atau Rabu (6/5/2026). Wilayah udara yang ditutup diperkirakan seluas 73.000 kilometer persegi.
Pemberitahuan mengenai penutupan wilayah udara ini diterbitkan oleh Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) secara daring pada Jumat (27/3/2026), dilansir dari Hindustan Times, Sabtu (11/4/2026).
- Ada Kota Bernuansa Inggris di China, Seperti Apa Bentuknya?
- Hotel Bintang 5 Jakarta Sabet Penghargaan Pelayanan Bisnis dan MICE di China
China menutup wilayah udara 40 hari
Pertama kalinya penutupan wilayah udara dilakukan mendadak
China mendadak menutup wilayah udara seluas 73.000 km persegi untuk penerbangan sipil hingga Mei 2026. Apa penyebabnya?
Belum ada alasan spesifik di balik penutupan wilayah udara China. Namun, pakar keamanan Benjamin Blandin mengatakan, tidak ada kemungkinan lain selain penggunaan wilayah udara untuk kebutuhan militer.
"Bisa jadi untuk menembakkan rudal, melakukan latihan udara, dan lain sebagainya. Kita tidak tahu," kata Blandin, dikutip dari Times of India.
Menurut Blandin, ini kali pertama China menutup wilayah geografis secara tiba-tiba, dengan cakupan yang cukup luas dan dalam jangka waktu yang lama.
Sejalan dengan Blandin, konsultan penerbangan dan pertahanan untuk Aviation NXT, Xavier Tytelman juga mengatakan, pembatasan yang dilakukan oleh China saat ini merupakan hal yang tidak biasa.
Tidak biasa dalam hal ini mencakup ukuran wilayah yang ditutup dan lama waktu penutupan.
Secara umum, NOTAM (Notice to Air Missions) dimaksudkan untuk memberi tahu pada penerbang tentang keadaan luar biasa yang mempengaruhi wilayah udara tertentu.
Pemberitahuan ini biasanya dikeluarkan sebelum latihan militer, atau selama peristiwa luar biasa, seperti kebakaran atau letusan gunung berapi.
- Ada Kota Bernuansa Inggris di China, Seperti Apa Bentuknya?
- Rute Pesawat Guangzhou-Palu dan Jakarta-Luwuk Dibuka, Sasar Turis China
Penerbangan sipil dilarang terbang di China
China mendadak menutup wilayah udara seluas 73.000 km persegi untuk penerbangan sipil hingga Mei 2026. Apa penyebabnya?
Tytelman mengatakan, dalam kasus tersebut, penutupan wilayah udara ini berlaku untuk penerbangan sipil, bukan untuk pesawat militer, helikopter, ataupun drone.
Larangan tersebut mencakup dua zona di Laut Kuning, antara China dan Korea Selatan, serta tiga zona lainnya yang membentang di Laut Kuning dan Laut Cina Timur, antara China dan negara tetangganya, Jepang.
Tytelman menuturkan, penutupan wilayah udara untuk penerbangan sipil dibatasi hingga ketinggian tertentu sehingga memungkinakan akses bagi pesawat komersial.
Area yang ditutup untuk penerbangan sipil dipisahkan oleh koridor udara selebar sekitar 100 kilometer, yang memungkinkan akses ke Shanghai dari Laut Kuning.
Seorang pejabat keamanan senior dari Taiwan menilai kebijakan ini dilakukan China untuk memanfaatkan Amerika Serikat yang sedang teralihkan perhatiannya oleh perang bersama Israel melawan Iran.
Dia mengatakan bahwa tujuan China adalah untuk menghalangi sekutu Amerika Serikat di wilayah tersebut dan melemahkan pengaruh militer Amerika Serikat di Indo-Pasifik.
Sejalan, Blandin juga menilai NOTAM ini merupakan bagian dari serangkaian penolakan akses yang berkelanjutan, serta upaya China untuk menguasai perbatasan darat dan laut negara tetangganya.
- Marak Kamera Tersembunyi Kamar Hotel di China, Tamu Jadi Korban Pengintaian
- Liburan ke China, Bagaimana Kondisi Toiletnya Sekarang?
Tag: #china #tutup #wilayah #udara #untuk #penerbangan #sipil #hari