Eropa Hanya Punya Avtur Enam Minggu, Musim Liburan Terancam Berantakan
Ilustrasi pesawat. Eropa sedang menghadapi krisis bahan bakar jet.( Unsplash/Ivan Shimko)
20:14
17 April 2026

Eropa Hanya Punya Avtur Enam Minggu, Musim Liburan Terancam Berantakan

Eropa menghadapi ancaman serius kekurangan avtur setelah pasokan dari kawasan Teluk tersendat akibat perang Iran dan penutupan efektif Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak dan bahan bakar jet terpenting di dunia.

Kepala International Energy Agency (IEA), Fatih Birol, memperingatkan bahwa Benua Biru hanya memiliki cadangan avtur untuk sekitar enam minggu ke depan.

Situasi ini berpotensi memicu pembatalan penerbangan massal serta mengganggu mobilitas warga dan perdagangan di tengah meningkatnya permintaan saat musim liburan musim panas.

Penerbangan di Eropa bisa dibatal­kan dalam waktu dekat

Menurut laporan bulanan IEA, stok avtur Eropa bisa mencapai titik kritis pada Juni jika setidaknya 50 persen pasokan dari Timur Tengah tidak dapat digantikan.

Selat Hormuz telah ditutup lebih dari enam minggu oleh Iran sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel, membuat harga avtur melambung dan suplai tersendat.

Baca juga: Wisatawan di Eropa Akan Hadapi Pajak dan Aturan Baru Pada Musim Panas 2026

“Segera akan ada kabar bahwa penerbangan dari kota A ke kota B dibatalkan karena kekurangan avtur,” ujar Fatih Birol dalam wawancara dengan Associated Press.

IEA menilai krisis ini telah “mengacaukan total mekanisme pasar bahan bakar penerbangan global”, karena:

  • 75 persen impor avtur Eropa sebelumnya berasal dari Timur Tengah
  • Korea, India, dan China (pemasok alternatif) juga sangat bergantung pada minyak mentah dari Teluk
  • Kilang global tidak mampu cepat mengganti pasokan yang hilang
  • Eropa Berebut Pasokan dari AS dan Nigeria, Tetap Tidak Cukup

Bandara Heathrow, London.Getty Bandara Heathrow, London.

Eropa kini bergerak cepat mencari suplai pengganti dari Amerika Serikat dan Nigeria. IEA mencatat adanya lonjakan ekspor avtur AS dalam beberapa minggu terakhir.

Namun, kapasitas tersebut hanya mampu menggantikan sedikit di atas 50 persen pasokan yang hilang.

Artinya, jika Selat Hormuz tetap tertutup:

  • Kekurangan fisik avtur bisa muncul di beberapa bandara besar
  • Pembatalan penerbangan dapat terjadi mulai Juni 2026
  • Jika Eropa hanya dapat mengganti 75 persen pasokan, kekurangan tetap akan dialami, hanya tertunda hingga Agustus
  • Bandara besar seperti Heathrow diprediksi akan lebih diprioritaskan dibanding bandara kecil.

Maskapai penerbangan di Eropa mulai tertekan

Dampak kenaikan harga dan ancaman kekurangan avtur mulai terasa di industri penerbangan Eropa:

1. KLM (Belanda)

  • Membatalkan 160 penerbangan dalam sebulan ke depan
  • Kurang dari 1 persen total jadwal, namun menunjukkan tekanan finansial
  • Alasan utama: harga avtur kerosin melonjak, membuat sejumlah rute tidak lagi layak secara ekonomi
  • KLM menegaskan belum mengalami kekurangan suplai secara langsung

2. EasyJet (Inggris)

  • Menghadapi biaya tambahan mencapai £25 juta hanya pada Maret
  • Memiliki kontrak hedging untuk 75 persen pasokan, namun tetap terdampak kenaikan harga
  • Mengakui situasi menimbulkan “ketidakpastian jangka pendek” terkait permintaan dan operasional

Baca juga: Tak Banyak Turis yang Tahu, Ini 5 Negara Hidden Gem di Eropa

3. Maskapai lain Eropa

Beberapa maskapai memilih membatalkan rute yang berpotensi merugi jika biaya bahan bakar terus melonjak.

Harga avtur pecahkan rekor tertinggi

Harga acuan avtur Eropa mencapai 1.838 dollar AS per ton, rekor tertinggi sepanjang sejarah, melonjak lebih dari dua kali lipat dari harga sebelum perang (831 dollar AS).

IEA menyebut dampak ekonomi global dapat meluas, termasuk:

  • kenaikan harga bensin dan gas rumah tangga
  • inflasi meningkat
  • perlambatan pertumbuhan ekonomi global

Respons pemerintah dan Uni Eropa

Pemerintah Inggris menyatakan bekerja sama dengan pemasok bahan bakar dan maskapai untuk menjaga ketersediaan avtur.

Uni Eropa juga menegaskan bahwa pasokan minyak mentah ke kilang masih stabil, meski mengakui risiko gangguan suplai “dalam waktu dekat”.

Airports Council International Europe minggu lalu mengirim surat ke Komisi Eropa, memperingatkan bahwa benua itu tinggal tiga minggu lagi menuju potensi kekurangan avtur jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

Baca juga: 3 Negara Eropa Paling Rawan Pencurian Turis

Sementara itu, asosiasi Airlines for Europe meminta UE memperjelas aturan kompensasi penumpang agar gangguan terkait perang dan krisis energi dikategorikan sebagai “keadaan luar biasa”, sehingga maskapai tidak wajib membayar kompensasi besar saat terjadi pembatalan penerbangan.

Krisis energi yang bisa mengguncang musim liburan Eropa

Para analis memperkirakan bahwa meski distribusi dari Teluk kembali dalam waktu dekat, Eropa tetap berisiko mengalami kekurangan avtur menjelang puncak musim liburan musim panas karena:

  • butuh 5–6 minggu untuk normalisasi suplai setelah Hormuz kembali dibuka
  • cadangan saat ini sudah menipis
  • permintaan meningkat drastis pada Mei–Agustus

IEA bahkan menyebut situasi ini sebagai “dire strait”, permainan kata dari nama band rock Dire Straits, untuk menggambarkan betapa gentingnya kondisi tersebut.

Tag:  #eropa #hanya #punya #avtur #enam #minggu #musim #liburan #terancam #berantakan

KOMENTAR