Kebun Raya Cibodas Revitalisasi Taman Lumut Terbesar di Indonesia
Ilustrasi Kebun Raya Cibodas di Cianjur, Jawa Barat.(Dok. Wikimedia Commons/Ariq Jauhardian)
21:14
13 April 2026

Kebun Raya Cibodas Revitalisasi Taman Lumut Terbesar di Indonesia

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-174 tahun, Kebun Raya Cibodas (KRC) merevitalisasi taman lumut terbesar di Indonesia.

Kebun raya yang berlokasi di bawah kaki Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat, ini merupakan kawasan konservasi tumbuhan yang berperan penting dalam pelestarian keanekaragaman hayati, penelitian dan edukasi lingkungan sejak didirikan pada 1852.

“Melalui revitalisasi ini, KRC menegaskan komitmennya dalam pengembangan fasilitas edukasi yang interaktif, ilmiah, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat konservasi tumbuhan di Indonesia,” kata Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026).

Baca juga: Keunikan Pohon Beringin Raksasa di Kebun Raya Bali, Usianya Lebih dari 1 Abad

Taman lumut di Kebun Raya Cibodas pertama kali dibangun pada 2006 dan merupakan taman lumut terbesar di Indonesia dengan luas 1.500 meter persegi.

Taman ini kembali direvitalisasi pada September 2025 dengan fokus pembenahan pada beberapa area taman.

Taman ini mewakili tiga kelas lumut, yakni lumut hati (Hepaticopsida), lumut tanduk (Anthocerotopsida), dan lumut daun (Bryopsida).

Sebanyak 35 jenis diantaranya sudah teridentifikasi secara ilmiah hasil kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku mitra strategis BRIN dalam mengelola KRC.

Telah dilakukan penanaman dan penataan secara khusus pada area planter dan kolam sesuai habitat aslinya.

"Keberadaan taman ini tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari konservasi, tapi juga sebagai media edukasi yang memperkenalkan tentang teori evolusi tumbuhan dari tumbuhan non-vascular (tak berpembuluh) ke tumbuhan vascular (berpembuluh) kepada masyarakat luas," ungkap Marga.

Baca juga: Kebun Raya Bogor Sabet Penghargaan Pariwisata Berkelanjutan di ATF 2026

Apa yang baru di Taman Lumut Kebun Raya Cibodas?

Beberapa spesies yang ada di Taman Lumut merupakan jenis lumut asli area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) dari hasil eksplorasi BRIN sebagai wujud konservasi lumut.

Sebagai bagian dari pembaruan, dilakukan penataan ulang lanskap dengan menambahkan beberapa  jenis bebatuan untuk memperkuat aspek estetika.

Penggunaan material ini juga memiliki fungsi ekologis, yakni mampu menyerap dan mempertahankan kelembapan, sehingga mendukung kondisi mikrohabitat yang ideal bagi pertumbuhan lumut.

Baca juga: 7 Tempat Wisata di Bogor: Piknik di Kebun Raya, Trekking Curug hingga Camping

Untuk memperkaya jenis tanaman, dilakukan penambahan beberapa jenis lumut dan tanaman paku-pakuan akuatik seperti Taxiphyllum barbieri, Riccia fluitans dan Java fern (Microsorum

Pteropus).

Jenis-jenis tersebut dikenal luas dalam dunia aquascape karena kemampuannya hidup pada lingkungan perairan serta nilai estetikanya yang tinggi.

Penanaman pohon baru

Selain peresmian kembali Taman Lumut, dalam rangka HUT ke-174 KRC, dilakukan  juga penanaman pohon Castanopsis argentea dan Castanopsis tungurrut.

Castanopsis argentea merupakan pohon yang termasuk kedalam suku Fagaceae, tumbuhan spesies asli hutan Indonesia ini menurut IUCN  (International Union for Conservation of Nature) masuk dalam daftar kategori genting atau terancam punah (Endangered).

Pengunjung menikmati suasana alam di sabana Kebun Raya Cibodas, CianjurKOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Pengunjung menikmati suasana alam di sabana Kebun Raya Cibodas, Cianjur

Tanaman ini dikenal juga dengan sebutan “rambutan hutan” karena bentuk buahnya yang menyerupai rambutan.

Pohon ini dikenal dengan nama lokal “Saninten”, secara umum tumbuh dan menyebar di wilayah Sumatera dan Jawa.

Baca juga: Kunang-kunang di Kebun Raya Bali, Kapan Bisa Ikut Trip Melihatnya?

Bibit koleksi ini berasal dari hasil perbanyakan melalui biji dari tanaman koleksi yang berada di Vak V A dengan nomor koleksi 40.

Di kebun Raya Cibodas koleksi Castanopsis argentea ada sekitar 40 spesimen yang tersebar di kebun.

Di balik keindahannya, Castanopsis argentea memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Akar-akarnya membantu menahan tanah di daerah perbukitan, mencegah erosi, sementara
tajuknya menjadi rumah bagi burung dan serangga.

Baca juga: 19 Spot Wisata Menarik yang Ada di Kebun Raya Bogor

Bagi manusia, biji saninten biasanya diolah secara  sederhana dengan cara perebusan, pemanggangan atau disangrai untuk dijadikan hidangan cemilan mahal karena memiliki cita rasa yang unik, wangi serta rasa manis gurih dan empuk.

Adapun Castanopsis tungurrut merupakan salah satu tumbuhan endemik Indonesia yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan yang tumbuh pada ketinggian 1.000- 2.000 mdpl.

Pohon langka dari famili Fagaceae ini keberadaanya telah mengalami penurunan populasi dan terancam punah (EN), dikenal dengan nama daerah Tunggeureuk (Sunda).

Spesies ini berkerabat dekat dengan Castanopsis argentea (Saninten) dan merupakan bagian penting dari ekosistem hutan dataran tinggi.

Baca juga: Lokasi dan Rute Menuju Taman Meksiko Bogor, Wisata Unik di Kebun Raya

Bibit koleksi yang akan ditanam ini, berasal dari hasil eksplorasi dari Resort Goalpara Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada 2023.

Jumlah koleksi tanaman Castanopsis tungurrut di Kebun Raya Cibodas sampai saat ini terdapat 15 spesimen.

Tag:  #kebun #raya #cibodas #revitalisasi #taman #lumut #terbesar #indonesia

KOMENTAR