Hotel Burj Al Arab di Dubai Tutup Sementara, Pertama Kalinya Sejak 1999
Hotel Burj Al Arab di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), ditutup sementara selama 18 bulan atau lebih dari 1,5 tahun untuk proyek renovasi besar-besaran.
"Jumeirah Burj Al Arab saat ini sedang menjalani program restorasi bertahap yang dirancang untuk meremajakan dan memperbarui dekorasi ikonis hotel tersebut sambil tetap mempertahankan ciri khasnya," tulis pengumuman dari hotel tersebut, dilansir dari laman resminya, Kamis (16/4/2026).
- Dubai Batasi Penerbangan Maskapai Asing, Cuma Boleh 1 per Hari
- Pemilik Restoran di Dubai Pangkas Gaji Karyawan Imbas Perang Timur Tengah
Penutupan ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di hotel berbentuk layar tersebut sejak tahun 1999.
"Program ini telah dirancang melalui perencanaan jangka panjang, setelah lebih dari 25 tahun beroperasi tanpa henti," tulis pengumuman tersebut.
Hotel Burj Al Arab di Dubai ditutup sementara 1,5 tahun
Bukan karena terkena puing-puing drone
Hotel Burj Al Arab di Dubai akan tutup selama 18 bulan (1,5 tahun) untuk renovasi besar. Penutupan ini pertama kalinya sejak tahun 1999.
Perusahaan pemilik hotel ini, Jumeirah menyampaikan, proyek tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dan dipimpin oleh arsitek interior asal Paris, Tristan Auer, dilansir dari Reuters.
Ada spekulasi terkait alasan renovasi ini. Pada awal Maret 2026 lalu, bagian depan hotel sempat mengalami kerusakan akibat jatuhnya puing-puing drone kiriman Iran yang berhasil dicegat.
Namun, pihak karyawan hotel membantah spekulasi itu. Mereka menyebut proyek renovasi ini sudah direncanakan sejak lama, dan tidak ada hubungannya dengan insiden drone tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Jumeirah juga tidak mengaitkan proyek ini dengan perang. Mereka fokus pada pembaruan estetika dan fasilitas hotel.
Tidak hanya itu, penutupan ini disebut terjadi di tengah kondisi yang sulit. Pariwisata di wilayah tersebut sedang melambat akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari 2026.
Banyak maskapai penerbangan mengalami gangguan jadwal, grup hotel mewah juga mulai mengeluh soal penurunan pendapatan
Selain itu, permintaan dari pelaku perjalanan internasional menurun cukup drastis belakangan ini.
Lantas, bagaimana dengan tamu yang sudah terlanjur memesan kamar?
Staf hotel menjelaskan bahwa mereka menawarkan akomodasi alternatif. Tamu yang sudah memiliki pesanan akan dipindahkan ke hotel terdekat, yang masih berada di bawah naungan grup Jumeirah.
- Perang Masih Membara, Singapore Airlines Setop Terbang ke Dubai hingga 30 April 2026
- Puing Drone Iran Picu Kebakaran, Bandara Internasional Dubai Tutup Lagi
Daya tarik Burj Al Arab di Dubai
Duplex Club Suite di Hotel Burj Al Arab di Dubai. Hotel ini akan tutup selama 18 bulan (1,5 tahun) untuk renovasi besar. Penutupan ini pertama kalinya sejak tahun 1999.
Hotel Burj Al Arab menawarkan fasilitas mewah, bahkan pernah ada seorang jurnalis yang menyebutkan bahwa hotel ini lebih pantas memperoleh bintang tujuh, alih-alih bintang lima.
Terdapat beberapa kamar, antara lain Duplex One Bedroom Suite, Duplex Sky One Bedroom Suite, Duplex Panoramic Suite, Duplex Club Suite, Duplex Two Bedroom Suite, dan Duplex Presidential Two Bedroom Suite. Luas kamarnya bervariasi dari 170 meter persegi hingga 670 meter persegi.
Meskipun bangunan dan interiornya sudah terkenal, layanan di dalamnya tak kalah legendaris.
Setiap suite dilengkapi dengan pelayan pribadi, dan disediakan kendaraan Rolls-Royce yang dapat disewa per jam, dilansir dari Euronews.
Hotel ini pun menawarkan pengalaman bersantap, seperti Al Muntaha yang berbintang Michelin, atau Ristorante L’Olivo di Al Mahara yang mengelilingi akuarium raksasa.
- Cerita WNI di Dubai, Dengar Ledakan Rudal Iran dari Rumah
- Serangan Rudal Iran Bikin Bandara Dubai Alami Kerusakan dan Ada Korban Luka
Tag: #hotel #burj #arab #dubai #tutup #sementara #pertama #kalinya #sejak #1999