Pesawat Ini Hadirkan Ranjang Susun di Kelas Ekonomi, Penumpang Bisa Tidur Nyaman
Ilustrasi Ranjang susun yang diluncurkan oleh Maskapai Air New Zealand (Air New Zealand )
20:14
16 April 2026

Pesawat Ini Hadirkan Ranjang Susun di Kelas Ekonomi, Penumpang Bisa Tidur Nyaman

- Maskapai Air New Zealand resmi meluncurkan inovasi terbaru berupa “Skynest”, yakni ranjang susun yang dapat dipesan oleh penumpang kelas ekonomi dan ekonomi premium pada penerbangan jarak jauh.

CEO Air New Zealand, Nikhil Ravishankar, mengatakan inovasi ini merupakan upaya untuk menjawab tantangan perjalanan jarak jauh ke Selandia Baru.

“Bagi negara terpencil seperti Selandia Baru, perjalanan sangatlah penting.

Baca juga: Garuda Indonesia Kerahkan 1.085 Awak Pesawat untuk Penerbangan Haji 2026

Pariwisata merupakan industri senilai NZ$46 miliar atau sekitar Rp437 triliun, tetapi pertumbuhannya bergantung pada kesediaan wisatawan untuk menempuh perjalanan panjang,” ujar Ravishankar.

Mengutip laman resmi Air New Zealand, Skynest dirancang untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan, khususnya pada rute jarak jauh seperti penerbangan antara New York dan Auckland yang dapat memakan waktu hingga 17 jam.

Baca juga: 2 Kereta Tujuan Jakarta–Jawa Timur Ini Kini Makin Nyaman Berkat Rangkaian Baru

Skynest terdiri dari enam ranjang susun yang ditempatkan di antara kabin ekonomi dan ekonomi premium pada pesawat Boeing 787-9 Dreamliner.

Setiap ranjang dilengkapi bantal, seprai, selimut, tirai privasi, lampu, ventilasi, serta port pengisian daya USB-A dan USB-C.

Ravishankar menambahkan, Skynest diharapkan dapat membuat perjalanan lebih nyaman dan mudah dikelola.

Baca juga: Fakta Menarik Geopark Ijen: Blue Fire, Kawah Asam Terbesar, dan Misi Green Card UNESCO

“Dengan memberi lebih banyak orang untuk beristirahat dengan layak di penerbangan jarak jauh, ini membantu membuat perjalanan ke dan dari Selandia Baru menjadi lebih mudah,” katanya.

Untuk menikmati fasilitas ini, penumpang dapat memesan sesi tidur selama empat jam dengan harga mulai dari 495 dolar Selandia Baru atau sekitar Rp4,7 juta.

Pada periode awal, tersedia dua sesi dalam setiap penerbangan, sehingga jumlah slot cukup terbatas dibandingkan total kursi penumpang yang tersedia. 

Baca juga: Berburu Oleh-oleh Batik Banyuwangi Jadi Lebih Mudah, Ini Rekomendasi Tempatnya

Setiap sesi dirancang mengikuti siklus tidur alami, sehingga penumpang memiliki waktu untuk beristirahat, tertidur, hingga bangun secara bertahap.

Selain itu, penumpang juga akan mendapatkan paket berisi masker mata, penyumbat telinga, kaus kaki, serta produk perawatan kulit.

Skynest pertama kali diumumkan pada 2020 dan telah melalui pengembangan serta pengujian terhadap lebih dari 200 pelanggan.

Baca juga: Jadwal dan Harga Tiket KA Bangunkarta dan Singasari New Generation

Fasilitas ini dijadwalkan mulai tersedia untuk pemesanan pada 18 Mei 2026, dan akan mulai beroperasi pada penerbangan tertentu mulai November 2026.

Sebelumnya, Air New Zealand juga dikenal lewat inovasi “Skycouch” yang memungkinkan kursi ekonomi diubah menjadi area rebahan.

Dikutip dari Euronews, kehadiran Skynest menjadi langkah lanjutan maskapai dalam menghadirkan fleksibilitas dan kenyamanan lebih bagi penumpang.

Baca juga: Setahun Angkut 106 Juta Penumpang, Ini Bandara Tersibuk di Dunia 2025

Meski demikian, keterbatasan jumlah ranjang susun dan durasi sesi memunculkan pertanyaan soal aksesibilitas bagi seluruh penumpang.

Dengan hanya enam ranjang dan dua sesi per penerbangan, peluang untuk mendapatkan fasilitas ini tetap terbatas, terutama pada rute dengan permintaan tinggi.

Tag:  #pesawat #hadirkan #ranjang #susun #kelas #ekonomi #penumpang #bisa #tidur #nyaman

KOMENTAR