Sempat Keluarkan Travel Warning ke Bali, Kedubes Korea Selatan Akui Khilaf dan Minta Maaf
Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia mengaku khilaf dan meminta maaf karena telah mengeluarkan peringatan perjalanan (travel advisory) ke Bali pada Rabu (1/4/2026) lalu.
Peringatan tersebut diunggah melalui situs resmi Kedubes Korea Selatan dan menjadi topik perbincangan hangat di media sosial.
Dalam imbauan tersebut, masyarakat Korea Selatan diimbau berhati-hati karena tingginya kasus kejahatan dan kekerasan yang menargetkan warga asing di Bali.
Termasuk pembunuhan, penyerangan seksual, dan pelecehan seksual.
Baca juga: Korea Selatan Soroti Keamanan Bali, Minta Warganya Hati-hati Pilih Destinasi
Tidak lama setelahnya, travel advisory itu dihapus. Pihak Kedubes Korea Selatan kemudian mengunggah imbauan terbaru di situs resminya pada Jumat (3/4/2026).
"Kedutaan Besar Republik Korea menyampaikan permohonan maaf serta menjelaskan bahwa unggahan travel advisory sebelumnya terjadi karena kekhilafan Konsul Jenderal Republik Korea saat merespons pertanyaan warga negaranya terkait sejumlah kasus kriminal di Bali," demikian bunyi keterangan Kementerian Pariwisata Indonesia pada Selasa (14/4/2026).
Permintaan maaf ini disampaikan usai Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dan melakukan pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Korea, baru-baru ini.
Imbauan tersebut dimaksudkan sebagai langkah kehati-hatian bagi warga negara Korea Selatan yang akan berkunjung, tanpa tujuan mencederai citra Bali sebagai destinasi wisata.
Baca juga: 5 Destinasi Wisata Terbaik di Dunia 2026 Versi TripAdvisor, Bali Peringkat Pertama
Komitmen Kedubes Korea Selatan
Lebih lanjut, Kedutaan Besar Republik Korea telah memperbarui narasi travel advisory dengan pendekatan yang lebih umum serta menghapus rincian kasus yang melibatkan warga negara asing di Bali.
Ke depan, pihak Kedutaan juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia terkait penyampaian informasi yang bersifat sensitif, serta memberikan penjelasan kepada media di Republik Korea mengenai kondisi riil pariwisata Bali.
Baca juga: Menpar Sebut Bali Tetap Aman Meski Ada Peringatan Perjalanan dari Korea Selatan
"Dalam upaya memperkuat keamanan destinasi, Kementerian Pariwisata terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Kepolisian Republik Indonesia," ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Langkah yang dilakukan antara lain peningkatan penilaian risiko secara berkala di hotel, tempat hiburan, dan destinasi wisata, sesuai dengan standar manajemen pengamanan yang ditetapkan Kepolisian.
Pengamanan di Bali
Wisatawan diimbau untuk memanfaatkan layanan resmi yang telah disediakan pemerintah selama berada di Indonesia.
Pulau Bali kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional setelah berhasil menempati peringkat ketiga dalam daftar 25 Pulau Favorit di Dunia Tahun 2025 versi majalah perjalanan terkemuka, Travel and Leisure.
Widiyanti menambahkan, Kementerian Pariwisata juga mendorong pelaku industri pariwisata untuk memperkuat sistem verifikasi tamu, termasuk memastikan pelaporan data orang asing dilakukan secara tertib dan terintegrasi.
"Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh menjaga Bali sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelas dunia," ucap Widiyanti.
Selain itu, Kepolisian meningkatkan kehadiran pos keamanan terpadu dengan menempatkan titik pantau di kawasan dengan aktivitas tinggi seperti Kuta, Seminyak, dan Canggu demi mempercepat respons terhadap potensi insiden di lapangan.
Baca juga: Gubernur Koster Pastikan Bali Aman untuk Wisatawan meski Ada Travel Warning
Penegakan hukum juga diperkuat melalui penertiban pelanggaran lalu lintas, termasuk penyewaan kendaraan bermotor kepada warga negara asing yang tidak memiliki izin resmi.
Operasi yustisi akan dilaksanakan secara berkala untuk mengawasi dan menindak penyalahgunaan izin tinggal, guna menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi lokal.
“Indonesia akan terus menyambut wisatawan dari seluruh dunia, termasuk dari Republik Korea, untuk menikmati keindahan dan keramahan pariwisata Indonesia,” pungkas Menpar.
Baca juga: 5 Destinasi Wisata Terbaik di Dunia 2026 Versi TripAdvisor, Bali Peringkat Pertama
Tag: #sempat #keluarkan #travel #warning #bali #kedubes #korea #selatan #akui #khilaf #minta #maaf